Mencekam! Pengajian Habib Rizieq di Pemalang Rusuh, FPI Vs Laskar Wali Songo Saling Serang, 5 Orang Luka Sabetan Senjata Tajam

Bentrokan di Pemalang ini memang melibatkan massa pendukung acara dengan massa penolak. Massa penolak berasal dari ormas Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI-LS). Mereka bentrok dengan massa pendukung Habib Rizieq Shihab dari Front Pembela Islam (FPI) pada Rabu (23/7/2025) malam.

Pengajian Habib Rizieq Shihab Diwarnai Kerusuhan

Pemalang, Jawa Tengah, EDITOR.ID,- Suasana mencekam! Kehadiran Habib Rizieq Shihab dalam acara Tablig Akbar di Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, pada Rabu (23/7) malam, memicu saling serang antardua kelompok ormas. Insiden mengakibatkan delapan orang alami luka dan harus dilarikan ke Rumah Sakit (RS).

Bentrokan di Pemalang ini memang melibatkan massa pendukung acara dengan massa penolak. Massa penolak berasal dari ormas Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI-LS). Mereka bentrok dengan massa pendukung Habib Rizieq Shihab dari Front Pembela Islam (FPI) pada Rabu (23/7/2025) malam.

Massa Laskar Sabilillah Wali Songo mencoba membubarkan paksa acara ceramah Rizieq Shihab.

Bentrokan itu terjadi dalam acara peringatan bulan Muharam yang menghadirkan penceramah Muhammad Rizieq Shihab di Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah (Jateng).

Muhammad Rizieq Shihab adalah mantan pimpinan FPI yang telah dibubarkan pemerintah pada 30 Desember 2020.

Kerusuhan pecah pukul 22.30 WIB. Massa dari salah satu kelompok yang menolak kehadiran Habib Rizieq berusaha menerobos lokasi acara yang digelar Front Persatuan Islam (FPI). Massa sempat dihalau aparat, namun sebagian berhasil masuk lewat jalur lain dan memicu bentrok fisik.

Ratusan anggota PWI‑LS yang berkumpul di masjid sekitar lokasi mencoba masuk ke area ceramah untuk membubarkan acara menyambut kedatangan Habib Rizieq Shihab. Aparat kepolisian sebenarnya sudah membentuk barikade untuk menghalau massa PWI-LS.

Meski massa PWI‑LS diblokade oleh aparat kepolisian, sebagian massa berpencar mendekat panggung dan melamparinya dengan batu.

9 Orang Dilarikan ke RS, Satu Kritis

Satu orang kritis dan saat ini dirawat RS Siaga Medika Pemalang. Selain itu, terdapat delapan korban lain yang juga mengalami luka-luka saat acara yang digelar pada Rabu, 23 Juli 2025 itu.

Direktur RS Siaga Medika, dr Ofi Dwiantoro, mengatakan dari 9 pasien yang masuk, 8 orang hanya mengalami luka ringan dan menjalani rawat jalan, sementara satu pasien harus dirawat inap akibat cedera serius di bagian kepala.

“Delapan pasien luka ringan, dirawat jalan. Satu pasien dengan cedera kepala berat, kondisinya bisa dikatakan kritis,” jelas dr Ofi saat dimintai konfirmasi, Kamis (24/7/2025).

Pasien kritis teridentifikasi berinisial S (43) warga Wonosobo. Pasien tersebut mengalami penurunan kesadaran. Dari hasil pemeriksaan, terdapat sembilan titik luka di bagian kepala akibat hantaman benda tumpul. Namun, di bagian tubuh lainnya tidak ditemukan luka.

“Lukanya mayoritas di kepala, karena benda tumpul. Bukan luka senjata tajam, tapi karena lemparan batu atau pukulan,” imbuhnya.

Ofi menyebutkan ada satu pasien yang masih dirawat diobservasi lebih lanjut karena kondisi yang belum stabil. Pasien tersebut juga berinisial S dan berasal dari Wonosobo.

Selain RS Siaga Medika, korban bentrokan lainnya juga dirawat di RSI Al Ikhlas Pemalang. Di sana, tercatat dua korban mendapatkan perawatan, satu dirawat jalan dan satu lagi dirawat inap. Hingga kini, polisi masih menyelidiki kronologi dan penyebab bentrokan yang terjadi saat pengajian cara yang dihadiri oleh Habib Rizieq Shihab tersebut.

Akibat bentrokan, sedikitnya lima orang mengalami luka sabetan senjata tajam.

“Saya sampaikan pak kapolres, pak dandim bahwa ada korban 5 orang yang terluka akibat sabetan senjata tajam, dan saya minta diproses secara hukum,” kata Habib Rizieq saat menyampaikan ceramah.

Kronologi Kejadian

Bentrokan melibatkan dua ormas, yaitu Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI‑LS) dan Front Persatuan Islam (FPI).

Seorang saksi mata yang berada dilokasi kejadian, Ahmad membeberkan kronologi bentrokan yang terjadi di tengah acara pengajian yang menghadirkan penceramah Muhammad Rizieq Shihab. Ahmad menyebut suasana tiba-tiba mencekam.

Pria berusia 50 tahun itu mengatakan bahwa suasana mulai memanas sekitar pukul 22.30 WIB. Pengajian yang tadinya tenang tiba-tiba berubah jadi rusuh. Ia melihat terjadi aksi saling kejar antara dua kelompok massa yang berbeda. Massa berbaju putih-putih mengejar kelompok berbaju hitam.

“Kejadiannya cepat, cuma sekitar 10 menit. Tapi tegang banget, saling lempar batu dan kejar-kejaran,” ujar Ahmad.

“Banyak FPI mungkin ya, bajunya putih-putih mengejar orang-orang yang baju hitam katanya kubu PWI. Kejadiannya sekitar 15 menitan,” lanjutnya.

Polisi Turun Tangan Selamatkan Korban Luka

Polisi dan TNI langsung turun tangan mengamankan lokasi. Aparat mengevakuasi korban ke puskesmas dan rumah sakit terdekat. Sejumlah anggota kepolisian juga dilaporkan mengalami luka saat menghalau massa.

Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro,usai kejadian mengungkapkan untuk jumlah korban yang dievakuasi ke rumah sakit ada lima. Namun angka tersebut belum pasti karena masih dilakukan pendataan. Pihaknya juga menyesalkan adanya bentrokan tersebut.

“Kita masih mendata jumlah korban secara pasti. Ada informasi menyebut 5, ada juga yang menyebut 13. Ini sedang kami pastikan,” kata Anom Widiyantoro, usai acara.

Koordinasi Pengerahan Massa

Diduga, pengerahan massa PWI‑LS ini terjadi atas koordinasi pimpinan daerah. Ratusan orang dikerahkan melalui surat permohonan dari PWI‑LS Kabupaten Pemalang untuk menolak kehadiran Habib Rizieq. Seluruh korban dilarikan ke RS Siaga Medika Pemalang untuk mendapatkan penanganan medis. (*)

Response (1)

Leave a Reply