Settia

Memburu Asa Raih Gelar

EDITOR.ID, Jakarta,- Sejengkal lagi, Sepak bola Indonesia berpeluang mencetak sejarah. Ya, malam ini Timnas U 22 akan menuntaskan laga Final melawan Timnas U 22 Thailand. Jika anak asuhan Indra Sjafri mampu mengatasi Thailand dan memenangkan pertandingan, maka Witan Sulaeman dkk akan mencatat sejarah meraih gelar pertama setelah puluhan tahun Indonesia mengikuti ajang Piala AFF puasa gelar.

Garuda Muda bisa memanfaatkan kondisi fisik Gajah Perang yang dilanda keletihan.

Indonesia akan menghadapi Thailand di Olympic Stadium, Selasa (26/2/2019). Kedua tim merebut tiket final dengan kondisi yang berbeda.

Indonesia menyingkirkan Vietnam di semifinal lewat kemenangan 1-0. Di stadion yang sama pada Minggu (24/2/2019), gol tunggal Muhammad Luthfi Kamal memastikan tiket final untuk Indonesia.

Adapun Thailand harus susah payah merebut tiket babak puncak. Skuat asuhan Alexandre Gama itu harus melakoni pertandingan hingga 120 menit untuk menyingkirkan tuan rumah Kamboja lewat adu penalti, yang dimenangkan dengan skor 5-3.

Baik Indonesia dan Thailand sama-sama punya waktu sehari untuk beristirahat jelang final. Namun menilik pertandingan terakhir, kondisi fisik Thailand disebut sang pelatih cukup kelelahan.

“Saat kami bermain selama 120 menit dan hanya punya satu hari sebelum pertandingan final, menyebabkan pemain kami menjadi lelah. Oleh karena itu, memungkinkan pemain untuk mengembalikan kondisi tubuhnya. Bagi mereka yang masih cedera, sekarang bisa kembali berlatih secara penuh,” kata Gama dilansir dari Siam Sport.

Hal itu bisa dimanfaatkan Indonesia, yang punya waktu beristirahat lebih banyak dari Thailand. Pelatih Indra Sjafri itu sendiri punya pengalaman menjinakkan Thailand.

Gian Zola sempat terpinggirkan dari skuat Timnas Indonesia di kelompok umur. Kini, namanya muncul lagi dan membantu Indonesia ke final Piala AFF U-22.

Zola adalah gelandang jebolan diklat Persib Bandung. Namanya mulai mencut ke permukaan setelah masuk skuat Maung Bandung di Liga 1 2017.

Pada musim itu, Zola main selama 627 menit dari 14 pertandingan. Satu gol dia bukukan saat Persib berimbang 2-2 dengan Borneo FC.

Kontribusi Zola di lini tengah Persib berbuah manis dengan dipanggil ke dalam pemusatan latihan skuat Timnnas menuju SEA Games 2017 di Malaysia. Zola mencetak satu gol ke gawang Kamboja dalam laga uji coba.

Satu gol itu tak berbuah manis. Nama Zola dicoret oleh tim pelatih bersama tiga pemain lainnya, yakni Bagas Adi Nugroho, Miftahul Hamdi, dan Ravi Murdianto.

Sejak saat itu karier Zola seolah meredup. Dia bahkan cuma tampil 22 menit dari dua laga untuk Persib di Liga 1 2018.

Demi menyelamatkan karier dan bisa tampil di Asian Games 2018, Zola akhirnya memilih ke Persela Lamongan dengan status pinjaman.

“Kompetisi 2017 kemarin, jam terbang saya masih kurang. Mungkin, ini karier profesional pertama saya. Tahun depan, saya harus bisa lebih bersaing agar bisa menambah jam terbang. Sebab, saya harus punya target,” kata Zola pada November 2017.

“Caranya dengan menunjukkan kepada pelatih di latihan dengan kerja keras supaya Zola bisa ke Asian Games. Target itu yang bikin Zola lebih semangat dalam berlatih,” sambungnya.

Kerja keras Zola di Persela belum bisa mengantarkan namanya masuk skuat Timnas Indonesia untuk Asian Games 2018. Namun, dia terus mendapat kepercayaan dari Aji Santoso untuk mengisi pos lini tengah.

Hingga Liga 1 2018 berakhir Zola mendapatkan menit bermain yang banyak. Total ada 992 menit dari 16 penampilan.

Pria kelahiran 5 Agustus 1998 itu akhirnya kembali masuk Timnas Indonesia. Dia dibawa pelatih Indra Sjafri menuju Piala AFF U-22 di Kamboja.

Zola selalu menjadi starter di semua pertandingan Indonesia. Perannya di lini tengah menjadi salah satu yang penting hingga mampu membantu Garuda Muda ke final untuk bertemu Thailand.

Laga final tersebut akan berlangsung Selasa (26/2/2019) malam WIB, di Olympic Stadium, Phnom Penh. Zola punya peluang besar untuk menuntaskan hasil kesabarannya dengan gelar juara. (tim)

Leave a Reply