Jakarta, EDITOR.ID,- Sosok Nova Arianto tak kalah hebat dengan deretan pelatih asing yang dibayar mahal PSSI untuk menukangi Timnas Indonesia. Meski hanya pelatih lokal, Nova sukses mencetak sejarah persepakbolaan tanah air dengan mengantar Timnas Indonesia U-17 untuk pertama kalinya menunjukkan kepada dunia, Indonesia hadir di Piala Dunia sepak bola.
Lantas apa kunci sukses Nova mampu menjejakkan anak didiknya tampil di Piala Dunia? Strategi bertahan dan serangan balik dengan kecepatan dan efektifitas bola. Sebagian strategi tersebut dia dapatkan dari sang maha gurunya, Shin Tae Yong (STY).
Saat itu eks pemain Persebaya ini berguru pada STY. Nova sangat beruntung karena dipercaya menjadi asisten pelatih oleh juru taktik asal Korsel itu saat menukangi Timnas Indonesia senior berjuang di babak penyisihan Piala Dunia 2026.
Pelatih kepala Timnas Indonesia U-17, Nova Arianto, mengakui ada peran penting Shin Tae-yong (STY) di balik kemenangan mengejutkan Garuda Muda atas Korea Selatan dan Yaman.
“Betul, coach Shin Tae-yong menjadi salah satu inspirasi saya dalam menerapkan sebuah game plan,” ujar Nova kepada Inilah.com melalui pesan singkat, Jakarta, Minggu (6/5/2025)
“Setelah mempelajari permainan Korea Selatan, saya mencoba menerapkan taktik yang sama yang pernah beliau lakukan,” sambung mantan asisten pelatih Timnas Indonesia tersebut.
Lantas apa komentar murid dari STY saat Timnas Indonesia U-17 yang ditukanginya lolos ke Piala Dunia U-17 2025 di Qatar sekaligus tembus perempat final Piala Asia U-17. Garuda Muda lolos ke Piala Dunia U-17 2025 usai menang besar atas Yaman dalam laga kedua Grup C Piala Asia U-17 2025, Senin (7/4/2025).
Kemenangan ini sekaligus memastikan Garuda Muda lolos ke perempat final dan mengamankan tiket otomatis ke Piala Dunia U-17 2025 di Qatar.
Nova Arianto, berterima kasih kepada para pemainnya karena telah bekerja keras sehingga bisa meraih kemenangan dua kali beruntun di Piala Asia U-17 2025.
Skuad Garuda Muda mengalahkan Yaman dengan skor 4-1 di laga kedua Grup C pada Senin, 7 April 2025, setelah menang atas Korea Selatan 1-0 pada Jumat pekan lalu.
Dalam laga melawan Yaman, Zahaby Gholy membuka skor pada menit ke-15, berikutnya Fadly Alberto menggandakan keunggulan selang sepuluh menit kemudian.
Evandra Florasta mencetak gol dari tendangan penalti pada menit ke-85 dan memperbesar keunggulan dua menit setelahnya. Sementara, satu gol lawan dibuat dari tendangan penalti Mohammed Al-Garash pada menit ke-52.
Menurut Nova, hasil positif yang diraih timnya tidak lepas dari kerja keras dan persiapan matang yang telah dilakukan sejak awal.
Ia juga menyoroti mentalitas dan pemahaman taktik para pemain sebagai kunci penting dalam dua kemenangan beruntun, termasuk sebelumnya saat menumbangkan Korea Selatan.
“Saya lihat semua pemain sangat luar biasa, secara mental, visi, dan pemahaman tentang situasi kritis. Semoga ke depannya mereka bisa terus berkembang,” ujar Nova, dikutip dari ANTARA.
Nova juga menyampaikan rasa syukurnya atas dukungan penuh dari PSSI yang dinilai sangat membantu kelancaran persiapan tim.
“Saya bersyukur, dan semua ini juga berkat PSSI yang selama ini sangat mendukung kami, sehingga hasilnya bisa maksimal. Semoga ini menjadi harapan baik ke depan,” imbuh pelatih yang pernah memperkuat Persebaya Surabaya tersebut.
Bagi Nova, dua kemenangan ini bukan sekadar hasil pertandingan, tetapi juga hadiah manis untuk seluruh masyarakat Indonesia dan keluarga besar PSSI.
Meski telah mengamankan satu tempat di delapan besar dan tiket Piala Dunia, Nova memastikan timnya tetap bermain serius saat menghadapi Afghanistan di laga terakhir. Namun, ia juga memberi isyarat akan melakukan rotasi pemain.
“Yang pasti kami akan mencoba memainkan pemain-pemain yang belum tampil. Mungkin beberapa akan tampil, kami akan lihat situasinya dan sesuaikan dengan taktik,” tandasnya.
Profil Nova Arianto
Perjalanan karier Pelatih Timnas U-17 Nova Arianto yang membawa Indonesia Lolos ke Piala Dunia Qatar. Pemilik nama lengkap Nova Arianto Sartono lahir di Semarang, 4 November 1979 atau kini berusia 45 tahun merupakan mantan pemain sepak bola profesional Indonesia dan berposisi sebagai bek tengah.
Nova Arianto terlahir dari keluarga pesepak bola. Ibunya bernama Tan Djiet Nio dan sang ayah yakni Sartono Anwar merupakan pelatih yang mengantarkan PSIS Semarang meraih juara Divisi Utama tahun 1987 dan menjadi satu pelatih nasional pada era 80-an sampai awal 90-an.
Karier sepak bola pria yang juga disapa Vava ini diawali sejak tahun 1995 dan tercatat pernah mengawali karier junior di PSSI Baretti. Ia kemudian menjajaki karier senior sejak 1997 dan bermain untuk klub Arseto Solo lalu pindah ke PSIS Semarang tahun 1998 sampai 1999.
Setelah cukup lama bermain untuk PSIS Semarang, Nova Arianto lalu bergabung dengan Persebaya Surabaya sejak 1999 dan sempat dipinjam oleh PSS Sleman di tahun 2000 hingga 2002.
Setelah itu Nova yang dikenal dengan selebrasi suster ngesot itu kembali bersama Persebaya Surabaya pada 2007 hingga akhirnya memutuskan bergabung dengan Persib Bandung.
Nova Arianto berada di Persib Bandung sekitar empat tahun atau sampai 2011 kemudian hijrah ke Sriwijaya sampai 2012.
Setelah itu Nova melanjutkan karier sepak bolanya di Pelita Bandung Raya sejak 2012 sampai 2015 Pelita Bandung Raya.
Tak hanya pernah bermain untuk berbagai klub di Indonesia, Nova juga tercatat pernah menjadi pemain Timnas Indonesia U-18 di tahun 1996 serta Timnas senior pada 2008 sampai 2010.
Karier kepelatihannya dimulai pada 2014 ia menjadi asisten pelatih di Pelita Bandung Raya sampai 2015.
Sejak saat itu Nova menjadi juru taktik di berbagai klub di Tanah Air di antaranya sebagai pelatih Madiun Putra di 2016, Bhayangkara FC U-21 pada 2016 hingga 2017, serta Lampung Sakti tahun 2017–2018.
Di Timnas Indonesia, Nova dipercaya sebagai asisten pelatih U-23 pada tahun 2019 sampai 2023 Indonesia dan asisten pelatih Timnas Indonesia U-20 pada 2020–2023.
Bersama pelatih kepala era Shin Tae-yong pada 2021, Nova Arianto menjadi asisten pelatih Timnas Indonesia.
Kemudian sejak 2024, Nova menjadi pelatih kepala Timnas Indonesia U-17 hingga menorehkan pencapaian lolos ke Piala Dunia Qatar. (tim)












