Jakarta, EDITOR.ID,- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencetak hatrick dalam tiga hari terakhir dalam penindakan dugaan pelaku korupsi. Usai menangkap oknum jaksa di Banten dan Kalsel, tak butuh waktu lama KPK juga menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Bekasi, Jawa Barat.
Kali ini KPK menggrebek Pak Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang. Menariknya sosok yang ditangkap bukan sekedar Ade Kuswara tapi juga ayahnya HM Kaunang. Diduga ayah dan anaknya ini terjaring sedang melakukan transaksi suap.
Bupati Termuda Sepanjang Sejarah Tapi Kok Korupsi?
Penangkapan Ade Kuswara mengejutkan publik karena ia dikenal sebagai bupati termuda sepanjang sejarah Kabupaten Bekasi. Politikus PDI Perjuangan itu ditangkap bersama sembilan orang lainnya dalam operasi senyap KPK di wilayah Bekasi. Sejumlah ruangan strategis di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bekasi langsung disegel penyidik.
“Benar, salah satunya Bupati Bekasi. Yang bersangkutan sedang menjalani pemeriksaan di KPK,” ujar Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Jumat (19/12/2025).
KPK menegaskan status hukum para pihak yang diamankan akan ditentukan dalam waktu 1×24 jam.
OTT Ingatkan KPK Pernah Tangkap Bupati Neneng Hasanah Yasin
Kabupaten Bekasi sepertinya sering jadi target sasaran penangkapan kasus suap korupsi. OTT ini mengingatkan publik pada kasus Neneng Hasanah Yasin, bupati perempuan pertama di Bekasi yang ditangkap KPK pada 2018. Neneng saat itu terjerat kasus suap perizinan proyek, sekaligus menjadi pukulan telak bagi citra pemerintahan daerah.
Kali ini ada total 10 orang yang ditangkap dalam OTT Ade Kuswara, termasuk ayahnya, HM Kunang.
OTT terhadap Bupati Bekasi dilakukan KPK pada Kamis (18/12). Hari itu KPK melakukan OTT di tiga lokasi sekaligus, dua lainnya berada di Banten dan Kalimantan Selatan. Di Bekasi, KPK menangkap 10 orang.
Belum dirincikan lebih lanjut terkait OTT ini.
Ayah Bupati Bekasi Ikut Ditangkap
KPK mengungkapkan ayah dari Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang turut terjaring OTT. Mereka kini telah dibawa ke KPK untuk pemeriksaan intensif.
“Benar. Jadi, di antara tujuh orang yang diamankan, salah satunya ayah dari Bupati,” ungkap Budi.
Para pihak yang diamankan itu sendiri masih berstatus terperiksa. KPK akan melakukan ekspose atau gelar perkara untuk menentukan status para pihak yang diamankan.
“Jadi, nanti kita tunggu prosesnya,” katanya.
OTT Bupati Bekasi Terkait Suap Proyek
KPK mengatakan OTT Bupati Bekasi terkait dugaan suap proyek. “Ini masih terus didalami di antaranya terkait dengan proyek-proyek di Bekasi. Iya (terkait suap),” kata Budi.
KPK saat ini masih mendalami ada tidaknya dugaan tindak pidana korupsi lain yang terjadi di Kabupaten Bekasi. Budi mengatakan total ada tujuh orang dibawa ke gedung KPK dari OTT Bupati Bekasi. Dari tujuh itu, satu orang merupakan bupati dan enam lainnya swasta.
“Untuk di wilayah Bekasi, tim kemarin mengamankan 10 orang, yang kemudian tujuh di antaranya dibawa ke Gedung Merah Putih KPK untuk dilakukan pemeriksaan secara intensif,” tuturnya.
Hingga saat ini, KPK masih memeriksa pihak-pihak yang diamankan tersebut. KPK punya waktu 1×24 jam untuk mengumumkan status para pihak yang terjaring OTT.
Lulusan President University
Ade Kuswara merupakan hasil Pilkada 2024 dan berpasangan dengan Asep Surya Atmaja. Lahir pada 15 Agustus 1993, ia memulai karier politik dari DPRD Kabupaten Bekasi sejak 2019 sebelum akhirnya menduduki kursi bupati. Ia juga dikenal sebagai lulusan President University dan figur muda yang sempat diharapkan membawa perubahan.
Pada Jumat dini hari, Ade Kuswara diketahui telah berada di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan. Ia masuk tanpa melalui pintu utama sehingga luput dari pantauan awak media. KPK juga membenarkan operasi dilakukan di sejumlah kantor dinas di lingkungan Pemkab Bekasi. ****












