Kluivert Gagal, Indonesia Jadi Bulan-Bulanan Australia 5-1, Netizen Ngamuk!

Indonesia diberondong lima gol oleh Socceroos. Martin Boyle, Nishan Velupillay, Jackson Irvine (2 gol), dan Lewis Miller bergantian menjebol gawang yang dikawal Maarten Paes. Indonesia sekali membalas dengan gol Ole Romeny.

Foto Instagram @TimnasIndonesia

Jakarta, EDITOR.ID,- Gaung #KluivertOut pun menggema di media sosial sebagai bentuk kekecewaan netizen. Patrick Kluivert gagal total di debut perdananya menukangi Timnas Indonesia. Skuad Garuda tak berdaya dan jadi bulan-bulanan Timnas Australia dengan skor telak 5-1. Indonesia kebobolan 5 gol.

Netizen mengamuk. Indonesia kalah memalukan dengan skor mencolok 5-1 di babak kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup C Zona Asia. Laga berlangsung di Sydney Football Stadium, Kamis (20/3/2025)

Indonesia tertinggal 0-3 di babak pertama. Gawang Maarten Paes dirobek Martin Boyle, Nishan Velupillay, dan Jackson Irvine. Luka Indonesia makin membesar di babak kedua. Australia menambah gol lewat Lewis Miller dan brace Irvine.

Indonesia cuma mampu mencetak satu gol. Hal itu ditorehkan oleh OleRomeny. Garuda pun kalah 1-5. Dilinimasa media sosial, netizen pun ramai membahas hasil yang buruk ini, termasuk soal taktik yang dinilai tidak berhasil.

Tagar #KluivertOut terpantau terus merangsek naik di daftar trending topic X, dengan lebih dari 16 ribu cuitan.

Netizen pun mengutarakan kritik sekaligus harapan agar Timnas tetap berusaha bisa lolos ke Piala Dunia.

“Jadi tahu kan alasan STY main relatif pasif/bertahan di GBK? Bahkan menurut Mintak salah satu laga dgn aksi bertahan yg baik (+ Paes). Ini karena dia tahu lawannya nunggu utk pertahanan terbuka. Makanya ga dikasih sama STY dgn main pasif biar tertutup rapat,” tulis akun @RuangTaktik yang biasa menganalisis taktik sepakbola.

“Jujur bingung mau salahin siapa, banyak yang harus di evaluasi. Mental, pelatih, taktik sampai pemain semua nggak sesuai rencana di match ini,” sebut @MySupperSoccer.

“Inilah mengapa sepakbola bukan cuma soal menyerang, tapi juga bertahan,” sebut pundit @pangeransiahaan.

“Kluivert ini kemarin dipilih berdasarkan apa sih? Lawan sekelas Australia bukannya hati2 ngandelin counter malah berani taktik pressing,” sebut sebuah komentar yang menilai taktik pressing tinggi Timnas Indonesia tidak mujarab.

“Lawan2 nya ini jauh lebih pengalaman bahkan langganan pildun. Mau main terbuka ya to***!! Aust main persis kyk taktik STY! Sabar, reaktif, rapi, sambil nunggu momen curi gol,” sebut netizen yang menilai taktik STY sudah baik.

Blunder Fatal Garuda

Garuda tumbang karena blunder fatal. Pertama saat Rafael Struick dijatuhkan di kotak penalti Australia. Indonesia berpeluang mencetak gol ketika wasit menunjuk titik putih di menit ke-8. Kevin Diks maju menjadi eksekutor, tapi gagal menjaringkan bola karena eksekusinya menerpa tiang.

Unggahan Instagram Ketum PSSI, Erick Thohir, mendapat serbuan dari netizen Indonesia. Mereka mempertanyakan pilihan starter Kluivert.

Ada peran blunder pemain-pemain Indonesia dalam kekalahan telak Indonesia di Sydney. Blunder backpass Thom Haye membuahkan gol kedua Velupillay yang menjadi gol kedua Australia. Alih-alih memainkan total football, Indonesia malah memperagakan gaya total blunder.

Marking longgar barisan pertahanan Indonesia menjadi sumber dua gol tendangan sudut Australia yang dikemas oleh Miller dan Irvine. Indonesia memang menguasai bola lebih banyak dari Australia. Tapi, tim Merah-Putih kesulitan melepaskan final pass untuk memberi ancaman ke gawang tim tuan rumah. Taktik Kluivert untuk Indonesia pun digugat netizen.

Indonesia diberondong lima gol oleh Socceroos. Martin Boyle, Nishan Velupillay, Jackson Irvine (2 gol), dan Lewis Miller bergantian menjebol gawang yang dikawal Maarten Paes. Indonesia sekali membalas dengan gol Ole Romeny.

Erick Thohir meminta publik Indonesia tetap mendukung Jay Idzes cs dalam keadaan menang dan kalah. Respons puluhan ribu netizen Indonesia pun menghiasi kolom komentar akun @erickthohir yang sudah dibatasi.

“Dari starting line-up coach Patrick Kluivert dkk ini sama seperti STY pas lawan Cina. Banyak otak-atik dan bereksperimen dan berujung permainan gak jelas dan kalah. Duet Jay dengan Ridho serta DMF yg biasanya diisi Ivar Jenner tidak ditampilkan sejak awal kemungkinan blunder fatal coach Patrick, sama seperti STY kalah sama China,” kata kata akun @pondhian_7.

Anaslisa lain juga muncul dari @insta_yantursandi. Dua pun menyesalkan pilihan starting eleven Kluivert dengan staf pelatihnya yang disebut sebagai super team.

“Kesalahan fatal memecat STY saat situasi Indonesia sudah mulai berkembang, bukan saya tidak suka Kluivert atau pemuja STY, tapi di situasi itu Sty sudah membangun kerangka Sepakbola kita, tinggal panen aja sebenarnya, malah ganti pelatih,” kata akun @insta_yantursandi.

“Sekalipun ganti Ancelotti atau Guardiola pun di saat kondisi Timnas bagus era STY bukanlah solusi untuk STY didepak di kala situasi Timnas tinggal nunggu klimaksnya. Kecuali STY gagal lolos Piala Dunia kali ini, okelah pecat STY tidak apa-apa, ganti pelatih baru. Ayo, Pak! Jangan termakan ego, kita cinta Timnas untuk sepakbola kita lebih baik ke depannya,” kata dia menambahkan.

Dengan kekalahan ini, Indonesia kini sementara ada di posisi keempat dengan raihan enam poin hasil dari tujuh kali bertanding. Indonesia masih bisa digeser oleh China, andai menang melawan Arab Saudi pada pertandingan, Jumat (21/3) dini hari WIB nanti.

Di Grup C, Jepang sudah mengunci tiket ke Piala Dunia 2026 usai menang atas Bahrain 2-0. Australia ada di atas angin untuk menemani Jepang ke pesta bola sejagad karena sudah mencatatkan 10 poin. (tim)

Leave a Reply