Kisah Dibalik Gol Timnas Garuda: Tatap Wajah Sang Ibu di Tribun Kunci Sukses Ole Romeny Bobol Gawang China

Gol itu membuat Romeny kini telah mencetak 3 gol dalam 3 pertandingan bersama timnas Indonesia, catatan yang luar biasa untuk pemain yang baru saja bergabung dalam skuad Merah Putih.

Penyerang Timnas Indonesia Ole Romeny Foto: Instagram

Jakarta, EDITOR.ID,- Restu dan kekuatan sang ibunda menjadi kunci kesuksesan penyerang Timnas Indonesia Ole Romeny membobol gawang Timnas China melalui titik pinalti. Gol semata wayang yang dicetak striker Oxford United ini mampu membuat Indonesia lolos ke babak keempat dan menatap kembali peluang ikut di final Piala Dunia 2026.

Tadi malam Ole Romeny menjadi pahlawan kemenangan Garuda atas China dalam laga hidup-mati Kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup C zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis (6/6/2025) malam.

Tak sekadar soal gol semata wayang dari titik putih, tetapi juga momen haru di baliknya.

Romeny mengungkapkan sesaat sebelum mengeksekusi penalti pada menit ke-40, dia sempat melirik ke tribun tempat ibunya duduk untuk pertama kalinya menyaksikan dia bermain langsung.

“Lucu sih, saya lihat ibu saya dulu. Saya tahu dia pasti sangat gugup. Biasanya dia nggak akan setuju saya ambil penalti, tetapi saya percaya diri,” kata pemain Oxford United itu dalam konferensi pers seusai laga.

Ole Romeny Cetak Gol Kecoh Kiper China

Penalti itu sendiri diberikan setelah Ricky Kambuaya dijatuhkan pemain China di kotak terlarang, dan wasit Rustam Lutfullin memutuskan melalui VAR.

Eksekusi Ole tak hanya sukses, tetapi juga memastikan Indonesia menang 1-0 dan mengamankan tiket ke putaran keempat kualifikasi.

“Itu mungkin penalti terbesar dalam karier saya sejauh ini,” ucapnya.

Gol itu membuat Romeny kini telah mencetak 3 gol dalam 3 pertandingan bersama timnas Indonesia, catatan yang luar biasa untuk pemain yang baru saja bergabung dalam skuad Merah Putih.

“Saya senang bisa bantu tim. Target selanjutnya Jepang. Kami ingin menangkan setiap pertandingan,” tegasnya.

Laga kontra Jepang bakal jadi partai penutup putaran ketiga. Hasilnya tak lagi memengaruhi posisi Indonesia yang sudah aman di empat besar.

Cetak Sejarah Indonesia Tumbangkan China

Timnas Indonesia akhirnya berhasil mencetak sejarah sejak 1958, yakni sukses menumbangkan Timnas China meski dengan skor tipis pada laga lanjutan putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Ole Romeny mengukir tinta emas. Pertandingan Indonesia vs China di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta, Kamis (5/6/2025) malam WIB, berakhir dengan skor tipis 1-0. Ole Romeny menjadi pahlawan kemenangan Garuda berkat gol tunggalnya melalui penalti pada menit ke-45.

Proses Terjadinya Gol

Pujian lebih patut diberikan kepada Ricky Kambuaya yang menjadi aktor terjadinya pelanggaran di kotak terlarang yang dilakukan oleh bek China.

Kambuaya yang dimainkan sebagai winger kiri berani menusuk ke dalam pertahanan China sebelum dijatuhkan oleh Yang Zexiang. Wasit sempat mengecek Video Assistan Referre (VAR) sebelum memutuskan menunjuk titik putih.

Ole yang maju sebagai algojo dengan tenang mengecoh penjaga gawang China Wang Da Lei. Ini menjadi gol ketiga yang dibuat oleh Ole Romeny dalam tiga pertandingan di Timnas Indonesia.

Artinya, pemain Oxford United itu selalu mencetak gol sejak debut pada Maret lalu ketika menghadapi Australia.

Kemenangan atas China membuat Indonesia untuk sementara naik ke posisi tiga klasemen Grup C dengan 12 poin.
Sementara itu, China makin terbenam di dasar klasemen (posisi enam) karena baru mengumpulkan enam poin.

Jadwal Timnas Indonesia Setelah ini, Indonesia akan bertamu ke markas Jepang di Stadion Suita, Osaka pada matchday terakhir Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Laga Jepang vs Indonesia akan berlangsung pada 10 Juni mendatang.

Jalannya Pertandingan

Sejak peluit kick off berbunyi, Indonesia langsung menyerang. Ricky Kambuaya melepas tendangan spekulasi pada menit kedua yang tak membahayakan gawang China.

Tensi tinggi langsung terasa ketika peluit babak pertama dibunyikan. Timnas Indonesia tak butuh waktu lama untuk menciptakan peluang lewat aksi Ricky Kambuaya di menit ke-2, meski tendangannya masih melebar.

Tiongkok sempat membalas lewat serangan cepat di menit ke-5, tapi tembakan Wang Yudong juga belum menemui sasaran. Permainan terbuka dari kedua tim membuat pertandingan berjalan cepat dan penuh kontak fisik.

Tim tamu mendapat kesempatan lewat sepak pojok, tetapi dengan mudah bola dimentahkan. Momen itu membuka peluang serangan balik untuk Indonesia.

Ricky Kambuaya mencoba menggiring bola ke depan, tapi terhenti setelah jersey-nya ditarik Xu Haoyang yang membuatnya tersungkur.

Xu Haoyang jadi pemain pertama yang diganjar kartu kuning setelah pelanggaran keras kepada Ricky Kambuaya di menit ke-8. Wasit tak ragu mengangkat kartu setelah pelanggaran keras tersebut.

Timnas Indonesia mendapatkan peluang emas di menit ke-14 lewat tembakan Rizky Ridho dari luar kotak penalti, namun masih diblok pertahanan lawan. Di sisi lain, Zhang Yuning mencoba peruntungan dari luar kotak penalti namun tetap gagal mengancam gawang Emil Audero.

Garuda terus menekan dan hampir mencetak gol pada menit ke-20 andai tendangan Ole Romeny tidak melenceng ke kanan gawang.

Peluang besar untuk China datang dari sepak pojok dua menit kemudian. Ayunan bola Wang Shangyuan disambut tandukan Han Pengfei dari jarak dekat yang masih melambung.

Indonesia membangun serangan tiga menit kemudian yang membuat Ole Romeny punya ruang tembak. Namun, tendangannya juga gagal menemui sasaran.

Ole lagi-lagi dapat kesempatan emas pada menit ke-29, tetapi tembakannya kali ini mengarah langsung ke pelukan kiper Wang Dalei.

Ole Romeny yang tampil sebagai starter benar-benar menjadi ancaman konstan bagi pertahanan Tiongkok. Dia sempat melepaskan dua tembakan dari luar kotak penalti pada menit ke-21 dan 25 yang sayangnya belum berbuah gol.

Namun, aksi menawannya akhirnya membuahkan hasil menjelang akhir babak pertama. Pada menit ke-42, wasit menunjuk titik putih setelah tayangan VAR mengonfirmasi pelanggaran di kotak penalti.

Romeny yang maju sebagai algojo dengan tenang menaklukkan Wang Dalei lewat sepakan kaki kanan ke pojok bawah gawang. Gol ini menjadi pembeda dalam duel panas yang berlangsung ketat di SUGBK malam ini.

Setelah gol tersebut, permainan semakin keras dengan kedua tim saling melancarkan pressing ketat. Tambahan waktu empat menit diberikan oleh wasit, namun tak ada gol tambahan tercipta hingga peluit panjang babak pertama dibunyikan.

Meski unggul, Timnas Indonesia tetap harus waspada terhadap serangan balik cepat Tiongkok yang kerap merepotkan lini belakang. Dalam beberapa momen, Jay Idzes dan Rizky Ridho tampil sigap menghalau ancaman lawan.

Egy Maulana Vikri juga memberikan kontribusi besar dari sisi sayap, termasuk sebuah peluang emas di menit ke-45+4 yang sayangnya masih diblok.

Sementara tembakan Jay Idzes di menit ke-45+5 juga melambung meski sudah dalam posisi bebas. Lini tengah Timnas Indonesia dikomandoi Thom Haye yang tampil disiplin dan menjadi motor serangan dengan beberapa umpan terukur.

Kombinasi Haye dengan Calvin Verdonk di sektor kiri juga beberapa kali memecah konsentrasi pertahanan Tiongkok. Di sisi lawan, tekanan dari Cao Yongjing dan Zhang Yuning tetap berbahaya dan bisa menjadi ancaman jika lini belakang Timnas Indonesia lengah.

Namun hingga babak pertama berakhir, gawang Emil Audero masih perawan berkat kerja sama tim yang solid. Keputusan pelatih menurunkan formasi agresif sejak awal terbukti efektif dalam mengimbangi permainan fisik Tiongkok.

Kecepatan sayap dan penguasaan bola yang rapi menjadi kunci dominasi Timnas Indonesia di babak pertama. Suporter yang memadati SUGBK pun terus memberikan dukungan penuh sepanjang laga.

Chant dukungan menggema tiap kali Timnas Indonesia menyerang, memberikan energi tambahan bagi para pemain.

Gol Romeny dari titik putih jadi hadiah sempurna bagi perjuangan keras di babak pertama. Ini juga menjadi gol penting dalam persaingan sengit Grup D untuk mengamankan tiket ke babak berikutnya. Skuad Garuda tampil ngotot dan menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.

Dukungan dari seluruh rakyat Timnas Indonesia kini tertuju pada 45 menit terakhir yang akan menjadi penentu. Kemenangan malam ini tak hanya penting bagi klasemen, tapi juga moral skuad Garuda menuju pentas dunia. (tim)

Leave a Reply