Jakarta, EDITOR.ID – Sebuah kisah viral, seorang perempuan yang menyamar sebagai pramugari Batik Air berawal dari kejahatan penipuan. Foto-fotonya mengenakkan seragam pramugari palsu heboh di media sosial ramai dikomentari warganet.
Ternyata Pramugari gadungan yang viral memiliki nama Khairun Nisyah (23), dia seorang wanita asal Palembang yang menyamar sebagai pramugari Batik Air pada Januari 2026, telah dikonfirmasi oleh pihak kepolisian sebagai korban penipuan lowongan kerja.
Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta Kompol Yandri Mono mengungkapkan, Nisyah korban penipuan, tertipu oleh oknum calo yang menjanjikan posisi pramugari dengan syarat membayar uang sebesar Rp 30 juta. Namun, setelah uang dibayarkan, janji tersebut tidak terwujud dan pelaku menghilang.
“Pada dasarnya dia korban. Dia ingin menjadi pramugari dan sudah menyerahkan uang Rp 30 juta, tetapi gagal dan orangnya tidak bisa dihubungi,” ujar Kompol Yandri ketika dikonfirmasi.
Alasan utama ia nekat menyamar adalah karena merasa malu dan tidak ingin mengecewakan ibunya setelah uang tersebut raib.
Ia mengenakan seragam dan atribut palsu agar keluarganya percaya bahwa ia sudah diterima resmi bekerja sebagai awak kabin.
Dengan menggunakan seragam palsu Batik Air Nisyah berhasil berhasil melenggang lolos dari pemeriksaan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, hingga masuk ke dalam pesawat menuju Jakarta pada Selasa (7/1/2026).
“Pelaku gagal seleksi dan melakukan ini karena malu di keluarganya,” jelas Kompol Yandri Mono mengenai motif penyamarannya. Aksinya baru terungkap setelah foto-fotonya viral.
Nisa pun jujur telah mengakui perbuatan, dan meminta maaf, berjanji tidak mengulangi perbuatannya.
Nisyah sempat diamankan pihak berwajib untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pihak Batik Air dan Lion Group juga menyatakan dirugikan atas penyalahgunaan atribut perusahaan mereka.
Kronologi kisah menjadi Nisyah menyamar sebagai Pramugari gadungan Batik Air. Pada 6 Januari 2026, Nisyah terbang dari Palembang ke Jakarta (nomor penerbangan ID 70-508) menggunakan tiket penumpang reguler, namun mengenakan seragam lengkap dan membawa koper maskapai.
Penampilannya membuat dirinya dicurigai oleh kru aktif karena pengetahuannya tidak sesuai standar operasional.
Pihak Batik Air pun memutuskan untuk tidak menuntut secara hukum dan memilih jalan damai. Bahkan Khairun Nisyah telah meminta maaf secara terbuka, membuat surat pernyataan, dan seluruh atribut ilegal miliknya telah disita oleh petugas Batik Air.
Setelah kasus Nisyah viral, perkembangan selanjutnya beredar kabar bahwa Nisyah dilaporkan mendapatkan tawaran pendidikan pramugari gratis untuk membantu mewujudkan cita-citanya melalui jalur yang resmi.
Maka dimulailah cerita lembaran baru dirinya yang pernah menjadi korban penipuan lowongan Rp 30 juta hingga nekat menjadi pramugari gadungan.
Kini harapan Nisya untuk menjadi seorang pramugari agaknya bakal terwujud. Kabar baik datang di tengah situasi sulit yang sedang dihadapinya. Nisya kini mendapat kesempatan untuk menempuh pendidikan pramugari secara gratis dari Aeronef Academy.
Melalui unggahan akun resmi @aeronefacademy.official di media sosial Threads, pihak Aeronef Academy menyampaikan pesan dukungan moral sekaligus membuka peluang pendidikan bagi Nisya.
“Mungkin Kak Nisa saat ini sedang bersedih, namun Kak Nisa perlu tahu bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya, melainkan awal dari cerita baru yang lebih hebat,” tulis Aeronef Academy dalam unggahannya.
Dalam poster yang dibagikan, Aeronef Academy secara khusus menyampaikan panggilan pendidikan pramugari gratis untuk pemilih nama asli Khabrun Nisa ini.
Program tersebut ditujukan sebagai bentuk dukungan agar Nisya tetap dapat meraih mimpinya di dunia penerbangan.
“Kami tahu salah satu kewajiban anak berbakti adalah membuat ayah dan ibu bangga. Mari berjuang bersama,” demikian pesan yang tertulis dalam poster tersebut.
Aeronef Academy juga menegaskan komitmennya melalui kalimat, “Aeronef Indonesia memanggilmu!”, sebagai ajakan langsung kepada Nisya untuk bergabung dan menempuh pendidikan pramugari di lembaga tersebut.
Aeronef Academy sendiri dikenal sebagai lembaga pelatihan awak kabin dengan konsep World Class Cabin Crew Training, yang berfokus pada pengembangan profesionalisme dan kesiapan kerja di industri penerbangan.
Aeronef Academy berada di Kampung Inggris, Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Indonesia. Alamat lengkapnya adalah Jl. Soekarno Hatta No. 71b, Bendo Kidul, Bendo, Pare, Kabupaten Kediri, Jawa Timur 64225.
Kesempatan ini diharapkan dapat menjadi titik balik bagi Nisya untuk kembali bangkit dan melanjutkan perjuangannya meraih masa depan yang lebih baik.
Beredar di lini masa jika Khairun Nisyah yang disebut-sebut Pramugari Batik Air gadungan pada akhirnya diterima di maskapai Garuda.
Khairun Nisyah kini resmi menjadi pramugari maskapai penerbangan Garuda dari informasi terbaru per 13 Januari 2026, Garuda menyatakan bahwa Khairun Nisyah (Nisya) telah resmi diterima sebagai pramugari di maskapai Garuda Indonesia. (*)












