Settia

Keponakan Prabowo Calon Kuat Wagub DKI Jakarta

Sara bernama lengkap Rahayu Saraswati Djojohadikusumo. [Instagram]

EDITOR.ID, Jakarta,- Beredar kabar santer keponakan Prabowo Subianto yang juga anggota Komisi VIII DPR RI, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo alias Sara Djojohadikusumo, muncuk dalam bursa kandidat Wakil Gubernur DKI Jakarta pengganti Sandiaga Uno.

Sara dikabarkan adalah sosok wajah baru yang akan menjadi pesaing Wakil Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohamad Taufik yang selama ini menjadi kandidat kuat dari Partai Gerindra.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi mengatakan dirinya telah menerima dua nama dari Partai Gerindra untuk mengisi jabatan Wakil Gubernur DKI Jakarta yang lowong.

Salah satunya, adalah Wakil Ketua DPRD Partai Gerindra yang juga Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta, Mohamad Taufik.

“Ada dua nama, satu Pak Taufik, yang satu lagi saya belum tahu,” ujar Prasetio.

Saat disinggung apakah satu nama lainnya adalah keponakan Prabowo, Rahayu Saraswati, Prasetio mengaku belum tahu pasti. Namun, bila memang benar, Prasetio menyebut DPRD akan mengundang Sara.

“Sebagai lembaga DPRD kita panggil dua-duanya, rapat badan musyawarah (Bamus), kemudian di paripurnakan, tingggal nanti hasil voting siapa yang terpilih,” tuturnya.

Hingga saat ini masih belum ada keputusan resmi dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto soal nama yang akan diusung untuk menduduki kursi DKI 2. Gerindra sendiri kemungkinan akan berdiskusi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang merupakan partai koalisi pengusung Anies-Sandi di Pilkada DKI 2017 lalu.

Namun hingga saat ini, PKS dan Gerindra masih belum mencapai kata sepakat siapa sosok yang akan diusulkan untuk menduduki jabatan Wagub DKI Jakarta yang lowong.

Akan tetapi, Wakil Sekretaris Jenderal Gerindra Andre Rosiade menilai seharusnya yang berhak mengajukan usulan calon pengganti Wakil Gubernur DKI Jakarta tersebut adalah Gerindra karena Sandiaga Uno diusung oleh Gerindra bukan oleh PKS.

“Secara undang-undang dan kepatutan, seharusnya calon penggantinya Bang Sandi dari Gerindra karena kan Bang Sandi kan diusung oleh Gerindra waktu itu, dan dia kader Gerindra,” tutur Andre pada media. (ant)

Leave a Reply