Kapal Hilang Ditemukan 290 Kilo Terombang Ambing Ditengah Laut

Img 20201210 Wa0064

EDITOR.ID, Indramayu – Setelah satu minggu Kapal Motor (KM) Krapu Lodi hilang kontak di perairan laut utara Jawa Indramayu, akhirnya ditemukanm, Jumat (11/12) sekira jam 08.10 WIB. Kapal berbobot mati 60 GT (gross ton) mengangkut 1 nahkoda dan 13 ABK itu, ditemukan di perairan laut Utara Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Jaraknya sekira 290 km dari lokasi awal saat nahkoda kapal motor tersebut melaporkan gangguan pada sistem cadangan baterai disusul mati mesin lalu hilang kontak.

Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansah, mengatakan KM Krapu Lodi ditemukan sejumlah nelayan sedang terombang-ambing terseret gelombang di perairan laut Kabupaten Kendal. Para nelayan lalu mengevakuasi nahkoda dan 13 ABK-nya ke pelabuhan setempat. Saat ditemukan, seluruh awak kapal dalam keadaan sehat. Oleh nelayan Kendal, temuan itu diteruskan ke aparat di sekitar pelabuhan.”Kami menerima kabar pagi, kemudian diteruskan ke Kantor Sar Bandung. Selanjutnya dilaksanakan koordinasi, untuk menarik KM Krapu Lodi ke pelabuhan terdekat,” ungkap Kasat Polair Polres Indramayu, AKp Tokhari melalui Kasubbag Humas AKP Budiyanto.

Sepekan sebelumnya,

Kapal Motor KM Krapu Lodi mengalami gangguan pada sistem cadangan baterai sehingga mati mesin. Upaya pertolongan tim SAR gabungan terkendala cuaca buruk.

Kepala Kantor SAR Bandung, Deden Ridwansah, dalam siaran persnya menjelaskan ikhwal insiden mati mesin ditengah laut yang menimpa KM Krapu Lodi. Pada Minggu (6/12) nahkoda KM Krapu Lodi, Ari, memberitahu pihak keluarga bahwa sedang lego jangkar. Ia dan 13 anak buah kapalnya tidak bisa melanjutkan perjalanan karena kapal mengalami gangguan mesin. Informasi itu lalu diteruskan oleh keluarga kepada tim SAR dan pihak terkait lain.

Usai menerima laporan, jelas Deden, pihaknya langsung melakukan pemetaan lokasi sesuai koordinat yang dikirimkan awak KM Krapu Lodi.

Koordinasi dilakukan, termasuk dengan pemilik KM Krapu Lodi. Mereka memutuskan mengirim baterai berikut ‘charger’-nya untuk dipasangkan di KM Krapu Lodi. Namun upaya pengiriman baterai kapal oleh tim SAR terhalang kondisi cuaca yang buruk. Keadaan itu berlangsung hingga hari kelima.

Akhirnya pada Kamis (10/12) pukul 05.00 WIB pagi, tim SAR gabungan menurunkan kekuatan penuh untuk menjangkau lokasi KM Krapu Lodi berada. Hal itu dilakukan lantaran kondisi cuaca yang tak menentu dan cenderung buruk.
Personel itu antara lain KN SAR 206 Bandung berangkat dengan 20 POB yang terdiri dari 11 orang crew ditambah 3 personel Kantor SAR Bandung, 2 personel Lanal Cirebon dan 4 personil Polair Cirebon dan Indramayu. “Ada empat kapal, tiga diantaranya milik nelayan, yang menuju lokasi kapal yang terapung itu. Semua sudah berangkat dari Pelabuhan Karangsong Indramayu menempuh 31 km perjalanan,” tukas Deden.

Namun upaya pencarian hingga menjangkau lokasi yang dimaksud, tidak membuahkan hasil. KM Krapu Lodi tidak ditemukan. Samapi kemudian tim SAR memperolah kabar bahwa KM Krapu Oldi ditemukan di perairan laut Kendal.

Berikut nama-nama awak KM Krapu Lodi :
1. Muhammad (nakhoda)

  1. Nur Fikri (motoris)

Leave a Reply