Sejumlah pengawal “Paspampres” yang mendampingi Arsin tampak mengadang para wartawan yang mencoba mengejar. Setidaknya ada lima orang yang mengawal Arsin.
Cara pengamanan yang dilakukan para pengawal itu pun sudah seperti Paspampres. Mereka menjaga ketat Kades Arsin agar terhindar dari pertanyaan wartawan.
Setidaknya Arsin tiga kali menghindari kejaran wartawan. Insiden pertama terjadi usai Nusron melakukan sesi tanya jawab dengan awak media.
Ketika hendak dimintai keterangan soal pernyataannya yang menyebut lahan pagar laut dulunya empang, Arsin langsung menghindar dengan alasan sedang buru-buru untuk melaksanakan Salat Jumat.
Dijaga Ketat Belasan Pengawal Pribadi Bak Paspampres

Saat itu Arsin yang mengenakan batik berwarna ungu dan kopiah hitam dikawal ketat oleh sekelompok pria yang diduga pengawal pribadinya.
Awak media mencoba mengikuti Arsin hingga ke area parkir, tetapi dihadang oleh lima pria yang mendampingi sang kepala desa.
“Setop-setop saya mau jumatan,” ujar Arsin yang kemudian pergi dengan dibonceng sepeda motor, sementara para pengawalnya mengikuti dari belakang dengan berjalan kaki.
Momen serupa juga terjadi usai Arsin melaksanakan Salat Jumat di Masjid Abdul Mu`in, Pakuhaji.
Ketika beberapa wartawan mencoba mengejarnya, sejumlah pengawal Arsin lagi-lagi melakukan pengadangan sehingga membuat kades pergi dengan leluasa.
Sikap ini memunculkan kelakar dari awak media yang menyebut Arsin sebagai “kepala desa rasa presiden,” sementara pengawalnya dijuluki “paspamdes” atau pasukan pengawal kepala desa.
Kades Kohod Awasi Pekerja Bangun Pagar Laut
Baru-baru ini muncul video di media sosial yang memperlihatkan Kades Kohod, Arsin, tengah mengawasi dan meninjau kegiatan pemasangan pagar laut di Kawasan Pesisir Pantai Utara, Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.
Dalam sebuah unggahan yang viral di media sosial itu, Kades Kohod terlihat tengah berbincang dengan sejumlah pekerja terkait proyek pemasangan pagar laut di perairan tersebut.
Tak hanya itu, Kades Kohod itu juga terlihat menunjuk lokasi hingga mengarahkan para pekerja dalam pemasangan ribuan bambu itu. Tindakan itu seolah menunjukkan ia memberikan perintah pemasangan pagar laut dari bambu tersebut.
Menteri ATR/BPN Cek Dokumen di Kantor Desa
Nusron Wahid bersama tim juga telah melakukan pengecekan dokumen juridis di kantor atau balai desa. Kemudian memeriksa prosedurnya secara digital dan terakhir, mengecek kondisi fisiknya di lapangan.












