Doni Monardo juga memastikan, setiba di Indonesia, seluruh WNI itu akan diobservasi selama 2 pekan sebelum kembali ke keluarga masing-masing.
“Mereka bukan dikarantina, bukan diisolasi, hanya diberikan penampungan sementara untuk observasi selama 2 minggu,†kata Doni.
Mantan Pangdam III Siliwangi yang pernah dikenal mempelopori pemulihan Sungai Citarum yang divonis internasional, sungai terkotor sedunia itu, meminta masyarakat tidak khawatir karena Kementerian Kesehatan, TNI dan unsur lainnya telah melakukan penanganan dengan standar medis yang sangat cermat.
Sebelum menjabat Kepala BNPB, Letjen TNI Doni Monardo pernah menjabat Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional (Wantanas).
Alumni Akademi Militer (Akmil) 1985 ini menapaki karirnya dengan gemilang karena sejumlah prestasi dalam bekerja. Ia menjabat Panglima Komando Daerah Militer (Pandam) III/Siliwangi sejak 27 Oktober 2017 – 19 Maret 2018. Kala itu tentu pangkatnya baru Bintang 2, Mayor Jenderal.

Doni merupakan Pandam III/Siliwangi ke-41. Dia menggantikan mantan Komandan Kodim 0303/Bengkalis Mayor Jenderal Muhammad Herindra yang saat ini menjabat Inspektur Jenderal TNI (Letjen TNI).
Sebelum menjabat Pangdam III/Siliwangi, Doni terlebih dahulu sebagai Pangdam XVI/Pattimura yang ke-25 (25 Juli 2015-27 Oktober 2017).
Selama menjabat sebagai Pangdam XVI/Pattimura, Doni yang bertugas di Maluku-Maluku Utara ini meraih gelar kehormatan Kota Ambon.
Hal tersebut tertera dalam Surat Keputusan DPRD Kota Ambon Nomor : 16/KPTS/DPRD/2017 tanggal 13 November 2017 Tentang Persetujuan DPRD Terhadap Usulan Pemberian Gelar ‘Warga Kehormatan Kota Ambon’ kepada Mayjen TNI Doni Monardo.
Sedangkan sebelum menjabat Pangdam XVI/Pattimu Doni yang berpengalaman di bidang infantri ini adalah Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus ke-27 (5 September 2014-25 Juli 2015). Jabatan strategis ini beralih kepada Doni, dari Mayjen TNI Agus Sutomo.
Sedangkan penggantinya adalah Muhammad Herindra yang digantikkannya Pangdam III/Siliwangi.
Nama Doni Monardo harum ketika ditugaskan Presiden Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi Wakil Komando Satuan Tugas untuk membebaskan kapal MV Sinar Kudus yang dibajak perompak Somalia.
Atas keberhasilan itu pangkat Doni dinaikkan setingkat menjadi Brigadir Jenderal (Brigjen)
Bintangnya makin terang ketika menjadi Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Dan Paspampres) pada 2012.
Jabatan strategis tersebut diamanatkan usai Doni mengikuti pendidikan Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XVIII) di Lemhannas selama empat bulan.












