Jakarta, EDITOR.ID,- Teka-teki sosok pengganti Budi Gunawan sebagai Menteri Koordinator Politik dan Keamanan (Menko Polkam) akhirnya terjawab sudah. Beliau adalah Letjen (Purn) Djamari Chaniago. Mantan Pangkostrad yang saat ini aktif sebagai politisi Partai Gerindra ini bakal mengisi pos Menko Polkam definitif.
Kabar ini sekaligus menepis opini publik yang santer mengabarkan bahwa mantan Cawapres pasangan Ganjar Pranowo, Mahfud MD menjadi calon kuat yang akan ditunjuk di jabatan tersebut.
Bahkan informasi ini terkonfirmasi dari Komisi I DPR RI yang membenarkan sudah fixed bahwa siang ini Presiden Prabowo Subianto akan melantik Letjen TNI Purn Djamari Chaniago sebagai Menko Polkam.
“Iya (Djamari Chainago akan jadi Menko Polkam),” kata Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono, kepada wartawan, Rabu (17/9/2025).
Konon Kabarnya sebelum Djamari dilantik Presiden Prabowo, ia akan mendapatkan kenaikan pangkat terlebih dulu. Sehingga, ketika sudah resmi menjabat Menko Polkam, Djamari sudah menyandang pangkat Jenderal penuh atau bintang empat.
Djamari Ring Satu Prabowo, Politisi Gerindra
Letjen TNI Purn Djamari Chaniago merupakan purnawirawan jenderal bintang tiga TNI AD sekaligus politikus Partai Gerindra. Dalam kariernya di TNI, Djamari pernah menjabat Pangkostrad hingga Kasum TNI.
Djamari dan Prabowo memiliki ikatan emosional saat berdinas di TNI AD. Karena itu, pensiunan jenderal bintang tiga tersebut pernah aktif di Partai Gerindra. Djamari pernah menjabat Pangkostrad, Wakil KSAD, dan pensiun sebagai Kasum TNI.
Pengganti Prabowo Jabat Pangkostrad 1998-1999, Usai Johnny Lumintang
Ketika Prabowo dicopot sebagai Pangkostrad oleh Presiden BJ Habibie medio Mei 1998, penggantinya adalah Letjen Johnny Lumintang yang saat itu merupakan pilihan Panglima ABRI Jenderal Wiranto. Hanya berselang sehari, Habibie mengganti Lumintang dengan Djamari selaku Pangkostrad ke-24 periode 1998-1999.
Hak Prerogatif Presiden
Sementara itu Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Kepala Bappisus) Aries Marsudiyanto mengungkapkan pengangkatan Letjen TNI Djamari Chaniago adalah hak prerogatif Presiden Prabowo.
Hal ini disampaikan Aries saat menjawab isu terkait sosok tokoh militer Djamari Chaniago yang dikabarkan akan menjabat Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam).
Usai menghadiri rapat terbatas dipimpin Presiden Prabowo Subianto, Aries memberikan keterangan kepada awak media dan menjawab pertanyaan soal Djamari Chaniago yang masuk dalam bursa calon Menko Polkam, pengganti Budi Gunawan.
“Waduh enggak ngerti, reshuffle biar kan urusan beliau, hak prerogratif beliau. Soal reshuffle jangan tanya saya,” ujar Aries saat memberikan keterangan di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (17/9/2025) melansir Antara.
Dia menegaskan, Presiden Prabowo Subianto memiliki hak prerogatif untuk mengumumkan sosok yang akan menjabat sebagai Menko Polkam.
Menurut Aries, Presiden Prabowo Subianto berupaya mencari putra terbaik bangsa untuk mengisi kursi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan.
“Itu tergantung kebutuhan dan juga Presiden sendiri untuk mendapatkan calon putra terbaik bangsa,” tandas Aries.
Sejak Budi Gunawan dicopot dari Kabinet Merah Putih posisi Menko Polkam diketahui kosong. Presiden Prabowo telah menunjuk Menteri Pertahanan atau Menhan Sjafrie Sjamsoeddin sebagai Menko Polkam ad interim.
Sebelumnya, nama Letnan Jenderal (Purn.) Djamari Chaniago kembali mencuat di tengah publik seiring dengan isu reshuffle kabinet dan pencarian sosok definitif untuk mengisi posisi Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam).
Purnawirawan TNI Angkatan Darat ini digadang-gadang menjadi salah satu kandidat kuat yang akan menduduki jabatan strategis tersebut dibawah kepemimpinan Presiden terpilih Prabowo Subianto.
Sebelumnya, perombakan dua posisi tersebut sudah diumumkan oleh Mensesneg Prasetyo Hadi pada 8 September 2025. Ada lima posisi yang di-reshuffle, yakni Menko Polkam Budi Gunawan, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri P2MI Abdul Kadir Karding, Menteri Koperasi Budi Arie, dan Menpora Dito Ariotedjo.
Namun, pada hari yang sama, Prabowo hanya melantik tiga menteri, yakni Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri P2MI Mukhtarudin, dan Menteri Koperasi Ferry Juliantono.
Profil Djamari Chaniago
Djamari Chaniago salah satu tokoh militer Indonesia yang punya karir cukup cemerlang di Korps Baret Hijau. Djamari Chaniago pernah dipercaya sebagai Pangkostrad, jabatan strategis di TNI Angkatan Darat.
Dia lahir di Padang, 8 April 1949. Djamari Chaniago mengenyam pendidikan di Akademi Militer (dulu Akabri) Magelang, Jawa Tengah. Dia merupakan abituren (lulusan) 1971 dari kecabangan infanteri.
Dalam rekam jejaknya, sejumlah jabatan pernah diemban tentara yang banyak menghabiskan karier di Korps Baret Hijau (Kostrad) ini.
Djamari Chaniago antara lain pernah ditunjuk sebagai Komandan Yonif Linud 330/Tri Dharma, Komandan Kodim 0501/Jakarta Pusat, dan Kepala Staf Brigif Linud 18/Trisula. Saat berpangkat kolonel, dia menjabat sebagai Komandan Brigif Linud 18/Trisula dan Komandan Rindam I/Bukit Barisan.
Karirnya terus menanjak dengan meraih bintang satu saat dipromosikan sebagai Kepala Staf Divisi Infanteri 2/Kostrad.
Djamari termasuk sosok dengan karir cemerlang. Dia dengan cepat meraih pangkat jenderal bintang dua saat ditugasi sebagai Panglima Divisi Infanteri 2/Kostrad. Selanjutnya dia menempati jabatan strategis sebagai Pangdam III/Siliwangi.
Sejumlah tokoh militer yang melesat ke pucuk pimpinan Angkatan Darat banyak yang pernah berkarier di Kodam ini. Hal itu juga berlaku bagi Djamari.
Puncak karirnya saat dia dipromosikan sebagai Pangkostrad. Seperti diketahui, Kostrad merupakan bagian dari Komando Utama (Kotama) tempur TNI AD. Kostrad memiliki jumlah pasukan yang detailnya dirahasiakan dan selalu siap untuk beroperasi atas perintah Panglima TNI kapan pun. (tim)












