Jakarta, EDITOR.ID,- Usai dipimpin Jenderal bintang tiga Letjen Novi Helmy Prasetya, Perum Bulog kembali dipimpin jenderal TNI. Kali ini jenderal bintang dua atau Mayor Jenderal TNI Ahmad Rizal Ramdhani yang diangkat sebagai Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog menggantikan Letjen Novi sekaligus Prihasto Setyanto yang diangkat sebelumnya menjadi Plt Dirut Bulog.
Adapun pengangkatan Ahmad Rizal tertuang dalam Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor 192/MVU/07/2025 tertanggal 3 Juli 2025.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir membenarkan penunjukan Mayor Jenderal TNI Ahmad Rizal Ramdhani sebagai Direktur Utama Perum Bulog.
“Ada Dirut baru lagi. Iya (benar Mayjen TNI Ahmad Rizal),” ungkap Erick saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (8/7/2025).
Bahkan Staf Khusus Staf Khusus Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) ini sudah menjalankan tugas sebagai Dirut Bulog untuk mengamankan perberasan nasional.
“Sudah (menjabat), mungkin beberapa hari,” ungkapnya.
Menurut Erick, pergantian ini disebabkan adanya permintaan dari Mabes TNI untuk menarik kembali Novi Helmy Prasetya yang per 3 Juli 2025 kembali bertugas di Mabes TNI.
“Kan kemarin Pak Novi diminta Panglima untuk bertugas lagi di TNI,” katanya.
Novi sendiri menjabat Dirut Bulog pada 7 Februari 2025, yang artinya hanya bertugas selama lima bulan.
Kendati begitu, Erick tak membeberkan dengan jelas alasan kembali menunjuk sosok dari militer untuk mengisi pucuk pimpinan BUMN sektor pangan tersebut.
“Saya tidak tahu itu kan mereka ingin menarik, penugasannya mungkin dianggap sudah selesai. Nah untuk tahun depan ini kan ada kembali tugas untuk menyerap, untuk petani,” tutur Erick.
Lantas siapa Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani yang sekarang menjadi Dirut Bulog?
Sosok Mayjen Ahmad Rizal
Pria kelahiran 1970 ini merupakan perwira tinggi TNI Angkatan Darat. Ahmad Rizal Ramdhani lulus Akademi Militer 1993 dari kecabangan Zeni satuan militer yang bertugas untuk mendukung operasi tempur pasukan darat.
Setelah lulus dari Akmil, Ahmad banyak menghabiskan waktunya di Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur). Ia pernah menjabat sebagai Komandan Peleton (Danton), Komandan Kompi (Danki), dan Perwira Seksi (Pasi) di batalyon tersebut pada 1993-2001.
Delapan tahun bertugas di Korps Zeni, Ahmad mendapat tugas baru sebagai Pasi Intel Komando Distrik Militer (Kodim) 0202/BS Medan pada 2001-2003. Setelah itu, ia ditunjuk menjadi Perwira Pembantu Madya (Pabandya) Pam Staf Intelijen (Sintel) Komando Daerah Militer (Kodam) I/Bukit Barisan pada 2007.
Ahmad Rizal Ramdhani tercatat pernah menjabat sebagai Komandan Detasemen Intelejen I/Bukit Barisan pada 2009 sampai 2010. Kariernya berlanjut saat ia ditugaskan untuk menjadi Komandan Batalion Zeni Tempur di Komando Daerah Militer I/Bukit Barisan pada 2010 hingga 2011.
Meninggalkan Sumatra Utara, Ahmad Rizal Ramdhani ditunjuk sebagai Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 0316/Batam. Penugasannya di Kodim Batam berlangsung pada 2011 hingga 2013.
Dua tahun setelahnya atau 2013, ia ditunjuk menjadi Pabandya III/Binapintel Spaban I/Ren Spamad. Jabatan lain yang pernah diemban Ahmad adalah Staf Ahli Pangdam XII/Tanjungpura Bidang Hukum, Humaniter dan Paban I/Ren Spamad, dan Danrem 162/Wira Bhakti.
Dia kemudian ditugaskan menjadi Komandan Resor Militer arau Danrem 162/Wira Bhakti lada 2018 sampai 2021. Kariernya berlanjut setelah Ahmad Rizal Ramdhani ditunjuk sebagai Asisten Deputi Koordinasi Pengelolaan Pemilihan Umum dan Penguatan Partai Politik di Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan pada 2021 hingga 2022.
Karier Ahmad di TNI AD berlanjut sebagai Komandan Resor Militer 162 Wirabhakti, Mataram, Nusa Tenggara Barat. Pada 6 Desember 2021, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa memberikan tugas baru kepada Ahmad di Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan.
Di kementerian tersebut, ia menjabat sebagai Asisten Deputi Koordinasi Pengelolaan Pemilihan Umum dan Penguatan Partai Politik. Namun, posisi Ahmad sebagai asisten deputi berlangsung singkat.
Sebab dia ditunjuk menjadi Kepala Staf Komando Gabungan Wilayah Pertahanan II pada 2022 sampai 2023. Jabatan terakhir Ahmad Rizal Ramdhani di TNI, sebelum mendapat penugasan di luar struktur organisasi militer ialah Staf Khusus Kepala Staf TNI AD pada 2023 hingga Juli 2025.
Ahmad memiliki berbagai pengalaman, baik di bidang intelijen, zeni atau korps konstruksi, destruksi, dan rintangan TNI AD, hukum, dan pangan.
Sebelum diangkat jadi Dirut Bulog, Ahmad yang dikenal jenderal TNI bintang dua itu menjabat sebagai Komandan Satgas Bawah Kendali Operasi (BKO) Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan). (tim)












