Jakarta, EDITOR.ID,- Ira Puspadewi akan menghirup udara bebas usai mendapat rehabilitasi dari Presiden Prabowo Subianto. Dalam waktu dekat ia bakal keluar dari penjara. Harkat martabatnya dalam kasus hukum terkait dugaan korupsi di ASDP dipulihkan.
“Surat sudah dikeluarkan dan ditandatangani oleh Presiden,” ungkap Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Selasa (25/11).
Sebelumnya Ira harus mendekam lama di penjara usai divonis 4,5 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider tiga bulan kurungan. Hukuman tersebut ditimpakan karena Ira dianggap terlibat dalam kasus korupsi dalam kerja sama usaha (KSU) dan akuisisi PT Jembatan Nusantara (PT JN) tahun 2019-2022.
Ira dianggap memperkaya pemilik PT JN dengan cara membeli kapal-kapal yang sudah rusak, sehingga merugikan negara Rp 1,25 triliun.
Namun seiring perjalanan waktu usai vonis dan gaungnya di media sosial kencang bahwa Ira tidak bersalah. Wanita kelahiran Malang itupun mendapatkan rehabilitasi dari Prabowo. Ia mendapatkan rehabilitasi bersama dua eks direksi ASDP lainnya, Muhammad Yusuf Hadi dan Harry Muhammad Adhi Caksono.
Siapa Ira Puspadewi?
Ira Puspadewi merupakan Direktur Utama PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Ferry Indonesia sejak Desember 2017 sampai Agustus 2024.
Dilihat dari laman Linkedin miliknya, Ira Puspadewi mengenyam pendidikan S1 Sosial Ekonomi Peternakan Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya.
Setelah lulus pada 1990, tiga tahun kemudian Ira melanjutkan studi magister di Asian Institute of Management di Filipina dan meraih gelar Master Development Management.
Pada 2011, Ira melanjutkan pendidikan Doktoral di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia dan lulus pada 2018.
Meski dikenal dengan rekam jejaknya di perusahaan BUMN, Ira ternyata pertama kali bekerja di luar negeri yaitu perusahaan ritel busana Amerika Serikat, GAP Inc.
Ira kemudian ditunjuk sebagai Direktur Global Initiative Regional Asia yang membawahi tujuh negara sejak 2006 hingga 2014.
Kepulangannya ke Indonesia diawali pertemuan dengan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kala itu, Dahlan Iskan, dalam sebuah acara pada 2014.
Dahlan Iskan mengajak Ira kembali ke Indonesia. Ira sempat ragu melepas kariernya di luar negeri, tapi akhirnya setuju demi pengabdian kepada Tanah Air.
Setelah menjalani serangkaian tes, Ira akhirnya mengisi posisi Direktur Utama PT Sarinah pada 2014, menggantikan Mira Amahorseya.
Dua tahun kemudian, Ira dipercaya Menteri BUMN Rini Soemarno untuk menduduki kursi Direktur Ritel, Jaringan, dan SDM PT Pos Indonesia (Persero).
Masa jabatannya di PT POS Indonesia hanya berlangsung selama 17 bulan. Ia kemudian memimpin perusahaan BUMN lainnya yaitu PT ASDP Ferry Indonesia.
ASDP Ferry Indonesia menjalankan lebih dari 226 unit kapal yang melayani 307 lintasan dan 36 pelabuhan di seluruh Indonesia.
Perusahaan itu juga mengembangkan bisnis lainnya terkait pengembangan kawasan pelabuhan, seperti Bakauheni Harbour City di Provinsi Lampung dan Kawasan Marina Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur.
Dikutip dari laman ASDP, Ira disebut melakukan transformasi digital secara menyeluruh dan menghasilkan kinerja positif bahkan di periode pandemi COVID-19. Di eranya juga, ASDP telah menuntaskan program digitalisasi pembayaran. Salah satu terobosan ASDP di bawah pimpinan Ira adalah meluncurkan aplikasi Ferizy pada 2020 untuk pemesanan tiket online.
ASDP era Ira Puspadewi juga mencatatkan laba bersih tertinggi sepanjang sejarah pada 2023 sebanyak RP 637 miliar.
Kemudian, pada 2022, Ira mendapatkan penghargaan The Best Industry Marketing Champion 2022 kategori Transportation dari perusahaan konsultan pemasaran terkemuka MarkPlus, Inc yang diberikan pada acara ajang Marketer of The Year 2022 di Jakarta.
Jabatan Dirut PT ASDP Ferry Indonesia diemban Ira Puspadewi hingga November 2024, sebelum tersandung kasus korupsi.
Kasus Korupsi Ira Puspadewi
Ira Puspadewi tersandung kasus korupsi dalam proses kerja sama usaha (KSU) dan akuisisi PT Jembatan Nusantara (PT JN) tahun 2019-2022.
Bersama dua terdakwa lain, Yusuf Hadi dan Harry Muhammad Adhi Caksono, Ira diyakini menyebabkan kerugian negara senilai Rp 1,25 triliun.
Yusuf Hadi dulunya menjabat Direktur Komersial dan Pelayanan. Sementara, Harry Muhammad Adhi Caksono adalah eks Direktur Perencanaan dan Pengembangan PT ASDP Ferry Indonesia.
Kerugian Rp 1,25 triliun disebabkan oleh PT ASDP Ferry Indonesia yang membeli kapal-kapal yang sudah rusak dan karam milik PT JN.
Pembelian kapal itulah yang menjadi salah satu syarat agar PT JN bisa diakuisisi oleh PT ASDP. Dalam kasus ini, Ira tidak menerima keuntungan pribadi.
Meski begitu, Ira tetap divonis 4,5 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan.
Hukuman itu lebih ringan dibanding tuntutan sebelumnya yaitu hukuman 8,5 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 4 bulan kurungan.
Biodata Ira Puspadewi
Nama lengkap: Ira Puspadewi
Tempat lahir: Malang, Jawa Timur
Agama: Islam
Pasangan: Zaim Uchrowi
Media sosial: Ira Puspadewi (Linkedin)
Pendidikan: S1 Universitas Brawijaya (1986-1990), S2 Asian Institute of Management (1993-1994), S3 Universitas
Indonesia (2011-2018)
Pekerjaan: Mantan Dirut ASDP, Eks CEO PT Sarinah, Mantan Direktur PT Pos Indonesia
Perjalanan Karier Ira Puspadewi
2006-2014: Direktur Global Initiative Regional Asia GAP Inc
2014-2016: Direktur PT Sarinah
2016-2017: Direktur Ritel, Jaringan, dan SDM PT POS Indonesia
2017-2024: Direktur Utama PT ASDP Ferry Indonesia.












