Interaksi Manusia dan Tuhan Dalam Adat Kepercayaan Marapu Sumba

Waktu sudah semakin malam, suasana sekain gelap. Meskipun suasana terang bulan namun cuaca mendung yang menggelayut malam itu membuat kami tidak bisa menikmati terang bulan dengan baik. Sehingga kami terpaksa menggunakan lentera handpone untuk bisa melihat batu-batu makam berserakan diantara bangunan rumah adat Marapu di kampung Tarung.

Setelah beberapa saat melihat-lihat suasana kamung terung melalui temaram cahaya rembulan yang ada di celah-celah mendung, kami meneruskan perjalanan kembali ke hote untuk istirahat. Kami bersyukur malam itu bisa mereguk pengetahuan dari mata air kebudayaan yang jernih. (bersambung)

Leave a Reply