Ini Kronologi Penolakan Harlah NU di Kota Yogyakarta

  • Tanggal 28-02-2020, ada surat pernyataan sikap dari warga kauman yang diwakili oleh empat RW (10, 11, 11, 13), yang intinya MENOLAK DENGAN TEGAS ATAS PENYELENGGARAAN HARLAH NAHDLATUL ULAMA DI MASJID GEDHE KAUMAN.

  • PCNU Kota Yogyakarta bersilaturahmi dengan pihak Keraton dan hasilnya Pihak Keraton menimbang untuk mengurangi segala bentuk potensi konflik, meminta pada PCNU Kota Yogyakarta mengganti penceramah dan PCNU Kota menyetujui hal tersebut agar semua dapat berjalan lancar dan tertib. Akhirnya Keraton berupaya menengahi kesalahpahaman keduanya dengan mengundang pihak PCNU Kota Yogyakarta dengan Pengurus Muhammadiyah Kota Yogyakarta, namun dari pihak PDM Kota Yogyakarta baru bisa menjadwalkan pertemuan setelah tanggal 05-03-2020.

  • Tanggal 29-02-2020, Gerakan Pemuda Ansor dan Banser Kota Yogyakarta melihat banyaknya kemungkinan konflik yang terjadi maka mencoba untuk menghubungi secara informal kepada Dispora Kota Yogyakarta agar dipertemukan dengan Pemuda Muhammadiyah dan Kokam Kota Yogyakarta dengan tujuan agar ada dialog untuk meredam hal-hal yang dapat menimbulkan konflik horisontal maupun vertikal, namun pihak Pemuda Muhammadiyah Kota Yogyakarta menjawab baru bisa menjadwalkan pertemuan setelah tanggal 05-03-2020.

    Baca Juga > Menteri Desa : 2030 Diprediksi Indonesia Kian Maju, NU Wajib Berkontribusi!

  • Tanggal 01-03-2020 di Pintu Gerbang Mesjid Gedhe Keraton sudah terbentang spanduk acara Tadarus Safari Akbar yang dimulai ba’dha maghrib yang akan dilaksanakan pada tanggal 05-03-2020, tanggal dan jam yang sama dengan pelaksanaan Harlah NU Kota Yogyakarta di Masjid Gedhe Keraton.

  • Tanggal 01-03-2020, Pihak PCNU Kota Yogyakarta diterima bersilaturahmi dengan Takmir Masjid Gedhe Keraton dan tidak menemukan win-win solution (jalan tengah), hanya ada tawaran dari pihak Takmir untuk nonton bareng film “Jejak Langkah Dua Ulama”, namun pihak PCNU Kota Yogyakarta tidak setuju karena PCNU Kota Yogayakarta menginginkan acaranya dalam kemasannya pengajian/ngaji, sehingga di sini tidak ada titik terang.

  • Tanggal 01-03-2020, PCNU Kota Yogayakarta bersilaturahmi dengan pihak Keraton, hasil pertemuan tersebut adalah, pihak Keraton mendukung acara Harlah NU Kota di Mesjid Gedhe Keraton bahkan Ngarso Dalem (Sri Sultan Hamengkubuwono X) dijadwalkan akan hadir dalam acara Harlah NU yang akan dilaksanakan di Masjid Gedhe Keraton.

  • Tanggal 02-03-2020, muncul di halaman bisnis.com, Sunanto selaku Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, “meminta panitia untuk memindahkan kegiatan tersebut ke kampung atau tempat yang lebih kondusif untuk kegiatan-kegiatan yang membawa bendera NU dan Sunanto juga mengatakan bahwa berdasar acara konsolidasi Ketua PDPM dan Kokam Se-DIY pada tanggal 01-03-2020 di Kantor PDM Kota Yogyakarta menghasilkan keputusan akan menggelar apel Akbar Kokam di Masjid Gedhe Kauman untuk menjaga aset Muhammadiyah di Langgar Kidoel Kauman dan membersamai warga Muhammadiyah Kauman terkait adanya ancaman keamanan atas kedatangan orang-orang dari luar kampung mereka”, begitu katanya seperti yang tertulis di halaman web bisnis.com.

  • Leave a Reply