Ibukota Baru Indonesia, Dicibir Oposan Dilirik Konglomerat

Tak banyak yang tahu, diam-diam konsep cerdas Jokowi membangun masa depan (the future) Ibukota negara ditangkap para pengusaha besar dan konglomerat, Mereka ikut terjun mendukung dan membantu pembangunan Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara.

Ibukota Negara Baru (Ilustrasi)

“Sekarang fasenya adalah perlengkapan lahan dan harganya,” kata Agung selepas acara Indonesia Retail Summit 2023 di Pullman Central Park Jakarta pada Selasa (15/8/2023) silam.

Sebagaimana dilansir dari Tempo.co pada 29 September 2019, konglomerat Sukanto Tanoto memiliki sekitar 48 ribu hektar lahan di daerah ibu kota baru.

Lahan ini merupakan konsesi yang dipegang perusahaannya melalui PT ITCI Hutan Manunggal (IHM) di Kalimantan Timur. Lahan tersebut telah diambil alih untuk digunakan sebagai ibu kota negara Nusantara.

Sosok Aguan dan Bisnisnya

Sugianto Kusuma atau yang lebih dikenal dengan nama Aguan adalah pendiri perusahaan Agung Sedayu Group. Ini adalah salah satu perusahaan pengembang properti terbesar di Indonesia. PT Agung Sedayu memiliki berbagai segmen bisnis.

Antara lain pengembangan kota, gedung bertingkat tinggi, hotel dan resor, mal, serta proyek komersial lainnya.

Melansir dari situs resmi perseroan, PT Agung Sedayu Group berbasis di Jakarta dan berdiri sejak 1971. Perusahaan ini bergerak khususnya di bidang solusi one-stop living dan bisnis yang menyatukan kemudahan dan kenyamanan untuk gaya hidup modern yang ideal. Setelah keberhasilan membangun Harco Mangga 2, Aguan terus memperluas bisnisnya.

Dia kemudian menggarap proyek-proyek perumahan, perkantoran, apartemen, serta kawasan niaga dan industri. Jaringan proyek Agung Sedayu Group yang terkenal antara lain Green Lake City, Grand Galaxy City, Puri Mansion, Kelapa Gading Square, Ancol Mansion, dan banyak lainnya. Pada 2018, menurut Globe Asia, total harta kekayaan Aguan sebesar US$ 970 juga atau sekitar Rp 14 triliun.

Sosok Sukanto Tanoto Pebisnis Terkaya di Tanah Air

Melansir dari situs resmi Tanoto Foundation, Sukanto Tanoto merupakan pendiri sekaligus chairman Royal Golden Eagle (RGE). RGE adalah kelompok perusahaan global bergerak di bidang manufaktur berbasis sumber daya. Kantor perusahaannya berpusat di Singapura, Hong Kong, Jakarta, Beijing, dan Nanjing.

Berdasarkan data Forbes, Tanoto termasuk salah satu orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan mencapai US$ 2,7 miliar atau setara dengan Rp 41 triliun. Sebelum menjadi konglomerat, perjalanan bisnis Tanoto tak mudah. Dia harus berusaha keras menjalani bisnis setelah putus sekolah sejak usia 17 tahun.

Sukanto memulai bisnisnya sejak setengah abad lebih dengan menjadi pemasok suku cadang dan usaha di bidang jasa konstruksi untuk industri perminyakan. Tanoto mengembangkan bisnisnya ke bidang kayu lapis dengan mendirikan Royal Golden Eagle atau RGE pada 1967. Sukses dengan itu, Tanoto kembali memperluas kerajaan bisnisnya.

Leave a Reply