Settia

Heroik, Polisi Ini Gendong Bocah Perempuan Selamatkan dari TKP Bom

EDITOR.ID, Surabaya,- Ditengah suasana yang masih belum benar-benar aman dari ancaman bom susulan beberapa menit usai bom bunuh diri di pintu masuk Polresta Surabaya. Seorang polisi dengan heroik nekat menerobos untuk menyelematkan seorang anak yang tersangkut di sepeda motor pelaku bom.

Polisi yang diketahui bernama AKBP Roni Faisal Saiful Faton langsung menggendong sang bocah perempuan yang sedang menangis. Bocah ini berjalan terhuyung-huyung disela-sela TKP bom dan masih ada kobaran api pasca ledakan bom.

Kronologis kejadiannya, beberapa menit pasca ledakan bom bunuh diri di pintu gerbang masuk kantor Polrestabes Surabaya, terlihat ada seorang anak kecil berkerudung tiba-tiba bangun dari lokasi dan terhuyung-huyung.

Meski TKP masih disterilkan, namun dari dalam gedung Polrestabes Surabaya, AKBP Roni Faisal Saiful Faton nekat berlari menerobos TKP bom yang masih belum aman benar dari bom susulan.

AKBP Roni dengan gagah berani berlari membopong bocah kecil tersebut. Anak yang diselamatkan AKBP Roni belakangan diketahui merupakan putri dari pasangan suami istri pelaku bom bunuh diri.

“Demi kemanusiaan, lihat anak kecil. Di sampingnya ada mobil terbakar, saya takut mobil itu meledak,” ujar Roni sebagaimana dilansir dari detikcom, Senin (14/5/2018).

Terlebih lagi, kata Roni, anak itu menangis dan meminta tolong. Ucapan meminta tolong itu lah yang membuat Roni tak berpikir panjang dan langsung menyelamatkannya.

Roni menceritakan, usai ledakan terjadi, anak tersebut jatuh dan kakinya tersangkut di motor. namun anak itu masih bergerak. Melihat anak itu bergerak, petugas di lokasi memintanya berdiri. Dan anak itu berdiri sambil terhuyung-huyung.

“Anak itu rada goyang, langsung saya ambil, saya gendong ke tempat aman dan serahkan ke Dokkes,” kata Roni yang sehari-hari adalah Kasat Narkoba Polrestabes Surabaya.

Saat digendong Roni, anak berjilbab itu terdiam dan tak menangis lagi. Roni tak begitu jelas melihat luka yang dialami anak itu. Roni hanya melihat ada banyak darah di tubuh anak yang berusia sekitar 6-7 tahun itu.

“Mungkin itu cipratan darah. Ada serpihan-serpihan juga di tubuh anak itu,” lanjut Roni.

Roni sendiri belum tahu identitas anak itu. Apakah anak itu warga ataukah anak dari pelaku pengeboman, Roni juga belum tahu.

“Saya langsung serahkan ke dokkes dan langsung dibawa ke rumah sakit,” tandas Roni.

Bom bunuh diri dilakukan seorang pasangan suami istri yang menggunakan sepeda motor berusaha masuk ke kantor Polrestabes Surabaya. Namun sebelum masuk ke markas polisi, suami istri bersama anaknya itu dicegat petugas. Tiba-tiba bom yang dibawa suami istri ini langsung meledak duarrr.. Petugas tidak sempat menyelamatkan diri terkena bom.

Akibat ledakan itu, tiga anggota yang berjaga langsung terkena dampaknya. Anggota yang memakai seragam lengkap itu terkena dahsyatnya bom dan jatuh. Seorang anggota yang berjaga lainnya tertutup mobil yang sedang antre masuk.

Adapun seorang warga yang ada di dekat lokasi juga terkena ledakan. (tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *