
Setujuah Batua 50 Kota Sumbar – EDITOR.ID –
Fenomena alam dolina, atau yang lebih dikenal sebagai sinkhole, terjadi di Situjuah Batua, 50 Kota, Sumatera Barat setelah banjir bandang.
Kejadian ini dikonfirmasi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dan para ahli geologi. Sinkhole ini diperkirakan muncul akibat terkikisnya tanah di bawah permukaan oleh aliran air yang deras pasca banjir, menyebabkan struktur di atasnya ambles.
Warga di sekitar lokasi diimbau untuk waspada dan menjauhi area terdampak karena tanah di sekitar lubang masih labil.
Pihak berwenang, termasuk pemerintah daerah dan BPBD, sedang melakukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan keamanan wilayah tersebut dan menentukan langkah mitigasi yang diperlukan.
Kemunculan lubang ditengah persawahan secara tiba-tiba tersebut secara geologis tersusun atas batu kapur, yang dikenal sebagai topografi karst. Karakteristik utama area ini adalah adanya pelarutan batuan kapur oleh air hujan atau air tanah yang asam, menciptakan struktur berlubang di bawah permukaan.
Proses kemunculan Dolina atau Sinkhole merupakan pelarutan air hujan yang meresap ke dalam tanah dan secara perlahan melarutkan batu kapur. Proses ini kemudian membentuk jaringan saluran, gua, sungai bawah tanah, dan danau di dalam bukit kapur tersebut
Terjadinya pembentukan lubang yang tadinya kecil lalu membesar, hal tersebut terjadi ketika struktur di bawah permukaan menjadi terlalu lemah atau runtuh, maka dengan sendirinya lapisan tanah di atasnya akan ambles, kemudian menciptakan lubang besar atau dolina di permukaan.
Pemicunya tak lain adalah curah hujan yang tinggi terjadi pada akhir bulan Desember 2025 sekaligus terjadi banjir bandang, secara signifikan meningkatkan volume aliran air di bawah tanah.
Proses pembesaran lubang terjadi dari peningkatan tekanan dan aliran air sungai didalam tanah sehingga mempercepat proses pelarutan, luas lingkaran pun menjadi semakin membesar akibat terkikis nya tanah dibibir lingkaran sehingga lubang tersebut mengeluarkan air dari dalam tanah karena terhubung dengan sistem sungai bawah tanah.
Struktur tanah di Situjuah Batua, 50 Kota, Sumatera Barat, secara umum dicirikan oleh adanya batuan kapur (gamping) yang mudah larut oleh air.
Karakteristik geologis ini menyebabkan daerah tersebut rentan terhadap fenomena alam yang disebut sinkhole (lubang tanah ambles).
Wilayah ini berada di kawasan perbukitan kapur, di mana batuan di bawah permukaan tanah cenderung keropos dan dapat membentuk gua atau aliran sungai bawah tanah seiring berjalannya waktu akibat erosi air.
Kemunculan lubang-lubang besar yang tiba-tiba terjadi di area persawahan di Situjuah Batua adalah bukti nyata dari kondisi geologis ini.
Peristiwa ini terjadi ketika atap gua atau saluran bawah tanah runtuh, menyebabkan tanah di permukaan ambles.
Ahli geologi telah memperingatkan bahwa tanah di sekitar area sinkhole masih labil dan berpotensi mengalami pergerakan atau amblasan susulan, terutama saat curah hujan tinggi.
Diduga kuat terdapat jaringan sungai atau aliran air di bawah tanah di lokasi-lokasi rawan sinkhole tersebut.
Secara ringkas, struktur tanah di Situjuah Batua sangat dipengaruhi oleh formasi geologi kapur yang menjadikannya unik namun juga berisiko terhadap bencana geologis seperti tanah longsor kecil atau sinkhole.
Fenomena serupa juga terjadi pada Danau Terusan Kamang di Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, yang merupakan contoh lain dari bentang alam karst di Sumatera Barat. (*)












