
Banyuwangi, EDITOR.ID – Polemik hukum seorang pemuda yang melibatkan penyanyi putrinya Emilia Contessa, Denada Tambunan. Pemuda tersebut bernama Ressa Rizky Rossano (24 tahun) yang tetiba muncul ke publik dan mengaku sebagai anak biologis Denada.
Perkembangan terkini kasus hukum diantara yang saling bertikai sedang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi pada Januari 2026.
Oleh karena perkara ini menurut pihak Denada masih dalam tahap mediasi. Hingga sidang mediasi kedua pada 15 Januari 2026, proses mediasi di PN Banyuwangi belum membuahkan hasil dikarenakan Denada tidak hadir secara langsung dan hanya diwakili oleh kuasa hukumnya.
Denada belum hadir secara langsung di PN Banyuwangi karena alasan jadwal syuting.
Pihak mediator berinisiatif telah menawarkan opsi mediasi secara daring (video call) untuk mempercepat proses.
Sidang mediasi lanjutan dijadwalkan akan kembali digelar pada 22 Januari 2026.
Selain Ressa, paman dan bibinya (termasuk Dino Rossano Hansa) juga dilaporkan turut melayangkan gugatan terhadap Denada di pengadilan yang sama.
Melalui perwakilan manajemen dan tim hukumnya, Denada menyatakan sedang mempelajari gugatan tersebut dan menghormati proses hukum yang berjalan.
Gugatan ini pertama kali didaftarkan pada 28 November 2025. Jika mediasi terus gagal menemui kesepakatan atau jika tergugat terus absen, pengadilan memperingatkan adanya risiko putusan verstek.
Ressa pemuda asal Banyuwangi, melayangkan gugatan perdata atas dugaan perbuatan melawan hukum dan penelantaran anak. Ia mengklaim sebagai anak biologis Denada yang selama ini tidak diakui dan ditelantarkan selama 24 tahun.
Ressa yang telah mendaftarkan gugatan perdata terhadap Denada ke PN Banyuwangi pada November 2025, menuntut pengakuan resmi sebagai anak biologis Denada serta ganti rugi materiil dan inmateriil senilai Rp7 Miliar atas dugaan penelantaran anak kandung semenjak 2002.
Besarnya Rp 7 Milliar tuntutan Ressa didasari sebagai anak kandung serta ganti rugi materiil akumulasi biaya pendidikan (SD-SMA), biaya saku, dan biaya hidup yang tidak pernah diberikan sejak ia lahir pada tahun 2002.
Dan pihak Ressa pun menyatakan sangat yakin dengan klaim tersebut hingga secara tegas harus siap melakukan tes DNA guna membuktikan kebenaran statusnya sesuai klaimnya sebagai anak biologis Denada jika diminta oleh pengadilan.
Ressa mengaku selama ini dibesarkan oleh keluarga besar Denada di Banyuwangi tanpa kejelasan status.
Denada belum memberikan pernyataan langsung secara rinci terkait hasil tes DNA atau pengakuan status Ressa, namun melalui media sosial ia mengunggah foto almarhumah ibunya dan meminta doa.
Kasus ini masih berjalan dalam tahap mediasi di pengadilan untuk menentukan langkah pembuktian selanjutnya, termasuk kemungkinan pelaksanaan tes DNA secara medis.
Melalui kuasa hukumnya, Denada menolak seluruh klaim dan tuntutan ganti rugi tersebut. Secara pribadi, ia sempat mengunggah pesan emosional di media sosial yang meminta doa dari almarhumah ibunya, Emilia Contessa, terkait masalah ini.
Ressa mengklaim baru mengetahui statusnya setelah dewasa karena selama ini ia dibesarkan oleh keluarga besar Denada di Banyuwangi dengan status sebagai anak dari bibi sang penyanyi.
Ressa Rizky Rossano mengaku dirinya ditelantarkan selama 24 tahun dan tidak diakui oleh Denada sebagai anak kandung.
Ressa mengklaim dirinya dititipkan dan dirawat oleh paman dan bibinya (adik dari Emilia Contessa) di Banyuwangi sejak kecil.
Narasi bahwa Ressa dirawat oleh keluarga lain (paman/nenek) di Banyuwangi didukung oleh fakta bahwa ia memanggil Denada dengan sebutan “Mbak” dan baru mengetahui jati diri aslinya saat SMA.
Ressa menggugat Denada secara perdata ke Pengadilan Negeri (PN) Banyuwangi terkait dugaan penelantaran anak dan menuntut pengakuan sebagai anak biologis, dengan tuntutan ganti rugi yang diberitakan mencapai miliaran rupiah.
Kuasa Hukum Ressa menarasikan bahwa klien nya selama ini hidup sederhana dan bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, berbeda dengan kehidupan selebritas.
Sikap Denada menanggapi Ressa melalui manajemen dan kuasa hukumnya meminta privasi dan menyebut hal ini sebagai masalah keluarga yang sangat pribadi.
Denada sempat mengunggah foto bersama mendiang ibunya, Emilia Contessa, dengan pesan, “Doain Dena ya Ma” setelah isu ini ramai.
Ressa juga telah menyatakan kesiapannya untuk melakukan tes DNA guna membuktikan klaimnya.
Narasi lain yang berkembang di media sosial, versi dari pihak Ressa: Pada waktu itu Denada hamil di larikan Emilia Contessa ke Australia sampai Denada melahirkan Ressa.
Lalu pulang kembali ke tanah air, kemudian Ressa dirawat oleh paman nya Denada saudara ibu nya Emilia Contessa. Dan yg biayai semuanya itu nenek Denada dan paman nya.
Sedangkan Emilia Contessa dan Denada tak sepeser memberikan untuk biaya meski satu “pempes” saja juga tidak samasekali.
Ketika itu Emilia Contessa masih ada, keberadaan Ressa ini sangat di sembunyikan dikarenakan menjaga nama baik keluarga serta nama tenar Emilia Contessa dan suami nya, bahwa keluarga penyanyi legendaris ini punya kedudukan tinggi di politik dan sudah tentu juga menjaga harga diri puterinya, Denada yang karir nya telah moncer.
Ketika Emilia Contessa meninggal dunia, barulah di buka siapa sebenarnya jati diri Ressa oleh pamannya Denada sendiri.
Kalau ibu kandung mu (Ressa) itu Denada yang selama ini kamu panggil Mbak ujar sang paman.
Sang Paman menambahkan, bukan kami, kalau kami hanya bantu merawat aja.
Sesungguhnya Ressa sudah diberitahu oleh Paman Denada semenjak Ressa menempuh pendidikan di tingkat SMA.
Setelah Ressa mengetahui hal itu dia pun ke Jakarta berniat ingin bertemu dengan Denada.
Namun, mirisnya ketika Ressa sampai di kediaman Denada di Jakarta, Ressa samasekali tidak diperkenankan bertemu dengan Denada bahkan di buka kan pintu pun tidak, hingga Resda hanya bisa berdiri di luar selama lebihan dari 3 jam.
Publik di media sosial justru malah cenderung lebih banyak yang membela Denada dan sudah tentu menyalahkan Ressa.
Kalau pun Denada digugat Rp 7 Milliar, bisa di bayangkan narasi ‘dia yang melahirkan orang lain yg repot merawat anak itu tak sedikit biayanya.
Hati anak mana yg ga marah sedih dia di akui sebagai adik sepupu padahal anak itu keluar dari rahim nya. Sedangkan si anak sewaktu sakit di perjuangkan mati-matian
Jelas lah yang bantuin rawat paman Denada, Paman menjadi marah karena Denada tidak mengakui bahwa Ressa adalah anaknya hingga minim biayai sampai Ressa putus kuliah.
Sedang Denada asikk oplas sana oplas sini hidup hedon hingga lupa kalau anak nya yg di titipi hingga sampai saat ini tidak di akui. (*)












