Settia

Golkar Vs PDIP di Tangsel?

EDITOR.ID, Tangerang Selatan,- Pertarungan klasik diprediksi kuat akan kembali mewarnai kontestasi Pemilihan Calon Walikota (Pilwakot) Tangerang Selatan. Dua partai besar akan kembali berlaga sebagaimana Pilwakot dua periode sebelumnya. Golkar versus PDI Perjuangan.

Konfigurasi politik ini mulai terbuka setelah Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Golkar dan DPD Partai Golkar Tangerang Selatan secara resmi menetapkan Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan menjadi pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Tangerang Selatan pekan silam.

Keputusan resmi Partai Golkar ini juga menggambarkan dalam peta politik di Banten bahwa dinasti politik keluarga Atut masih sangat kuat mencengkeram kekuasaan di Banten. Kita semua tahu putra Atut, Andika Hazrumy saat ini menjabat Wakil Gubernur Banten. Kemudian, Ratu Tatu Chasanah adik kandung Atut memegang Bupati Serang. Ke depan akan banyak lagi keluarga Atut akan bertanding di PIlkada. Ada nama Pilar Saga Ichsan, Ratu Ati Marliati.

Dukungan tersebut diberikan karena Golkar optimis dua politisi ini punya elektabilitas. Pilar adalah anak Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah. Sedangkan Benyamin berpengalaman memimpin Tangerang Selatan selama dua periode. Benyamin dianggap loyal bagi dinasti politik Atut di wilayah Banten.

“Benyamin kan pengalaman di birokrat. Selain itu dia juga orang yang patuh. Itu birokrat soleh itu. Patuh.” ujar Wakil Ketua Bidang Organisasi dan selaku Steering committee Rapimda DPD Golkar Tangsel, Sukarya.

Setelah Golkar mengumumkan dukungannya pada Benyamin Davnie sebagai calon wali kota, yang menjadi pembicaraan hangat selanjutnya adalah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

PDIP memang punya nilai tawar tersendiri. Di Tangsel, partai berlambang banteng itu memiliki delapan kursi DPRD. PDIP juga merupakan partai pemenang Pemilu 2019, dan kadernya menjadi Presiden Republik Indonesia. PDIP akan punya pengaruh besar pada Pilkada Tangsel 2020 ini.

Sebuah sumber EDITOR.ID mengungkapkan, dari semua kandidat yang mendaftar melalui jalur PDI Perjuangan, nama Siti Nur Azizah yang diprediksi punya kans paling besar dan mendekati untuk diadu dengan calon Golkar Benyamin-Pilar.

“Karena dari semua calon, beliau (Siti Azizah,red) punya jalur yang kuat di Ibu Megawati,” tutur sumber tersebut.

Selama ini keputusan menetapkan para calon kepala daerah di PDI Perjuangan menjadi hak prerogatif Ketua Umum, Ibu Megawati Soekarnoputri. Tidak ada calon yang optimis mengklaim diusung hanya mendasarkan kedekatan dengan pengurus DPP PDI Perjuangan bahkan sekjen sekalipun.

Peluang besar Siti Nur Azizah bisa dibaca dari faktor ayahnya yang seorang Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin dan dikenal dekat dengan Ibu Mega. “Hal ini membuat Azizah sangat mudah mengakses dan bernegosiasi dengan partai politik di tataran pusat,” papar sumber tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *