Jakarta, EDITOR.ID,- Ole Romeny tampil gemilang! Gol tunggal Striker Oxford United ini di menit ke 24 babak pertama sukses mengantar Timnas Indonesia menghajar Bahrain 1-0. Puluhan ribu penonton di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa (25/3) malam langsung bergemuruh. Garuda sukses mencatatkan kemenangan.
Timnas Indonesia menunjukkan performa impresif dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia melawan Bahrain. Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa (25/3/2025) malam, skuad Garuda tampil dominan sejak awal pertandingan.
Dukungan penuh dari puluhan ribu suporter memberikan energi tambahan bagi tim asuhan Patrick Kluivert. Sejak awal pertandingan, Indonesia bermain dengan penuh percaya diri. Indonesia langsung menekan pertahanan Bahrain dengan permainan cepat dan umpan-umpan terukur.
Babak Pertama
Thom Haye menjadi pemain pertama yang mengancam gawang Bahrain lewat tendangan bebas di menit ke-15, memaksa kiper Ebrahim Lutfalla melakukan penyelamatan penting.
Bahrain yang awalnya tampil bertahan mencoba mengandalkan serangan balik untuk mencuri peluang. Namun, lini belakang Indonesia yang dikomandoi Kevin Diks dan Ragnar Oratmangoen mampu meredam setiap ancaman.
Pada menit ke-24, Indonesia akhirnya memecah kebuntuan melalui gol indah Ole Romeny. Gol ini terjadi berkat kerja sama brilian antara Marselino Ferdinan dan Thom Haye. Pemain Oxford United itu sukses mencetak gol usai menerima umpan matang dari Marselino dan menaklukkan kiper Bahrain dengan penyelesaian klinis.
Marselino, yang mendapat umpan panjang dari Haye, memilih untuk mengoper bola kepada Romeny ketimbang mengeksekusinya sendiri.
Keputusan cerdas ini terbukti tepat, karena Romeny dengan tenang menyelesaikan peluang dan membobol gawang Bahrain.
Keunggulan ini menjadi gol kedua bagi Romeny sejak debutnya bersama Timnas Indonesia melawan Australia pekan lalu.
Keunggulan 1-0 membuat Indonesia semakin percaya diri dalam mengendalikan tempo permainan. Marselino menjadi motor serangan di lini tengah dengan umpan-umpannya yang akurat.
Tertinggal satu gol membuat Bahrain mulai berani menekan dan menyerang pertahanan Garuda. Bahrain mulai mengubah strategi dengan bermain lebih terbuka. Mereka mencoba membangun serangan dari sisi sayap untuk mengeksploitasi pertahanan Indonesia.
Pada menit ke-35, Bahrain hampir saja menyamakan kedudukan lewat sundulan Mahdi Abduljabbar. Beruntung, bola hanya melenceng tipis dari gawang Martin Paes yang sudah bersiap mengantisipasi.
Indonesia merespons ancaman tersebut dengan terus bermain agresif dengan memanfaatkan sisi kanan pertahanan lawan.
Pada menit ke-37, kombinasi Marselino, Romeny, dan Kevin Diks nyaris berbuah gol kedua. Kevin Diks sempat memiliki peluang emas setelah melakukan overlap ke dalam kotak penalti, tetapi ia gagal melepaskan tembakan tepat waktu, sehingga kesempatan itu pun terbuang.
Sebelum Kevin Diks bisa melepaskan tembakan, bola lebih dulu direbut pemain belakang Bahrain. Indonesia terus mencari celah untuk menggandakan keunggulan dengan serangan-serangan cepat.
Pada menit ke-40, tekanan bertubi-tubi kembali dilancarkan oleh skuad Garuda. Peluang emas didapat Calvin Verdonk, Marselino Ferdinan, dan Ragnar Oratmangoen, tetapi belum ada yang berbuah gol.
Calvin Verdonk yang bergerak di sisi kiri berusaha melepaskan umpan silang ke kotak penalti. Sayangnya, bola berhasil dihalau oleh bek Bahrain sebelum mencapai rekannya di lini depan.
Marselino sempat mendapatkan ruang tembak di luar kotak penalti setelah menerima bola pantulan. Namun, tendangan kerasnya masih bisa diblok oleh pemain lawan sebelum mengarah ke gawang.
Ragnar Oratmangoen yang ikut membantu serangan juga memiliki peluang saat menerima bola liar di dalam kotak penalti. Sayangnya, penyelesaiannya kurang sempurna dan bola melambung di atas mistar.
Hingga peluit akhir babak pertama dibunyikan, Indonesia berhasil mempertahankan keunggulan 1-0. Performa disiplin lini belakang serta kreativitas lini tengah menjadi kunci keberhasilan Garuda dalam penguasaan bola dan penciptaan peluang yang lebih banyak.
Bahrain dipaksa bermain lebih dalam sepanjang 45 menit pertama karena tekanan tinggi dari pemain Indonesia. Mereka kesulitan membangun serangan dengan leluasa akibat pressing yang agresif.
Babak Kedua
Memasuki babak kedua, Indonesia langsung menggebrak dengan peluang dari Marselino Ferdinan di menit ke-46. Sontekan Marselino yang menyambut umpan Kevin Diks sayangnya masih melenceng dari sasaran.
Bahrain tak tinggal diam dan mulai menekan dengan serangan cepat. Pada menit ke-48, sentuhan Ahmed Bughammar hampir membahayakan gawang Indonesia, tetapi Rizky Ridho dengan sigap menyundul bola keluar lapangan.
Tekanan dari Bahrain terus berlanjut dengan tembakan jarak jauh Ali Madan di menit ke-57. Namun, Maarten Paes masih mampu membaca arah bola dengan baik dan menggagalkan peluang tersebut.
Pelatih Patrick Kluivert melakukan pergantian pertama di menit ke-58. Ivar Jenner dimasukkan untuk menggantikan Thom Haye guna menyegarkan lini tengah Indonesia.
Bahrain kembali mengancam di menit ke-62 lewat tembakan Ahmed Bughammar. Sayangnya bagi Bahrain, tembakannya masih melambung jauh di atas mistar gawang Indonesia.
Indonesia mencoba menambah keunggulan lewat serangan balik cepat di menit ke-63. Umpan direct dari Jay Idzes mengarah ke Ole Romeny, tetapi tendangannya masih mengarah tepat ke kiper Bahrain.
Pada menit ke-67, peluang emas kembali datang untuk Indonesia melalui Marselino Ferdinan. Sayangnya, sontekannya dari dalam kotak penalti melambung tinggi meski ia berdiri bebas tanpa kawalan.
Di menit ke-74, Patrick Kluivert melakukan pergantian besar dengan memasukkan tiga pemain sekaligus.
Ricky Kambuaya, Eliano Reijnders, dan Sandy Walsh masuk menggantikan Ragnar Oratmangoen, Marselino Ferdinan, dan Kevin Diks.
Pergantian tersebut memberikan energi baru di lini serang Indonesia. Pada menit ke-79, kombinasi apik antara Ole Romeny dan Ricky Kambuaya nyaris berbuah gol.
Ricky Kambuaya sukses mengirimkan umpan matang kepada Eliano Reijnders yang berdiri bebas di depan gawang. Sayangnya, tembakan Reijnders justru melambung tinggi di atas mistar gawang Bahrain.
Patrick Kluivert kembali melakukan pergantian pemain di menit ke-85. Muhammad Ramadhan Sananta dimasukkan menggantikan Ole Romeny untuk menambah daya dobrak di lini depan.
Drama terjadi di injury time saat Rizky Ridho harus ditandu keluar lapangan karena mengalami cedera. Indonesia harus bermain dengan 10 pemain dalam beberapa menit terakhir pertandingan.
Meski dalam kondisi tidak ideal, Rizky Ridho akhirnya mampu kembali ke lapangan sambil tertatih-tatih. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan 1-0 untuk kemenangan Timnas Indonesia.
Kemenangan ini menjadi modal penting bagi skuad Garuda untuk terus bersaing di Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Patrick Kluivert tampak puas dengan performa anak asuhnya yang tampil solid di semua lini. Duet Ole Romeny dan Marselino Ferdinan menjadi ancaman nyata bagi pertahanan Bahrain.
Para suporter yang memenuhi SUGBK terus memberikan dukungan tanpa henti untuk skuad Garuda. Nyanyian dan sorakan menggema di seluruh stadion, menambah semangat bagi para pemain di lapangan.
Di sisi lain, Bahrain harus mencari cara untuk keluar dari tekanan jika ingin membalikkan keadaan di babak kedua. Pelatih mereka kemungkinan akan melakukan pergantian pemain untuk meningkatkan daya serang.
Dengan tambahan tiga poin, peluang Indonesia untuk lolos ke putaran berikutnya semakin terbuka lebar yang kini bertengger di peringkat keempat. (tim)












