Geger Video Kepsek dan Guru SD Pekalongan Lagi Asyik Mesum di Ruang Sekolah Beredar Viral

Video berdurasi 21 detik mempertontonkan momen hubungan seks kedua sejoli viral di media sosial. Ironisnya lagi main kuda-kudaan itu dilakukan di salah satu ruangan di sekolah.

Pekalongan, EDITOR,ID,– Jagat media sosial digegerkan beredarnya sebuah video seorang Kepala Sekolah berbuat tidak senonoh seorang ibu guru di Pekalongan Jawa Tengah. Sang Kepala Sekolah asyik menggenjot guru anak buahnya.

Video berdurasi 21 detik mempertontonkan momen hubungan seks kedua sejoli viral di media sosial. Ironisnya lagi main kuda-kudaan itu dilakukan di salah satu ruangan di sekolah.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan menegaskan, si oknum kepsek sudah dicopot dari jabatannya.

Dalam video yang diunggah akun Facebook Pekalongan Berita, terlihat oknum kepsek dan guru itu berhubungan badan di sebuah kursi di sebuah ruangan.

“VIRAL! Bocor Rekaman CCTV Diduga Ungkap Kemesraan Oknum Kepala Sekolah dan Guru SD di Desa Langkap, Kedungwuni,” tulis akun Pekalongan Berita seperti dilihat detikJateng.

Kepsek Dicopot

Dimintai konfirmasi melalui telepon Jumat (4/9/2026), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Kholid, membenarkan jika pelaku mesum dalam rekaman CCTV itu adalah oknum kepala sekolah dan oknum guru di Kabupaten Pekalongan.

Dijelaskannya, peristiwa tersebut terjadi di awal Agustus 2026. Ia menyatakan pihak Disdikbud telah menindak tegas keduanya.

“Keduanya memang kepala sekolah dan guru. Informasinya itu awal Agustus. Oknum kepala sekolah langsung kita copot dan ‘kandangkan’ di dinas. Untuk oknum gurunya sudah kita pindah ke tempat yang jauh,” kata Kholid.

Padahal, menurut Kholid, masing-masing diketahui sudah menjalin rumah tangga.

Kabar keduanya menjalin hubungan khusus sedianya sudah lama tercium oleh guru dan karyawan di SD setempat.

Bahkan, bisa dibilang terlalu vulgar. Untuk membuktikan aktivitas hubungan khusus tersebut, sekolah memasang CCTV.

“Yang pasang kamera CCTV inisiatif sendiri karena isu hubungan keduanya kan sudah lama beredar,” kata Kholid.

Kholid melanjutkan, selain mencopot si kepsek dan memindahkan guru tersebut, pihaknya menyiapkan sanksi lanjutan dengan menunggu rekomendasi Plt Bupati Pekalongan.

“Untuk sanksi selanjutnya masih menunggu disposisi pimpinan, apakah itu diturunkan jabatannya satu tingkat atau sanksi lainnya,” ujar dia.

Kholid meminta, peristiwa ini menjadi pelajaran yang berarti buat dunia pendidikan.

Ia berharap agar pendidik dapat memberikan contoh teladan dalam bersikap baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Bahkan, menurut Kholid, hubungan keduanya dinilai sudah terlalu vulgar. ***

Leave a Reply