Jakarta, EDITOR.ID,- Pengusaha nasional Garibaldi Thohir atau biasa dikenal dengan Boy Thohir berhasil dipercaya memimpin Ikatan Keluarga Alumni SMA Negeri 3 Teladan Jakarta (IKA Teladan). Selanjutnya, Boy Thohir menjabat Ketua Umum IKA Teladan untuk melanjutkan kepemimpinan terdahulu, Rachmat Gobel.
Ketua Dewan Redaksi EDITOR.ID, Asri Hadi yang berada ditengah-tengah acara pemilihan menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas terpilihnya Garibaldi Thohir sebagai Ketua Umum IKA Teladan 2025-2028. Asri Hadi sejak awal mendukung Boy Thohir untuk memimpin IKA Teladan agar lebih kegiatan alumni semakin pesat kemajuannya.
“Selamat kepada Bapak Garibaldi Thohir, Semoga dalam memegang amanah memimpin IKA Teladan Bapak diberikan kesehatan dan kelancaran untuk mengabdi dan memajukan almamater,” ujar Asri Hadi.
Tak lupa Asri Hadi mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Rachmat Gobel yang telah mendedikasikan waktu, pikiran, tenaga, dana untuk memimpin IKA Teladan selama lima tahun yang lalu. Jasa Rachmat Gobel yang banyak meninggalkan legacy di almamater akan terus dikenang sepanjang masa.
“Kepada Bapak Rachmat Gobel, kami ucapkan terima kasih yang tak terhingga atas pengabdiannya selama 5 tahun memimpin IKA Teladan, tanpa kenal lelah selalu ingin memajukan almamater dengan kegiatan sosial yang sangat bermanfaat bagi para alumni dan masyarakat luas,” ujar Asri Hadi.
Pemilihan Ketua Umum IKA Teladan dihadiri ratusan Alumni SMA Negeri 3 Teladan Jakarta lintas angkatan.
Acara diselenggarakan di gedung Cyber 2 Kuningan, Jakarta. Usai terpilih sebagai Ketua Umum IKA Teladan, acara dilanjutkan dengan serah terima kepengurusan Ika teladan dari Ketua Umum sebelumnya Rahmat Gobel.

Hadir diacara ini Ketua Dewan Redaksi EDITOR.ID, Asri Hadi. Hadir juga para senior alumni SMA Negeri 3 Teladan jakarta seperti Aburizal Bakrie, Letjend TNI Purn Agus Widjojo, Miranda Gultom dan puluhan tokoh nasional alumni SMA Negeri 3 Teladan jakarta.
Juga hadir Adyaksa Dault, Mayjend TNI purn Karev Marpaung, Mayjend TNI purn Arkamveli dan banyak lagi.

Profil Boy Thohir
Boy Thohir selama ini dikenal sebagai pengusaha tambang batu bara dengan grup perusahaan di bawah bendera Adaro Energy. Adaro Energy dikembangkan bersama Edwin Soeryadjaya dan Theodore Permadi Rachmat.
Pria kelahiran 1 Mei 1965 ini menduduki jabatan sebagai Presiden Direktur Adaro Energy. Ia juga menjabat sebagai Komisaris Utama di GoTo pada tahun 2020-2023.
Tahun 2023 Forbes merilis daftar orang terkaya di Indonesia, dimana ia menduduki peringkat ke-17 dengan kekayaan mencapai USD 3,3 miliar.
Boy Thohir adalah putra dari Mochammad Teddy Thohir, seorang pengusaha yang ikut membesarkan Astra International. Ayahnya berasal dari Gunung Sugih, Lampung. Sedangkan ibunya Edna Thohir berasal dari Majalengka, Jawa Barat yang memiliki darah Tionghoa dan Sunda.

Boy meraih gelar Sarjana Administrasi Bisnis dari University of Southern California, Amerika Serikat di tahun 1988. Satu tahun kemudian ia menyelesaikan pendidikannya dengan meraih gelar Magister Administrasi Bisnis dari Northrop University, Amerika Serikat.
Karier bisnisnya diawali ketika ia bergabung dengan Astra yang saat itu dipimpin oleh ayahnya. Setelah merasa cukup belajar di Astra, ia mencoba peruntungannya dengan mendirikan perusahaan properti dengan membangun apartemen di kawasan Casablanca, Jakarta. Tetapi usaha ini tidak berjalan dengan mulus dan masalah pembebasan lahan menjadi kendala utama.
Akhirnya perusahaan ini dijual ke ayahnya. Pada tahun 1992, ia bergabung dengan perusahaan tambang di Sawah Lunto, Sumatera Barat yaitu PT Allied Indo Coal. Tahun 1997, ia juga memulai bisnisnya di bidang keuangan dengan mengakusisi perusahaan multi finansial PT Wahana Ottomitra Multiartha (WOM Finance). Perusahaan ini bergerak dalam bidang penyedia pembiayaan publik khusunya pembelian sepeda motor Honda.
Pada tahun 2005, bersama Theodore Permadi Rachmat, Edwin Soeryadjaya, Sandiaga Uno, dan Benny Soebianto, ia membentuk konsorsium baru membeli saham Adaro Energy dari New Hope, perusahaan asal Australia.
Ini menjadi titik balik dari bisnisnya, ia berhasil menjadikan Adaro Energy sebagai perusahaan terbesar kedua di Indonesia setelah PT Kaltim Prima Coal dan salah satu produsen batubara terbesar kelima di dunia.
Pada tahun 2008, Adaro Energy melakukan penjualan saham perdana ke publik (initial public offering/IPO). Adaro mengusung produk batubara dengan brand Envirocoal, batubara yang ditambang dengan konsep ramah lingkungan.
Pada akhir tahun 2011, Forbes menempatkan Adaro sebagai satu dari 50 Perusahaan Terbaik di Asia.
Pada tanggal 10 Juni 2015, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menunjuk Garibaldi Thohir sebagai komisaris menggantikan Dwi Soetjipto.
Pada 24 Juli 2019, Garibaldi Thohir ditunjuk menjadi Komisaris Utama PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek). Pada September 2019, ia menjadi Direktur PT Apple Indonesia.
Setelah menjabat sebagai Komisaris Utama GoTo sejak tahun 2020, di tahun 2023 Garibaldi mundur dari jabatan tersebut. Posisinya kemudian digantikan oleh Agus Martowardojo. Meski begitu ia masih menjadi pemegang saham perusahaan teknologi tersebut dengan kepemilikan mencapai 1 miliar saham.
Adiknya, Erick Thohir, saat ini menjabat sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara Indonesia. Mengikuti jejak Boy, sebelumnya Erick juga berkecimpung di dunia bisnis dan pernah menjadi pemilik klub sepak bola Inter Milan serta klub basket Philadelphia 76ers (NBA). Boy juga memiliki seorang kakak perempuan yang bernama Hireka Vitaya (Rika Thohir) yang juga terjun di dunia bisnis.
Sosok Rachmad Gobel
Dr. (H.C.) H. Rachmad Gobel dikenal sebagai pengusaha dan politisi asal Indonesia. Rachmad merupakan generasi kedua dari keluarga Gobel yang mengendalikan Gobel Group yang didirikan oleh ayahnya, Thayeb Mohammad Gobel.
Keluarga besar Gobel berasal dari Gorontalo, Sulawesi. Pria kelahiran 3 September 1962 ini merupakan keturunan langsung dari Sultan Ibrahim Duawulu atau dikenal dengan nama Raja Hubulo dari Kesultanan Bolango, Gorontalo yang bergelar “Ti Aulia Salihin” (Sang Aulia yang taat menjalankan agama Islam).
Semasa hidupnya, Raja Hubulo merupakan Ulama sekaligus Sultan yang disegani karena tidak mau tunduk pada penjajah kolonial dan teguh dalam dakwah menyebarkan agama Islam di Gorontalo hingga meluas ke wilayah Semenanjung Utara, Sulawesi.
Dari perjuangannya tersebut kemudian menginspirasi lahirnya Pondok Pesantren Hubulo di Tapa, Gorontalo pada tahun 1987.
Di periode 2010-2014 ia terpilih menjadi anggota dewan Komite Inovasi Nasional, dan pada 26 Oktober 2014, ia ditunjuk oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo untuk menjadi Menteri Perdagangan sejak 27 Oktober 2014 hingga 12 Agustus 2015 dalam Kabinet Kerja Periode 2014 – 2019. Pada 1 Oktober 2019, ia dilantik menjadi Wakil Ketua DPR RI. (tim)












