Dudung Bantah Punya Dapur MBG, Cuma Jadi Perantara Pesantren Kenalkan ke Eks Bos BGN Dadan

Dudung kemudian mengaku bahwa keterlibatannya hanya sebatas ingin membantu memperluas jangkauan program MBG, khususnya di lingkungan pesantren.

Kepala Staf Kepresidenan Jenderal Purn Dudung Abdurachman Foto : Instagram @DudungAbdurachman

Jakarta, EDITOR.ID,- Daftar nama tokoh penting yang diduga ikut terkait intervensi kepemilikan dan pengelolaan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), kini bermunculan di media sosial sebagaimana “ancaman” eks Wakil Ketua Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya yang kini jadi tersangka kasus korupsi MBG.

Salah satu nama yang muncul didaftar tersebut disebut-sebut nama Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman

Terkait isu namanya masuk dalam daftar tersebut, Dudung membantah keras kabar yang menyebut dirinya memiliki titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dudung mengaku hanya membantu pesantren untuk mengakses jatah dapur MBG. Dudung mengaku hanya menjembatani atau menjadi perantara untuk memperkenalkan pengasuh pesantren ke Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang kini jadi tersangka korupsi, Dadan Hindayana.

Dudung pun menyampaikan klarifikasinya di media sosial Instagram pribadinya.

“Saya perlu menyampaikan klarifikasi terkait pemberitaan yang menyebut seolah-olah saya memiliki titik atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebut Dudung dalam unggahan Instagram pribadinya @DudungAbdurachman sebagaimana dilihat EDITOR.ID pada Rabu (10/6/2026)

Dudung menegaskan tidak memiliki dapur MBG seperti yang ramai diperbincangkan belakangan ini.

“Perlu saya sampaikan bahwa saya tidak memiliki, mengelola, maupun terlibat dalam operasional dapur MBG tersebut. Peran saya sebatas menjembatani komunikasi agar informasi dapat tersampaikan kepada pihak yang berwenang,” tegasnya.

Bahkan, Dudung menantang pihak yang menuduhnya untuk membuktikan klaim tersebut.

Dengan nada tegas, ia menyatakan siap memberikan hadiah apabila ada yang berhasil menemukan dapur MBG yang disebut-sebut miliknya.

Menurut Dudung, isu yang berkembang tidak sesuai dengan fakta yang sebenarnya.

Cuma Bantu Program MBG Masuk Pesantren

Dudung kemudian mengaku bahwa keterlibatannya hanya sebatas ingin membantu memperluas jangkauan program MBG, khususnya di lingkungan pesantren.

“Beberapa bulan yang lalu, ada pengurus pesantren yang saya kenal menyampaikan permintaan dan kesiapan pesantrennya untuk berpartisipasi dalam Program Makan Bergizi Gratis,” katanya.

Dudung mengaku menerima masukan dari sejumlah pengurus pesantren yang melihat potensi lembaga pendidikan tersebut untuk menjadi lokasi penerima manfaat program.

Pesantren dinilai layak karena memiliki jumlah santri yang besar, bahkan mencapai ribuan orang dalam satu lokasi.

Karena itu, usulan yang disampaikan kepadanya berkaitan dengan penetapan titik dapur untuk melayani kebutuhan para santri, bukan untuk kepentingan pribadi.

Sebut Awalnya Ingin Membantu

Dudung menjelaskan bahwa awalnya dia ingin membantu agar ada Makan Bergizi Gratis (MBG) di pesantren.

“Jadi beberapa bulan yang lalu, mungkin tujuh, enam bulan yang lalu, saya kan dekat dengan pesantren, Ada pengurus-pengurus pesantren itu ada Abah Junaidi, ada Ustaz Iskandar, Itu menyampaikan kepada saya bahwa ada program memang pesantren ya, untuk sebagai sasaran penerima manfaat,” kata Dudung.

“Karena di pesantren itu kan ada santrinya empat ribu, ada yang lima ribu, sehingga bisa ditetapkan sebagai titik untuk dapurnya,” tambahnya.

Pengelola Pesantren Minta Dikenalkan Dadan

Pihak pesantren tersebut kemudian meminta Dudung untuk dikenalkan ke Dadan saat masih menjabat Kepala BGN.

“Atas permintaan tersebut, saya hanya membantu memperkenalkan kepada Kepala Badan Gizi Nasional, Bapak Dadan Hindayana, karena pesantren tersebut telah menyatakan kesiapan administrasi dan sarana pendukungnya,” sebutnya.

Menurut Dudung, saat itu, Dadan menyuruh pihak pesantren itu untuk berkomunikasi lewat stafnya.

Setelah itu, eks KSAD itu tidak tahu pembicaraan lanjutan antara mereka.

“Akhirnya saya sampaikan Pak Dadan, ‘Oh silakan Pak nanti hubungi Pak Arif Nurahman staf saya’. Akhirnya silakanlah mereka berhubungan. Mereka berhubungan saya sudah tidak mengerti apa-apa,” tuturnya.

Belum Ada Proses Pembangunan SPPG

Menurut dia, hingga kini, proses pembangunan SPPG tersebut juga belum ada.

“Rupanya sampai sekarang prosesnya pun belum selesai, bangunnya, dapurnya pun belum terbangun. Saya tanya Abah Junaidi dan sebagainya,” tuturnya.

Oleh karenanya, ia menilai isu itu muncul karena kejadian ini.

“Cuma karena saya yang minta tolong kepada Pak Dadan itulah yang kemudian akhirnya bunyi seakan-akan Pak Dudung punya dapur. Kalau Pak Dudung punya dapur, silakan cek, saya kasih hadiah nanti. Jadi enggak ada sama sekali saya punya dapur ya,” tegasnya.

Dudung yakin program MBG pasti diawasi oleh masyarakat. Karena itu ia meminta sejumlah pihak mengedepankan fakta dan informasi yang benar.

“Kita semua memahami bahwa dalam program sebesar ini harus ada perhatian dan pengawasan dari masyarakat. Karena itu, mari kita sama-sama mengedepankan fakta dan informasi yang benar agar tidak terjadi kesalahpahaman,” kata Dudung.

“Kita kawal bersama agar Program Makan Bergizi Gratis bisa berjalan dengan baik, tepat sasaran, dan memberikan manfaat bagi anak-anak Indonesia sebagai generasi penerus bangsa, sesuai cita-cita Bapak Presiden RI,” tambahnya. ****

Leave a Reply