EDITOR.ID, Indramayu – Seorang penjaga Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) di Kabupaten Indramayu ditemukan tewas, Kamis (21/1). Ia ditemukan gantung diri di gudang sekolah tersebut.
Belakangan diketahui, penjaga sekolah itu bernama WK (43), warga Kelurahan Margadadi Kec/Kab. Indramayu. Ia diketahui sebagai penyandang tuna wicara dan tuna rungu, serta telah beristri.
Peristiwa gantung diri terungkap saat F (35), istri korban, dan adiknya mendatangi sekolah tempat suaminya bekerja sekira jam 9 malam. Sebab tak seperti biasanya, hingga malam WK belum pulang.
Di sekolah, F bertemu dengan rekan kerja suaminya yang juga penjaga sekolah, Abdul Fakih (26). Hanya saja saat ditanya keberadaan WK, Abdul Fakih tak mengetahuinya.
Mendengar jawaban itu, F dan adiknya lalu kembali ke rumah. Sekembali F, Abdul Fakih melanjutkan pekerjaan. Ia memeriksa satu persatu ruang kelas sekolah.
Giliran memeriksa gudang, Abdul Fakih terkaget melihat WK tergantung dengan leher terjerat kain warna putih. Melihat hal itu, ia segera melapor ke kepala sekolah.
Tak lama, polisi datang ke tempat kejadian perkara. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
Belakangan terungkap, WK diduga nekat gantung diri lantaran sakit hati. Ia diduga punya wanita idaman lain (selingkuhan). Namun selingkuhannya ternyata berkhianat, selingkuh dengan pria lain.
Ikhwal WK gantung diri itu dilatarbelakangi sakit hati, dikuatkan dengan adanya sebuah postingan di Facebook miliknya. Dalam postingan WK mengaku telah dikhianati selingkuhannya.
Kapolres Indramayu AKBP Hafidh S Herlambang melalui Kasubbag Humas AKP Budiyanto, membenarkan adanya peristiwa gantung diri tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan.
“Pihak keluarga juga menerima dengan lapang dada. Keluarga tidak berkenan korban diotopsi,” ujar Budi, Jumat (22/1). (Hendra Sumiarsa)












