Dibantu Anggota DPR Pemuda Desa Sukses Usaha Pupuk Kompos

  • Bagikan
Agus Wanto saat pertemuannya dengan anggota DPR RI Sonny T Danaparamita
Agus Wanto saat pertemuannya dengan anggota DPR RI Sonny T Danaparamita

EDITOR.ID, Banyuwangi,- Bagi sebagian orang, kotoran hewan ternak seringkali masih dianggap sesuatu yang menjijikkan, dan diabaikan begitu saja. Namun hal tersebut nampaknya tak berlaku bagi Agus wanto, warga desa Bulusari, kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi.

Ditangannya, kotoran hewan ternak yang dianggap menjijikkan itu justru menjadi hal yang memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Agus, sapaan akrabnya merupakan seorang tokoh pemuda di kampungnya yang berhasil melakukan pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan kotoran ternak menjadi pupuk kompos. Dirinya bersama beberapa orang lain mendirikan Bank Kepong (Bank Kotoran Hewan), sebagai wadah untuk produksi dan distribusi pupuk kompos.

Agus menjelaskan, perihal ide awal berdirinya bank Kepong rintisannya ini karena beliau melihat banyaknya kotoran hewan di desanya, yang di buang begitu saja, sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap, untuk itulah dirinya berinisiatif agar kotoran hewan ternak tersebut bisa dimanfaatkan serta tak menimbulkan bau lagi.

“Kalau ide awal untuk membuat Bank Kepong ini, karena saya melihat banyak sekali kotoran sapi, kambing yang dibuang begitu saja, nah itu kan bau ya, lalu saya berfikir bagaimana kalau kotoran itu saya kelola jadi kompos, selain bisa dimanfaatkan untuk tanaman juga bisa jadi solusi menghilangkan bau,” kata Agus saat diwawancarai di kediamannya, Sabtu (16/20/2021).

Ketekunan Agus untuk mengelola kotoran hewan ternak menjadi kompos itupun tak sia sia, karena kini Agus mampu meraup omset jutaan rupiah, berkat permintaan kompos buatannya yang semakin tinggi dari berbagai kota yang ada di Jawa dan Bali.

Namun, seiring banyaknya permintaan pupuk kompos buatannya, Agus mengatakan dirinya sampai sering kekurangan bahan baku yaitu kotoran hewan untuk dijadikan kompos.

“Ya saat ini masalahnya kita sering kekurangan bahan baku, sampai harus mendatangkan dari kecamatan lain, saking banyaknya permintaan kompos ini,” ungkapnya.

Agus bercerita, pada sebuah kesempatan dirinya bertemu Anggota DPR RI, Sonny T Danaparamita, dari sana Agus bercerita tentang usaha pupuk kompos buatannya.

Selang beberapa waktu setalah pertemuan tersebut, Agus pun merasa kaget karena, Anggota DPR RI itu langsung menghubunginya dan berbicara bahwa Sonny akan mendirikan sebuah peternakan kambing disana.

“Saya kaget waktu pak Sonny, bilang beliau ingin bangun peternakan disini, ketika saya tanya kenapa mau buat peternakan, pak Sonny bilang sama saya, satu satunya cara agar saya bisa mendapatkan suplay bahan baku kotoran hewan, adalah dengan membuat peternakan,” ujarnya.

“Dari situ saya paham pak Sonny ini, orangnya sangat visioner, beliau mau bantu saya memenuhi kebutuhan bahan baku pembuatan kompos, dengan hewan ternak beliau,” imbuhnya.

Kini, Bank Kompos milik Agus dan peternakan Sonny T Danaparamita, sudah berkolaborasi membentuk sistem peternakan terpadu. Agus pun merasa senang dengan didirikannya peternakan kambing milik Sonny, selain dapat menjadi solusi dalam pemenuhan bahan baku pembuatan kompos nya, juga membuka lapangan kerja bagi warga desa sekitarnya.

“Kami senang sekali, pak Sonny mau buat peternakan disini, kami tak perlu susah susah lagi cari kotoran hewan, untuk bahan baku, selain itu kami juga merasa terbantu karena peternakan pak Sonny ini, bisa menyerap tenaga kerja dari desa kami, Terimakasih Pak Sonny,” pungkasnya sumringah. (ded)

 2,063 Total Pengunjung,  1 Pembaca Hari ini

Settia
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan