Diancam Akan “Dihabisi”, Kuwu Seindramayu Melapor ke Polres

EDITOR.ID, INDRAMAYU – Sebuah video berisi ancaman dari seorang warga terhadap seluruh kuwu (kepala desa) sekabupaten Indramayu memicu reaksi Asosiasi Kuwu Seluruh Indramayu (AKSI). Ancaman itu dinilai serius dan provokatif sehingga dikhawatirkan mengganggu kondusifitas daerah menjelang Pilkada 9 Desember ini.

Video ancaman itu merupakan buntut demo warga Desa Dadap Kecamatan Juntinyuat Kabupaten Indramayu. Video diunggah chanel youtube “all in one” dengan durasi 25 menit 34 detik. Saat itu, puluhan warga menyampaikan mosi tidak percaya bahkan desakan pemecatan terhadap kuwu mereka. Warga beralasan, Kuwu Dadap, Asikin, tidak transparan soal pengelolaan dana desa.

Dalam perjalanannya, kuwu setempat meminta bantuan induk organisasinya, AKSI, berkonsultasi atas persoalan yang dihadapi. Keluhan anggotanya, direspon oleh Ketua Umum AKSI, Tarkani. Ia bersama pengurus dan anggota AKSI, menyarankan agar Kuwu Dadap tetap bersikap tenang. “Kami hanya memberi saran, sebagai sesama kuwu, agar tetap mengedepankan kepentingan masyarakat. Jangan sampai ada tindakan-tindakan yang melawan hukum,” tandas Tarkani, saat membuat laporan di Polres Indramayu, Selasa (17/11).

Ia menambahkan, respon yang diperlihatkan AKSI atas keluhan anggotanya sebenarnya normatif. Ia bahkan menepis soal adanya tudingan miring bahwa pembelaan AKSI terhadap Kuwu Dadap punya motif politis. “Tidak ada induk oraganisasi apapun yang tidak mendengar keluhan anggotanya. Salah kami apa sampai diancam akan dihabisi, bahkan bahkan diajak perang oleh seorang warga,” tukas Tarkani yang saat ini mejabat sebagai Kuwu Kebulen Kecamatan Jatibarang ini.

Dalam chanel youtube “all ini one” seruan perang dan ancaman terlontar dari seorang warga bernama Bedi. Video memperlihatkan pernyataan Bedi agar kuwu lain diluar Desa Dadap tidak mencampuri masalah yang terjadi di desanya. Menurut Bedi, reaksi masyarakat berujung demo merupakan klimaks dari ketidakberesan pengelolaan dana desa oleh kuwu setempat. “Ini desa kami, rumah tangga warga Desa Dadap jadi jangan mencampuri urusan desa kami. Kalau ada yang seperti itu (ikut campur) kami habisi, akan kami usir,” sergah Bedi di chanel youtube “all in one”.

Reporter : Hendra Sumiarsa

Leave a Reply