Demokrat Bantah AHY Usulkan 2 Kolonel Minta Jatah Dapur MBG

AHY tak kenal Sony Sonjaya, Demokrat tolak tuduhan korupsi BGN: fitnah berat!

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurty Yudhoyono

Jakarta, EDITOR.ID,- Partai Demokrat membantah keras tuduhan yang mengaitkan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dengan kasus dugaan korupsi pada program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional (BGN).

Isu tersebut mencuat setelah beredarnya sebuah unggahan yang memuat daftar 26 nama terkait kasus dugaan korupsi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Dalam unggahan yang diduga disebut-sebut oleh mantan Wakil Ketua BGN, Sony Sonjaya, nama AHY masuk ke dalam daftar dengan frasa “2 Orang Kolonel usulan AHY”.

Tidak Kenal Tersangka

Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, menegaskan putera sulung Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut tidak pernah mengenal, bertemu, maupun berkomunikasi dengan Sony Sonjaya, baik secara pribadi maupun profesional.

Ditegaskan, AHY tidak memiliki hubungan apa pun dengan Sony Sonjaya.

“Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), tidak mengenal Saudara Sony Sonjaya. AHY tidak pernah bertemu maupun berkomunikasi dengan saudara Sony Sonjaya,” ujar Herzaky Mahendra Putra dalam siaran pers, dikutip Rabu (10/06/2026).

Tidak Ada Pengusulan

AHY menurut Herzaky, juga tidak pernah mengusulkan, merekomendasikan kepada siapa pun nama.

Bahkan AHY juga tidak pernah meminta bantuan, ataupun meminta dukungan terkait Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mau pun urusan lainnya kepada Sony Sonaya, baik secara langsung atau maupun tidak langsung. Termasuk mengusulkan 2 nama oknum dari militer (kolonel) kepada pengelola program MBG.

“AHY tidak pernah mengusulkan, merekomendasikan, meminta bantuan, ataupun meminta dukungan kepada Sony Sonjaya terkait program SPPG maupun urusan lainnya, baik secara langsung maupun tidak langsung,” tegasnya.

Herzaky menyatakan bahwa tuduhan mengenai “dua orang kolonel usulan AHY” dan keterlibatan AHY dengan tersangka Sony Sonjaya adalah fitnah tanpa dasar dan tidak mengandung kebenaran.

“Karena itu, frasa ‘2 orang Kolonel usulan AHY’, jika yang dimaksud menyangkut Agus Harimurti Yudhoyono, maka hal tersebut dapat dipastikan sebagai fitnah dan sama sekali tidak mengandung kebenaran,” cetusnya.

Menurut Herzaky, unggahan yang beredar tidak menjelaskan secara rinci siapa sosok yang dimaksud dengan frasa “AHY” maupun “2 Orang Kolonel”.

“Dalam unggahan tersebut tidak dijelaskan siapa yang dimaksud dengan frasa “AHY” maupun siapa “2 Orang Kolonel” yang dimaksud,” ujar Herzaki.

Namun, jika tudingan tersebut diarahkan kepada AHY, maka Demokrat memastikan informasi itu sama sekali tidak memiliki dasar fakta apapun.

“Namun, apabila yang dimaksud adalah Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, maka Partai Demokrat menegaskan bahwa pengaitan tersebut tidak memiliki dasar fakta apa pun.” bantahnya.

Tuntutan Bukti

Pihak Demokrat menegaskan frasa “usulan AHY” adalah spekulasi tak berdasar karena tidak ada penjelasan resmi dari penegak hukum terkait keterlibatan Ketum Partai Demokrat

Lebih lanjut, Partai Demokrat memastikan tetap menghormati kebebasan pers dan mendukung kerja jurnalistik yang profesional. Meski demikian, mereka berharap setiap informasi yang beredar telah melalui proses verifikasi yang akurat.

“Namun, kami berharap setiap informasi yang menyebut nama individu maupun institusi disampaikan secara akurat, berimbang, dan berdasarkan fakta yang terverifikasi,” jelas Herzaky.

Sony Ancam Bongkar 26 Nama Penerima Dapur MBG

Daftar nama tersebut mencuat usai Wakil Kepala BGN 2025-2026 Sony Sonjaya mengajukan diri menjadi justice collaborator — pelaku yang membantu mengungkap kasus pidana.

Salah satunya, purnawirawan jenderal polisi tersebut akan membocorkan lebih dari 26 nama tokoh dan pejabat yang pernah meminta titik dapur MBG.

Melalui kuasa hukumnya, Elza Syarief, Sony disebut siap bekerja sama untuk membantu penyidik mengungkap pihak-pihak lain yang diduga terlibat.

“Yang tertulis 26 dan lain-lain, masih banyak lagi. Jadi, kan itu masih sifatnya, eh, pro-justicia, confidential,” ucap Elza kepada wartawan, Selasa (9/6/2026).

Elza memastikan sejumlah nama yang dimaksud telah disampaikan Sony Sonjaya dalam pemeriksaan penyidik dan telah tercantum dalam berita acara pemeriksaan (BAP). Namun, ia belum bersedia mengungkap identitas pihak-pihak tersebut kepada publik karena masih dalam proses hukum.

Pada saat ini, Kejaksaan Agung sendiri telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi program MBG periode 2025-2026. Mereka adalah eks petinggi BGN yaitu Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung. ***

Leave a Reply