CEO Perusahaan Raksasa Logistik Dubai Mengundurkan Diri Usai Ketahuan Teman Dekat Epstein

Dokumen menunjukkan ratusan email antara keduanya dari sekitar tahun 2007 hingga 2019. Epstein dilaporkan menyebut bin Sulayem sebagai "teman dekat pribadi" dan salah satu teman yang paling dipercaya. Dokumen menunjukkan bahwa nama Sultan Ahmed bin Sulayem digunakan untuk membantu Epstein membeli pulau kedua, Great St. James, di Kepulauan Virgin AS pada 2016, dalam upaya menyembunyikan identitas asli Epstein.

CEO Perusahaan Raksasa Logistik Dubai Mengundurkan Diri Usai Ketahuan Teman Dekat Epstein

Dubai, EDITOR.ID – Sultan Ahmed bin Sulayem, Chairman dan Chief Eksekutif Officer (CEO) sebuah perusahaan raksasa logistik asal Dubai, DP World, mengundurkan diri dari jabatannya efektif per Jumat, 13 Februari 2026. Pengunduran diri diumumkan usai ia ketahuan dekat dengan Jeffrey Epstein, orang kaya raya yang jadi predator seks anak-anak.

Pengunduran diri ini terjadi menyusul tekanan yang meningkat terkait terungkapnya korespondensi selama satu dekade antara dirinya dan pelaku kejahatan seksual yang telah meninggal, Jeffrey Epstein, dalam dokumen yang dirilis oleh Departemen Kehakiman AS.

Dokumen menunjukkan ratusan email antara keduanya dari sekitar tahun 2007 hingga 2019. Epstein dilaporkan menyebut bin Sulayem sebagai “teman dekat pribadi” dan salah satu teman yang paling dipercaya.

Dokumen menunjukkan bahwa nama Sultan Ahmed bin Sulayem digunakan untuk membantu Epstein membeli pulau kedua, Great St. James, di Kepulauan Virgin AS pada 2016, dalam upaya menyembunyikan identitas asli Epstein.

Email yang terungkap mencakup pertukaran pesan tentang rencana perjalanan, ide bisnis, lelucon, serta diskusi eksplisit mengenai perempuan dan gadis, serta referensi ke “video penyiksaan”.

Sebelum pengunduran diri, lembaga investasi pengembangan Inggris (BII) dan dana pensiun terbesar kedua di Kanada, La Caisse, menangguhkan investasi baru dengan DP World karena keterkaitan ini.

DP World, yang dimiliki oleh keluarga kerajaan Dubai, dengan cepat menunjuk Essa Kazim sebagai chairman baru dan Yuvraj Narayan sebagai CEO baru.

Dokumen menunjukkan keduanya Ahmed dengan mendiang Epstein berteman dekat, berkomunikasi sejak 2007 hingga setidaknya 2017, bertukar rencana perjalanan, ide bisnis, dan email pribadi.

Email mengungkap pertukaran pesan yang tidak wajar. Salah satunya, Epstein menulis kepada Bin Sulayem: “Where are you? Are you ok? I loved the torture video” (Di mana kamu? Apa kamu baik-baik saja? Saya suka video penyiksaan itu).

Dokumen menunjukkan Bin Sulayem membantu Epstein membeli pulau kedua di dekat Karibia pada 2016 secara diam-diam, karena Epstein sudah terdaftar sebagai pelaku kejahatan seksual.

Nama Sultan Ahmed bin Sulayem muncul ribuan kali dalam berkas tersebut, menunjukkan hubungan persahabatan yang erat sejak awal 2000-an dan berlanjut setelah konvensi Epstein pada 2008.

Foto viral menunjukkan Sultan Ahmed bin Sulayem dan Jeffrey Epstein berdiri berdampingan melihat selembar kain yang diyakini sebagai Kiswah (penutup Ka’bah) di lantai.

Dokumen mengindikasikan pengiriman potongan kain yang dikaitkan dengan Kiswah dari Arab Saudi ke UEA antara 2014-2017.

Menyusul terungkapnya dokumen-dokumen ini yang menunjukkan hubungan erat dengan Epstein, Sultan Ahmed bin Sulayem mundur dari jabatannya sebagai ketua dan CEO DP World pada Februari 2026.

Akibat terungkapnya hubungan ini, lembaga keuangan di Inggris dan Kanada membekukan atau menunda investasi mereka dengan DP World.

Email tersebut juga menunjukkan pertukaran pesan mengenai wanita dan rujukan seksual lainnya, yang menimbulkan skandal besar bagi pemimpin logistik asal Uni Emirat Arab tersebut. (*)

Leave a Reply