EDITOR.ID, Jakarta,- Ibadah puasa saat Ramadhan nanti tidak akan menghalangi program vaksinasi Covid-19. Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa pemerintah telah membuat skema penyuntikan vaksin Covid-19 saat bulan Ramadan 1442 pada April 2021. Mantan Gubernur DKI itu bilang, vaksinasi akan tetap berjalan.
Selama bulan Ramadhan, khusus bagi umat Muslim vaksinasi akan diberikan saat malam hari. Sementara bagi umat non-Muslim, vaksinasi akan dilakukan pada siang hari.
Cara ini diyakini tidak akan menggangu ibadah puasa saat siang harinya. “Kan kita vaksin, tetap di malam hari. Kemudian yang siang hari di daerah-daerah yang non-Muslim. Akan kita lakukan tetap di bulan puasa,” ujar Presiden Jokowi dalam dialog bersama sejumlah pimpinan media, Rabu (17/2/2021).
Kendati demikian, teknis pelaksanaan vaksinasi selama bulan puasa masih dimatangkan pemerintah.
Pemerintah, ujar Jokowi, memang terus mengebut pelaksanaan vaksinasi Covid-19 demi mewujudkan kekebalan kelompok atau herd immunity. Semakin cepat vaksinasi dilakukan semakin cepat pula kekebalan kelompok bisa tercapai.
Kepala Negara menerangkan ada sekitar 182 juta dari 270 juta penduduk yang bakal divaksinasi. Pemerintah butuh sekitar 426 juta dosis vaksin covid-19.
?Sebanyak 426 juta dosis (juga) dihitung yang rusak plus (memenuhi) angka standar WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) ketemu angka 426 juta dosis,? papar dia.
Hingga pekan ketiga Februari ini, vaksinasi mulai diberikan kepada pekerja publik seperti pedagang pasar, karyawan perbankan, wartawan, hingga personel TNI-Polri. Khusus DKI Jakarta, sebanyak 3,4 juta warganya masuk prioritas vaksinasi agar kekebalan kelompok terjadi di wilayah yang lekat dengan status zona merah ini.
“Jakarta ini kita harapkan 3,4 juta terlebih dahulu yang akan dikejar dalam klaster yang sudah datanya kita miliki. Ini hasil dari pembahasan kita dengan Gubernur DKI, sehingga sudah kita putuskan 3,4 juta. Kita harapkan nanti terjadi herd immunity dan akan menurunkan, kita harapkan, laju penularan dari covid,” kata Jokowi.
Jokowi mengaku mengamankan stok vaksin di Tanah Air bukan perkara mudah. Pasalnya, ada 215 negara yang rebutan vaksin covid-19.
?Ini komitmen yang harus kita kejar agar kita dapat barangnya,? tandasnya.
Sementara pada awal Maret, Indonesia kembali menerima pasokan vaksin produksi AstraZeneca sebanyak 4,6 juta dosis. Total, sebanyak 426 juta dosis vaksin diperlukan bagi Indonesia untuk melakukan vaksinasi terhadap 182 juta penduduk. Angka tersebut mencakup dua kali dosis vaksinasi untuk setiap penduduk dan dosis cadangan untuk mengantisipasi kerusakan vaksin karena berbagai faktor. (tim)












