Bos Sambas Sinergy Ucapkan Selamat Atas Penugasan Baru Letjen Muhammad Saleh Mustafa Sebagai Wakasad

Karier Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa dimulai dari jabatan-jabatan strategis di Kopassus. Ia pernah menjabat sebagai Komandan Batalyon 23 Grup 2/Kopassus, Komandan Grup 1 Kopassus hingga Wakil Asisten Operasi (Waasops) Danjen Kopassus.

Bos Sambas Sinergy Khairil Hamzah menyampaikan ucapan selamat bertugas kepada sahabat dekatnya Letnan Jenderal (Letjen) TNI Muhammad Saleh Mustafa yang dipromosikan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menduduki posisi sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad).

Jakarta, EDITOR.ID,- Bos Sambas Sinergy Khairil Hamzah menyampaikan ucapan selamat bertugas kepada sahabat dekatnya Letnan Jenderal (Letjen) TNI Muhammad Saleh Mustafa yang dipromosikan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menduduki posisi sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad).

Advokat senior yang kini juga jadi pengusaha ini mengatakan sosok Letjen Muhammad Saleh Mustafa sangat tepat mengemban jabatan sebagai orang kedua di jajaran TNI AD karena jejak rekam prestasi dan pengalaman lapangan.

“Alhamdulillah. Selamat saudaraku Letnan Jenderal Muhammad Saleh Mustafa atas kepercayaan negara, TNI AD menjadi Wakasad dan semiga ini barokah dari Allah SWT,” ujar Khairil Hamzah dalam pernyataannya di Jakarta.

Khairil Hamzah yang juga owner kantor Law Firm Khairil Hamzah And Associates juga mendoakan Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa diberikan kelancaran dan kemudahan dalam menjalankan tugas negara. Selalu diberikan kesehatan dan lindungan dari Allah SWT.

“Semoga alam semesta support Jenderal mengawal Jenderal TNI Purn Prabowo Subianto membangun Indonesia Jaya, Indonesia adi kuasa,” ujarnya.

Letjen Muhammad Saleh Mustafa adalah salah satu jenderal bintang tiga yang mendapatkan promosi jabatan sebagai Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) oleh Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dalam rotasi besar-besaran sejumlah perwira di lingkungan TNI.

Rotasi itu tertuang dalam Keputusan Panglima TNI Nomor Kep 1102/VIII/2025 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Tentara Nasional Indonesia. Ada 410 perwira yang dirotasi.

Keputusan tersebut ditandatangani oleh Brigjen TNI Adek Chandra Kurniawan selaku Kepala Setum TNI tertanggal 15 Agustus.

Dalam rotasi ini, Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa ditunjuk menjadi Wakasad. Saleh Mustafa menjadi orang nomor dua di TNI Angkatan Darat menggantikan Letjen TNI Tandyo Budi Revita yang baru saja diangkat menjadi Wakil Panglima TNI.

“Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, jabatan lama Irjen TNI, jabatan baru Wakasad,” tulis keterangan tersebut.

Profil Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa

Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa lahir di Ternate, Maluku Utara, pada 14 Maret 1969. Sejak muda, Saleh dikenal sebagai pribadi yang disiplin dan berprestasi dalam menjalani karier militernya.

Perwira tinggi ini merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 1991 dan satu angkatan dengan Jenderal Agus Subiyanto. Ia berasal dari kecabangan Infanteri dengan spesialisasi di Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa menempuh berbagai pendidikan militer bergengsi. Seperti Sesarcabif, Dik PARA, dan Dik PARA Utama yang memperkuat kemampuannya di bidang operasi khusus.

Ia juga menyelesaikan Dik Komando pada tahun 1992, Diklapa I dan II, serta Dikreg Seskoad. Pendidikan strategis lainnya termasuk Sesko TNI pada tahun 2015 dan Lemhannas RI yang membekalinya dengan wawasan kepemimpinan tingkat nasional.

Sederet Jabatan Strategis di Kopassus

Karier Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa dimulai dari jabatan-jabatan strategis di Kopassus. Ia pernah menjabat sebagai Komandan Batalyon 23 Grup 2/Kopassus, Komandan Grup 1 Kopassus hingga Wakil Asisten Operasi (Waasops) Danjen Kopassus.

Pengalaman di pasukan elite ini memperkuat kemampuan operasionalnya dalam menangani misi-misi khusus dan memberikan bekal kepemimpinan yang sangat berharga dalam menjalankan berbagai tugas strategis TNI AD.

Jejak Karier Cemerlang

Saleh Mustafa dikenal sebagai sosok perwira yang berpengalaman dengan latar belakang operasi dan strategi. Ia menikah dengan Ny. Ziska Bayu Prabasari dan dikaruniai dua anak, Moza Permatasari Mustafa serta Muhammad Mozis Rayyan Mustafa.

Jejak karier Muhammad Mustafa terus menanjak dengan penugasan sebagai Asisten Operasi (Asops) Kasdam Iskandar Muda dari 2013-2015, yang memberikan pengalaman dalam pengelolaan wilayah strategis.

Perjalanan kariernya berlanjut dengan berbagai jabatan penting. Pasis Sesko TNI (2015), Danrem 132/Tadulako (2016-2017), Wadanpussenif Kodiklatad (2017), Kasdam Jaya (2019-2021), Pada tahun yang sama, ia juga dipercaya menjadi Kaskogabwilhan II. Kemudian Pangdam XVII/Cenderawasih pada 2022.

Puncak kariernya sebelum menjadi Wakasad adalah sebagai Pangkostrad dari Desember 2023 hingga Juli 2024.

Sebelum diangkat menjadi Wakasad, ia sempat menjabat sebagai Inspektur Jenderal TNI dari Juli 2024 hingga Agustus 2025. Pengalaman di berbagai jabatan strategis ini membuatnya memiliki pemahaman komprehensif tentang struktur dan operasional TNI AD.

Sosok Peduli Pengembangan Budaya dan Perdamaian

Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa tidak hanya dikenal sebagai perwira militer yang kompeten, tetapi juga sosok yang peduli terhadap pengembangan budaya dan perdamaian. Pada 8 Oktober 2016, ia merilis buku berjudul ‘Menuai Damai di Tanah Poso’ yang menceritakan potensi adat istiadat dan kearifan budaya lokal.

Buku tersebut menggambarkan visinya tentang bagaimana kearifan budaya lokal dapat digali menjadi potensi wisata yang menjanjikan. Karya ini mencerminkan pemahaman mendalam tentang pentingnya pendekatan budaya dalam menjaga stabilitas dan perdamaian di daerah-daerah rawan konflik.

Ia dikenal sebagai sosok yang rendah hati, serta tetap menjalin hubungan baik dengan rekan sejawat maupun bawahan. Gaya kepemimpinannya yang humanis menjadi salah satu kekuatan dalam memimpin berbagai satuan yang pernah dipimpinnya.

Sepanjang kariernya, Saleh Mustafa telah menerima berbagai penghargaan atas dedikasi dan kontribusinya dalam menjaga kedaulatan serta keamanan negara. Pengalaman dan kompetensinya diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam tugasnya sebagai Wakasad yang baru. (*)

Leave a Reply