BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem Sepekan Ke Depan

  • Bagikan
Cuaca Ekstrem (Youtube)
Cuaca Ekstrem (Youtube)

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, mengatakan terdapat potensi signifikansi dinamika atmosfer yang dapat berdampak pada peningkatan curah hujan di beberapa wilayah Indonesia.

Guswanto mengatakan jika fenomena MJO, aktifnya gelombang Rossby, dan gelombang Kelvin, akan menyebabkan pertumbuhan awan hujan.

“Hasil analisis kondisi dinamika atmosfer terkini menunjukkan adanya potensi belokan dan perlambatan angin yang dapat meningkatkan pola konvektifitas, diprediksi aktifnya fenomena MJO, aktifnya Gelombang Rossby dan Gelombang Kelvin dan dapat meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Indonesia dalam beberapa hari ke depan,” ujar Guswanto pada Minggu (31/10) dalam keterangan yang diterima Editor.

Karena kondisi itu, BMKG memprakirakan potensi curah hujan dengan intensitas sedang-lebat disertai angin kecang pada periode 31 Oktober hingga 6 November 2021 di seluruh wilayah Indonesia.

Sementara dalam waktu tiga hari, terhitung tanggal 31 Oktober hingga 1 November 2021, berdasarkan Prakiraan Cuaca Berbasis Dampak, ada enam wilayah yang berpotensi dampak banjir dan banjir bandang dengan kategori Siaga.

Keenam wilayah itu adalah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Guswanto mengatakan agar pihak-pihak terkait mulai melakukan persiapan untuk memasuki musim hujan.

Diantaranya memastikan kapasitas infrastruktur dan sistem tata kelola sumber daya air siap untuk mengantisipasi peningkatan curah hujan. Melakukan penataan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, tidak melakukan pemotongan lereng atau penebangan pohon dengan tidak terkontrol.

“Juga melakukan pemangkasan dahan dan ranting pohon yang rapuh, dan menguatkan tegakan/tiang agar tidak roboh tertiup angin kencang. Lalu melakukan penghijauan secara lebih masif, serta lebih mengintensifkan koordinasi, sinergi, dan komunikasi antar pihak terkait untuk kesiapsiagaan antisipasi bencana hidrometrorologi,” tambah Guswanto.

Guswanto berharap masyarakat terus memonitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca lebih rinci hingga level kecamatan dengan mengakses laman resmi BMKG

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan