Jakarta, EDITOR.ID,- Secara mengejutkan Presiden Prabowo Subianto me-Reshuflle atau mengganti lima menteri Kabinet Merah Putih pada Senin (8/8/2025). Mereka yang diganti adalah Menko Polkam Budi Gunawan, Menkeu Sri Mulyani, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, Menteri P2MI Abdul Kadir Karding dan Menteri Pemuda dan Olah Raga Dito Ariotedjo.
Yang mengejutkan publik adalah penggantian Menkeu Sri Mulyani. Pasalnya, mantan Direktur Bank Dunia ini menjadi andalan dua Presiden terdahulu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Joko Widodo. Namun di era Prabowo, perjalanan Sri Mulyani memegang nahkoda Kementrian Keuangan harus berhenti di tengah jalan.
Yang kini justru mencuri perhatian dan menjadi sorotan publik adalah munculnya nama Purbaya Yudhi Sadewa. Pengganti dari Sri Mulyani. Purbaya mengaku mendadak diminta menghadap Presiden Prabowo untuk mendapatkan arahan dan tawaran jadi menteri.
Lantas siapakah sosok Purbaya Yudhi Sadewa. Seberapa kuat jaringannya dengan kalangan kuat istana dan kedekatan dengan Presiden hingga mengantarkan dirinya menjabat posisi strategis sebagai bendahara neagara.
Konon kabarnya Purbaya Yudhi Sadewa disebut-sebut sebagai orang dekat Luhut Binsar Panjaitan yang kini menjabat Ketua Dewan Ekonomi Nasional Indonesia di kabinet Prabowo.
Purbaya tercatat membantu Luhut di berbagai posisi strategis saat Presiden ke-7 RI Joko Widodo berkuasa.
Saat Luhut menjabat Kepala Staf Kepresidenan era Jokowi pada Maret 2015, Purbaya ditunjuk sebagai Deputi III Bidang Pengelolaan Isu Strategi Kantor Staf Presiden.
Pada September 2015, Purbaya menyusul Luhut yang menteri koordinator bidang politik, hukum, dan keamanan. Purbaya menjadi staf khusus di kementerian itu.
Juli 2016, Luhut Purbaya lagi-lagi mengikuti Luhut saat berganti jabatan dari menteri koordinator bidang politik, hukum, dan keamanan menjadi menteri koordinator bidang kemaritiman dan investasi.
Dia juga sempat memegang posisi lain di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi saat era Luhut.
Pada 2018 hingga 2020, dia ditunjuk menjadi Deputi Bidang Koordinasi Kedaulatan Maritim dan Energi di kementerian tersebut.
Selain itu, Purbaya juga sempat membantu Luhut di Tim Bravo Lima yang merupakan sayap relawan pendukung Jokowi pada Pilpres 2014. Purbaya menjadi think thank relawan Bravo Lima bersama Luhut dan sejumlah jenderal. (tim)












