Banyak Yang Lebaran dan Shalat Ied Hari Minggu Kemarin, Menag: Itu Hak Asasi

Salah satu masjid yang menggelar salat Ied hari ini adalah Masjid Al Bakrie di wilayah Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo. Pelaksanaan salat berlangsung di sepanjang Jalan Jaya Wijaya, Mojosongo. Para penyelenggara salat Id hari ini mengacu pada penetapan 1 Syawal berdasarkan rukyat global.

Sejumlah warga Jakarta Utara merayakan Idul Fitri 1446 Hijriah hari ini. Mereka menggelar Salat Id di Stadion Rawa Badak, Kecamatan Koja. (ANTARA/HO-dok. Pribadi)

Jakarta, EDITOR.ID,- Sejumlah masjid di Kota Solo, Jawa Tengah, menggelar salat Idul Fitri 1446 Hijriyah pada hari ini (kemarin,red) atau Ahad, 30 Maret 2025. Para penyelenggara salat Id hari ini mengacu pada penetapan 1 Syawal berdasarkan rukyat global.

Salah satu masjid yang menggelar salat Ied hari ini adalah Masjid Al Bakrie di wilayah Mojosongo, Kecamatan Jebres, Solo. Pelaksanaan salat berlangsung di sepanjang Jalan Jaya Wijaya, Mojosongo.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar angkat bicara soal sejumlah daerah yang menggelar salat Idulfitri 1446 Hijriah, pagi tadi. Nasaruddin mengatakan hal itu merupakan hak asasi.

“Itu hak asasi mereka tapi kita sudah mengimbau bahwa dalam posisi minus 3 derajat itu, tidak mungkin bisa melihat bulan. Alat canggih manapun nggak mungkin bisa menyaksikan,” ujar Nasaruddin Umar usai menghadiri Gema Takbir Akbar Nasional di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Minggu (30/3/2025).

Nasaruddin mengatakan penyelenggaraan salat Ied bersifat sunah, sementara persatuan bersifat wajib. Dia mengajak seluruh masyarakat memaknai Idul Fitri sebagai simbol toleransi.

“Maka itu saya mengimbau kepada kita semuanya salat Idulfitri itu kan sunah, yang wajib itu adalah persatuan. Nah kalau misalnya ada yang mengaku menyaksikan bulan mari kita sepakat ya, satukanlah Idulfitri-nya ya sebagai simbol keutamaan bersama umat Islam Indonesia ya,” ujar Nasaruddin.

“Jadi itu salah satu bentuk toleransi saya kira kita perlu wujudkan di dalam bermasyarakat dan bernegara Republik Indonesia,” sambungnya.

Dia mengatakan masyarakat yang menggelar salat Id lebih awal tak bisa dicegah. Nasaruddin menilai Indonesia merupakan negara demokrasi.

“Tapi sekali lagi, kita tidak bisa mencegah mereka kalau itu merupakan hasil iktihatnya kan. Negara kita ini adalah negara yang menjunjung tinggi prinsip-prinsip demokrasi,” ujarnya.

Sebagai informasi, sejumlah daerah merayakan Idul Fitri 1446 Hijriah hari ini, salah satunya di Masjid Al Bakri Sulaiman Kota Solo Jawa Tengah.

Takmir Masjid Al Bakri Sulaiman menjelaskan penetapan 1 Syawal 1446 H pada hari ini mengikuti rukyat global. Menurut dia, hilal sudah terlihat di Arab Saudi sehingga pihaknya memutuskan untuk mengikuti penetapan tersebut.

“Kami mengambil rukyat global melihat hilal. Kami mengikuti, dalam artian, sudah jatuh 1 Syawal, seperti di Arab Saudi. Oleh sebab itu kita bisa melaksanakan Salat Id (Idul Fitri),” kata Sulaiman.

Sulaiman mengakui baru mengetahui penetapan 1 Syawal jatuh hari ini pada Sabtu malam, 29 Maret 2025 sekitar pukul 23.00 WIB. Meskipun terbilang mendadak, ia menyatakan bahwa takmir masjid tersebut telah mempersiapkan segala sesuatunya.

“Kami mencari info dari Mekah, Yaman. Yang lain juga gitu, beberapa negara sudah menetapkan 1 Syawal. Alhamdulillah persiapan sudah diantisipasi. Kami sudah mempersiapkan diri barangkali nanti sudah jatuh 1 Syawal dari beberapa negara,” kata Sulaiman.

Sulaiman mengatakan pemerintah telah menyadari situasi tersebut sehingga rutinitas salat id, baik Idul Adha maupun Idul Fitri, tetap berjalan seperti biasa.

Selain Masjid Al Bakrie, hari ini Masjid Al Hidayah Sriwedari di Kecamatan Laweyan melaksanakan salat Id hari ini. Khatib salat Idul Fitri Taufan Wahyu mengatakan penetapan 1 Syawal 1446 H hari ini mengikuti rukyat global.

Hal itu karena ingin mencontoh Nabi Muhammad SAW. “Karena Nabi bilang, memulai puasa dan berbuka dengan hilal. Sedang saudara kita di negara yang lain, di Saudi, sudah terlihat hilal, kami mengikuti itu,” kata dia.

Menurut Taufan, adanya perbedaan dalam penetapan 1 Syawal merupakan sesuatu yang mungkin sekali. “Kalau Muhammadiyah menggunakan hisabnya, kemudian mayoritas pemerintah menggunakan rukyat lokal. Maka begitu juga kemudian ini (rukyat global) jarang dipakai karena ada batas negara,” kata dia.

Shalat Ied juga digelar di Jakarta Utara. Karena sejumlah warga Jakarta Utara sudah merayakan Idul Fitri 1446 Hijriah sejak Minggu kemarin. Mereka telah menggelar salat Id di Stadion Rawa Badak, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.

“Tadi, memang sudah ada warga yang merayakan Lebaran duluan,” kata Wali Kota Jakarta Utara Ali Maulana Hakim, dilansir Antara, Minggu (30/3/2025).

Ia mengatakan Pemkot Jakut tetap menggelar salat Idul Fitri sesuai dengan keputusan pemerintah pada 1 Syawal 1446 H pada Senin (31/3) besok.

Sementara Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Ahmad Fuady mengatakan pelaksanaan salat Id yang digelar pada pagi tadi berjalan aman dan lancar.

“Alhamdulillah, ibadah salat Id tadi sudah selesai dan berjalan aman serta lancar,” kata Kombes Fuady. (tim)

 

Leave a Reply