Banjir Indramayu Kiriman Dari Pabrik Gula Jatitujuh

Img 20210107 Wa0032

EDITOR.ID, Indramayu,- Banjir yang terjadi di tiga kecamatan di Kabupaten Indramayu diklaim sejumlah pihak adalah kiriman dari pabrik gula PT. PG Rajawali II, Jatitujuh, Kabupaten Majalengka. Jutaan meter kubik air yang masuk ke saluran pembuang (sungai) Cibuaya, bersumber dari perkebunan tebu di sana.

Seperti diketahui, banjir di Kabupaten Indramayu menerjang sejumlah desa di tiga kecamatan. Ketiga kecamatan itu yakni Tukdana, Bangodua dan Widasari. Ribuan hektare tanaman padi usia dibawah 20 hari dan ratusan rumah terendam. Penyebabnya, Sungai Cibuaya meluap.

Hal itu diungkapkan Sekretaris BPBD Indramayu, Caya, Kamis (7/1). Menurut Caya, hasil pengamatan bersama dinas teknis, debit air yang berasal dari perkebunan tebu itu cukup besar. Karena tidak ada kolam-kolam retensi (long storage), air langsung masuk ke Sungai Cibuaya. “Debitnya besar, sehingga penampang basah Cibuaya tak mampu menampungnya,” kata dia.

Keadaan diperparah oleh kondisi Sungai Cibuaya saat ini. Sebab, imbuh dia, tidak ada tanggul sebagai penahan luapan air. Beda tinggi bibir sungai dengan permukiman warga dan persawahan nyaris sama. “Ini menjadi problem. Tidak ada tanggul, kemudian adanya pendangkalan sungai,” imbuh dia.

Senada dengan Caya, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, Abdul Rohman, juga mengklaim banjir itu merupakan kiriman. Saat meninjau langsung lokasi banjir, Rohman berpendapat harus segera dilakukan koordinasi antar Pemkab Indramayu dan Majalengka. “Saya sudah berbicara dengan dinas teknis, memang kondisinya begitu (banjir kiriman),” tegas Rohman.

Namun begitu, ia tidak ingin saling menyalahkan. Maka ia berharap ada koordinasi lanjutan antara Pemkab Indramayu dan Majalengka serta pihak PT. PG Rajawali II guna membahas masalah tersebut. “Jika tidak ada solusi tepat, ini akan terjadi sepanjang tahun,” ujar dia. (Hendra Sumiarsa)

Leave a Reply