Settia

Baku Tembak Densus Kejar Teroris di Cianjur

EDITOR.ID, Cianjur,- Tim Detasemen Khusus Anti Teror 88 (Densus 88) satuan elite Mabes Polri terus mengejar jaringan teroris kemanapun mereka bersembunyi. Dalam perburuan teroris di Cianjur, Jawa Barat sempat terjadi baku tembak antara Densus 88 karena terduga teroris melawan.

Saat mobil diberhentikan Tim Densus 88, empat pria yang ada dalam mobil tahu jika mereka dikejar polisi. Para terduga teroris inipun mencoba melawan dengan senjata api yang mereka bawa. Hingga terjadi baku tembak.

Peristiwa ini terjadi di Terminal Pasirhayam, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, Minggu (14/5/2018), sekitar pukul 02.00 WIB. Keempat pria yang diduga teroris itupun akhirnya ditembak mati.

Keempat pelaku yang menggunakan sebuah mobil Honda Brio warna silver dengan nomor polisi F-1614-UZ itu telah dibuntuti polisi sejak dari wilayah Sukabumi, Jawa Barat.

Saat di wilayah Cianjur, tepatnya di perempatan Pasirhayam, para terduga teroris itu diperkirakan telah mengetahui keberadaan petugas kepolisian. Mereka mencoba melarikan diri dengan masuk ke kawasan Terminal Pasirhayam. Tak mau targetnya lepas, petugas dari Densus 88 langsung melakukan pengejaran.

Namun saat akan diberhentikan oleh petugas, keempat terduga teroris itu mencoba melawan dengan senjata api yang mereka bawa.

Mobil Terduga Teroris Yang Ditembak Tim Densus 88 Karena berusaha kabur

Rosidin, 55 tahun, seorang pedagang Pasar Induk Pasirhayam yang berada di lokasi kejadian, mengaku sempat diminta menghindar oleh orang yang mendatangi lokasi. “Saat itu saya mendengar suara letusan. Saya kira itu petasan,” ujar Rosidin.

Dia pun menyingkir dari lokasi terminal yang berdampingan dengan pasar induk. “Pagi-pagi baru saya tahu kabar ada teroris ditembak di Terminal Pasirhayam,” kata Rosidin.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto menjelaskan ada empat orang terduga teroris tewas ditembak anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 lantaran melakukan penyerangan terhadap anggota kepolisian.

“Mereka tewas setelah terjadi baku tembak,” kata Setyo saat ditemui di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan Minggu (14/5/2018)

Penangkapan terjadi pada dini hari. Keempat pelaku akan menuju Jakarta dari Sukabumi. Setyo mengatakan polisi telah membuntuti mobil tersebut sejak dari wilayah Sukabumi, Jawa Barat.

Setyo mengatakan, gerakan polisi kemudian diketahui oleh para terduga teroris. Mereka mencoba untuk melarikan diri dengan masuk ke kawasan Terminal Pasirhayam. “Karena kami tidak ingin kehilangan target, petugas dari Densus 88 langsung melakukan pengejaran,” ujarnya.

Keempat identitas pelaku yang berhasil ditembak adalah Batti Bagus Nugraha, 21 tahun, Dwi Cahyo Nugroho (23), Agus Riyadi (33), dan Haji Saputra (24). Setyo mengatakan, para terduga teroris ini merupakan jaringan dari Jemaah Ansarut Daulah (JAD). Mereka berencana akan melakukan penyerangan ke Mako Brimob.

Kepala Kepolisian Resor Cianjur Ajun Komisaris Besar Soliyah mengatakan keempat terduga teroris terpaksa ditembak petugas karena melakukan perlawanan saat akan dilakukan penangkapan.

Selain berhasil menembak mati para terduga teroris, Soliyah menambahkan, petugas mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga akan digunakan untuk aksi teror menjelang pelaksanaan Ramadan dan Idul Fitri mendatang.

Dalam penangkapan Densus 88 menyita dua senjata api jenis Revolver dan 8 buah peluru serta sejumlah kartu identitas dari para terduga teroris.

Petugas juga mengamankan barang bukti 1 unit mobil yang ditumpangi para terduga teroris, 3 tas yang diduga berisi bahan peledak, 2 pelindung kepala (helm), 1 lembar kertas bergambar sketsa rakitan senjata api, dan beberapa barang bukti lain.

Soliyah menyebutkan barang bukti mobil yang digunakan para terduga teroris langsung diamankan di kantor polisi terdekat. “Kendaraannya kami amankan di kantor polisi terdekat sembari menunggu tim Jihandak Gegana. Karena dicurigai di dalam mobil tersebut terdapat bahan peledak yang akan digunakan dalam aksi teror,” ucapnya di Cianjur.

Hingga kini, Soliyah melanjutkan, anggota Detasemen Khusus 88 Anti-Teror (Densus 88) masih memburu pelaku tindak pidana teroris lain. “Sementara jenazah para terduga teroris yang ditembak mati petugas Densus 88 langsung dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta,” tuturnya. (tim)

Leave a Reply