Jakarta, EDITOR.ID,- Masyarakat di wilayah Indonesia bagian barat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca secara tiba-tiba akibat Bibit Siklon 90S dan Angin Utara.
Interaksi kedua sistem ini menyebabkan terjadinya penumpukan massa uap air yang cukup signifikan di atmosfer, sehingga meningkatkan potensi hujan lebat di beberapa daerah.
Kondisi ini membuat tingkat presipitasi atau curah hujan menjadi tinggi, terutama di wilayah pesisir dan dataran rendah. Hujan lebat yang berlangsung dalam durasi cukup lama berpotensi memicu genangan hingga banjir, sehingga masyarakat diimbau untuk tetap memperhatikan kondisi lingkungan sekitar.
BMKG mengeluarkan peringatan dini tersebut terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah Indonesia Bagian Barat hingga akhir Desember 2025.
Kondisi ini dipicu oleh kemunculan Bibit Siklon Tropis 90S di Samudra Hindia Barat Daya Lampung serta pengaruh Angin Utara (Monsun Asia).
Adapun yang perlu diwaspadai dari hujan lebat disertai angin kencang dari bibit Siklon 90S memicu pertumbuhan awan hujan signifikan yang berdampak pada wilayah Sumatera Barat, Lampung, Kalimantan Barat, Banten, Jawa Barat, dan sekitarnya.
Gelombang tinggi potensi gelombang laut mencapai 4 meter di perairan barat Sumatera, Selat Sunda, dan perairan selatan Jawa hingga 31 Desember 2025.
Untuk masyarakat yang bermukim di pesisir dihimbau waspada terhadap potensi banjir rob yang diprediksi berlangsung hingga 10 Januari 2026.
BMKG memberi peeringatan lewat statusnya bahwa Bibit Siklon 90S (Per 30 Desember 2025) berdasarkan pantauan BMKG, bibit Siklon 90S saat ini berada di Samudra Hindia barat daya Lampung dengan peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan, namun tetap memberikan dampak tidak langsung berupa cuaca buruk di daratan.
BMKG juga tak lupa mengingatkan kepada para Nelayan, demi keselamatan diminta hindari aktivitas ke tengah laut. Nelayan dan operator kapal dihimbau menunda pelayaran di wilayah terdampak gelombang tinggi. (*)










