Politisi PDI Perjuangan yang duduk di Komisi VI DPR RI itu menyebut, yang menjadi tantangan kebangsaan dan permasalahan kaum milineal itu adalah mereka cenderung cuek atau masa bodoh terhadap hal-hal kebangsaan.
Lantaran itu, generasi ini rentan terhadap susupan ideologi global dan ideologi radikal anti Pancasila dan anti NKRI.
Kemudian, generasi milenial juga berperilaku instan, dan berdasarkan hasil riset, kaum muda ini hanya memiliki tingkat fokus konsentrasi 8 hingga 12 menit saja per hari.
?Sementara Jepang, anak-anak milenialnya memiliki tingkat fokus konsentrasi sampai 6 jam per hari. Ini tantangan bangsa kita, milenial kita bisa kalah bersaing dengan milinial negara lain,? kata Ananta.
Oleh karena itu, sambung dia, generasi milenial harus terus diberikan penguatan pemahaman ideologi Pancasila. Mereka harus dibentengi dari pengaruh paham ideologi anti Pancasila.
?Generasi milenial kita harus dibentengi dari ideologi lain, harus diperkuat pemahaman ideologi Pancasila. Mereka penentu nasib bangsa ke depan. Jangan sampai Pancasila lenyap dari hati mereka, karena itu akan menlenyapkan Indonesia dari peta dunia,? tegas Ananta Wahana.










