Jakarta, EDITOR.ID,- Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal (OTK) di Jakarta Pusat, Kamis malam (12/3/2026). Namanya Andrie Yunus. Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar hingga 24 persen di sekujur tubuh, terutama pada area tangan, wajah, dada, dan mata.
Berdasarkan keterangan KontraS, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 23.37 WIB di Jalan Salemba I – Talang, Jakarta Pusat. Andrie tiba-tiba didekati orang tak dikenal naik motor dan menyiramkan air keras. Saat itu Andrie baru saja mengikuti perekaman podcast di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dengan tema “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia”.
Saat kejadian korban sedang mengendarai sepeda motor. Tiba-tiba muncul dua orang pelaku yang juga mengendarai motor matic melawan arah menghampiri korban dan langsung menyiramkan cairan keras.
Badan Pekerja KontraS menilai serangan ini merupakan upaya membungkam suara kritis masyarakat, khususnya para pembela hak asasi manusia. Dalam pernyataan resminya, KontraS merujuk pada Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia serta Peraturan Komnas HAM Nomor 5 Tahun 2015 yang mengatur mengenai perlindungan terhadap pembela HAM.
“Beberapa aturan ini sepatutnya dapat membuktikan bahwa Andrie Yunus merupakan pembela HAM yang terbukti telah melakukan kerja-kerja pemajuan dan perlindungan HAM dalam tanggung jawabnya selaku Wakil Koordinator KontraS,” demikian kutipan pernyataan dalam rilis yang diterima media, Jumat (13/3/2026).
KontraS juga menyoroti bahwa sebelum kejadian, Andrie sempat menghadiri pertemuan di Kantor Celios membahas tindak lanjut laporan investigasi Komisi Pencari Fakta mengenai Aksi Agustus 2025. Sebelumnya, korban juga tercatat pernah mengalami beberapa kali teror dan intimidasi pasca aksi menolak rancangan UU TNI pada Maret 2025.
Saat kejadian, korban sempat berteriak kesakitan dan meminta tolong. Dari penuturan korban, ia berteriak, “AAAH, AAHH, AAHH, AAHH, AAHH, AAHH, AAHH, AAHH PANAS AAAHHH, AAAHHH, PANAS” sambil membuka baju yang mulai meleleh terkena cairan keras. Ia juga berteriak “AIR KERAS, AIR KERAS” hingga menarik perhatian warga sekitar. Seorang warga bahkan sempat bertanya, “ini dari KontraS ya? Ini dari LBH ya?” kepada korban yang sedang kesakitan.
Tidak ada barang milik korban yang hilang atau dirampas dalam peristiwa tersebut. Pelaku diketahui melarikan diri ke arah Jalan Salemba Raya dan diduga menjatuhkan gelas stainless steel di lokasi kejadian. KontraS mendesak aparat kepolisian untuk segera mengungkap pelaku dan motif di balik serangan ini.
“Peristiwa ini harus segera mendapat perhatian luas dari berbagai pihak, termasuk lembaga penegak hukum dan masyarakat sipil. Aparat kepolisian langsung melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik serangan tersebut,” tulis KontraS dalam pernyataannya.
KontraS menegaskan bahwa pelaku seharusnya dijerat dengan pasal percobaan pembunuhan berencana sebagaimana diatur dalam Pasal 459 KUHP Baru yang mengatur pidana mati atau penjara seumur hidup bagi pembunuhan berencana. Korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan sedang menunggu tindakan operasi mata.
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, mengimbau masyarakat dan media untuk turut mengawal kasus ini. “Maka dari itu, penting untuk penegakan hukum dijalankan kepada pelaku dan ke depan ada langkah serius dari negara untuk melindungi kerja-kerja publik di sektor HAM dan penegakan hukum,” ujarnya. ***












