Jakarta, EDITOR.ID,- Para pejabat menteri di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto termasuk makmur dan kaya raya. Salah satunya Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani. Usai dipercaya memimpin super holding, Danantara, harta kekayaan Rosan langsung melejit 6,55 persen atau Rp921,27 miliar, nyaris menyentuh angka satu triliun rupiah.
Harta kekayaan yang diperoleh Rosan Roeslani itu mengalami kenaikan cukup signifikan dalam kurun waktu setahun terakhir.
Mengutip dari data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), harta kekayaan Rosan per tanggal laporan 31 Desember 2025 bertambah menjadi Rp921,27 miliar. Padahal harta Rosan per tanggal laporan 21 Oktober 2024 “masih” sebesar Rp864,65 miliar.
Dengan demikian, harta Rosan selama menjadi menteri di era Presiden Prabowo Subianto mengalami kenaikan 6,55 persen.
Jumlah kekayaan Rosan Rp921 miliar lebih
Mengutip LHKPN 2025, harta kekayaan Rosan Roeslani per 30 Maret 2026 (tanggal penyampaian) tercatat sebesar Rp921.271.257.059 (Rp921,271 miliar).
Berikut rincian harta kekayaan Rosan terbaru dikutip dari data LHKPN periodik 2025.
Dominasi Aset Tanah dan Properti
Harta kekayaan Rosan yang mencapai ratusan miliar didominasi oleh tanah serta bangunan dan harta lainnya yang masing-masing Rp544.915.132.189 (Rp544,91 miliar) dan Rp176.825.351.251 (Rp176,82 miliar).
Kemudian diikuti oleh kepemilikan surat berharga senilai Rp97.779.675.520 (Rp97,78 miliar). Lalu ada kas dan setara yang nilainya mencapai Rp65.531.097.899 (Rp65,53 miliar).
Berikutnya ada juga harta bergerak lainnya yang mencapai Rp34.460.500.000 (Rp34,46 miliar). Selain itu, Rosan juga melaporkan harta berupa alat transportasi dan mesin dengan nilai Rp1.759.500.000 (Rp1,759 miliar).
Harta tanah dan bangunan
Di dalam LHKPN, harta kekayaan Rosan berupa tanah dan bangunan kebanyakan berlokasi di Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Bali, dan DKI Jakarta. Dari 28 bidang tanah dan bangunan yang dilaporkan, 7 di antaranya ada di NTB, 3 di NTT, 5 di Bali, dan 13 di DKI Jakarta.
Luas tanah dan bangunan yang dimiliki Rosan pun bermacam-macam. Mulai dari yang terkecil 350 meter persegi di Jakarta Selatan hingga 80 ribu meter persegi di Sumbawa.
Selain itu, nilainya juga bervariasi mulai dari yang terkecil Rp300 juta di Lombok Barat hingga terbesar Rp152.157.937.500 (Rp152,15 miliar) di Badung. Harta berupa tanah dan bangunan milik Rosan tercatat diperoleh dari hasil sendiri.
Harta berupa alat transportasi terdiri dari mobil dan motor
Sementara itu, harta kekayaan Rosan berupa alat transportasi dan mesin berupa dua unit mobil dan satu unit motor. Kedua unit mobil tersebut yang pertama adalah Lexus LM350 2020 senilai Rp1,5 miliar dan kedua adalah VW 1962 senilai Rp250 juta.
Sementara satu unit motor yang dilaporkan Rosan adalah Piaggio VSET 4-150 2001 senilai Rp9.500.000. Adapun status alat transportasi milik Rosan berstatus hasil sendiri dan hibah tanpa akta. ****












