Trump Pantau Langsung Tentaranya Culik Presiden Venezuela Nicolas Maduro

Trump mengklaim telah memantau secara langsung detik-detik penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, pada hari Sabtu, 3 Januari 2026.

Trump secara real-time memantau operasi dengan nama sandi "Operation Absolute Resolve" melalui pusat komando di Mar-a-Lago, Florida. Trump didampingi oleh pejabat tinggi seperti Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Direktur CIA John Ratcliffe.

Jakarta, EDITOR.ID. Presiden Amerika Serikat Donald Trump memantau secara langsung operasi penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro yang dilakukan oleh pasukan khusus Delta Force pada dini hari Sabtu, 3 Januari 2026.

Operasi militer ini skala besar didukung oleh lebih dari 150 pesawat tempur dan intelijen dari 20 pangkalan udara, dilakukan oleh pasukan Delta Force AS, merupakan puncak dari perencanaan rahasia (Klandestin) selama berbulan-bulan oleh CIA dan militer AS.

Trump mengklaim telah memantau secara langsung detik-detik penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, pada hari Sabtu, 3 Januari 2026.

Trump menggambarkan momen tersebut seolah-olah ia sedang “menonton acara televisi” saat pasukan elite Amerika Serikat melakukan penggerebekan di Caracas.

Trump secara real-time memantau operasi dengan nama sandi “Operation Absolute Resolve” melalui pusat komando di Mar-a-Lago, Florida. Trump didampingi oleh pejabat tinggi seperti Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Direktur CIA John Ratcliffe.

Dalam sebuah wawancara, Trump menggambarkan pengalamannya menyaksikan serangan tersebut seperti sedang menonton “acara TV” karena kejelasan visual dari kamera udara yang memantau penggerebekan.

Pasukan Delta Force menyerbu kediaman Maduro di Caracas sekitar pukul 02:01 waktu setempat.

Pasukan elit Delta Force menyerbu kompleks Fuerte Tiuna di Caracas. Maduro dilaporkan mencoba melarikan diri ke ruang aman berlapis baja (safe room) namun gagal, karena pasukan elite AD bergerak sangat cepat dan berhasil menangkap Nicolas Maduro bersama isterinya dalam waktu sekitar lima menit setelah pasukan memasuki gedung.

AS melumpuhkan pertahanan udara dan memutus aliran listrik di Caracas menggunakan kapabilitas perang elektronik dari US Cyber Command dan Space Command.

Seluruh operasi penangkapan di dalam kompleks tersebut dilaporkan berlangsung kurang dari lima menit.

Maduro dan istrinya kemudian dibawa ke kapal perang USS Iwo Jima sebelum diterbangkan ke Amerika Serikat, menggunakan helikopter dan dijadwalkan hadir di Pengadilan Federal New York pada hari Senin, 5 Januari 2026, untuk menghadapi tuduhan terkait perdagangan narkoba dan jaringan kriminal.

Mereka kini berada dalam tahanan federal di Brooklyn, New York, untuk menghadapi dakwaan terkait narkoterorisme dan senjata.

Trump menyatakan bahwa misi ini bertujuan untuk menggulingkan “diktator” dan menghancurkan jaringan narkotika. Ia juga secara terbuka menyatakan bahwa AS akan “mengendalikan” Venezuela untuk sementara waktu dan memanfaatkan cadangan minyak besar negara tersebut untuk investasi.

Penangkapan ini memicu ketegangan di Amerika Latin. Kolombia telah mengerahkan pasukan bersenjata lengkap ke perbatasan untuk mengantisipasi eskalasi konflik, sementara pemerintah sementara mulai dibentuk di Venezuela di bawah status darurat.

Gedung Putih telah merilis foto-foto yang menunjukkan Trump bersama tim intinya saat menyaksikan jalannya operasi tersebut dari Mar-a-Lago, Florida. (*)

Leave a Reply