EDITOR.ID, Indramayu – Sekira 900 hektare (ha) lahan persawahan di Kabupaten Indramayu terendam banjir luapan sungai. Lokasinya menyebar di lima kecamatan yakni Losarang, Lelea, Widasari, Terisi dan Cikedung. Areal yang terendam antara lain tanaman padi baru berumur satu minggu serta petak sawah yang baru pembenihan. Selain itu, areal sawah usai diolah tidak bisa ditanami karena genangan air masih cukup tinggi.
Di Kecamatan Losarang areal persawahan yang terendam meliputi enam desa yakni Pegagan, Krimun, Puntang, Muntur, Losarang dan Santing. Banir disebabkan luapan sungai Saradan Congger. Hal itu terjadi akibat tingginya intensitas hujan dalam sepekan terakhir. Sedangkan banjir di Desa Santing terjadi karena luapan air Sungai Cipanas. Selain Desa Santing, luapan sungai Cipanas juga menerjang areal persawahan di Desa Manggungan Kecamatan Terisi.
Di Kecamatan Lelea, genangan air akibat luapan saluran pembuang Sungai Cibuaya terjadi areal persawahan di Desa Tempel. Tak hanya sawah, banjir di Desa Tempel juga merendam empat rumah yang berdekatan dengan persawahan. “Rumah yang terendam tidak banyak, hanya yang kebetulan dekat dengan persawahan. Ketinggian airnya sekira 20 cm,” ujar Plt. Kepala Pelaksana BPBD Indramayu, Dodi Dwi Endrayadi, Jumat (18/12).
Lokasi genangan air lain terjadi di areal persawahan Desa Bunder Kecamatan Widasari. Di desa tersebut, sedikitnya 250 ha areal persawahan terendam air luapan sungai Kali Asin. Sebanyak 9 rumah juga ikut terendam karena letaknya berada dekat areal persawahan. Terparah terjadi di Desa Jambak Kecamatan Cikedung. Di desa itu sebanyak 650 ha areal persawahan terendam banjir menyusul adanya empat titik tanggul kali pembuang yang jebol. “Jebolnya lumayan lebar yakni sekira 6 meter. Sehingga air kali pembuang masuk ka areal persawahan desa setempat,” tambah Dodi.
Di Kabupaten Indramayu banjir serupa pernah terjadi pada awal Maret tahun 2020 lalu. Berdasarkan laporan dari petugas lapang di Indramayu, setidaknya ada seluas 8 ha puso akibat banjir dari 6.092 ha yang terkena dampak. Saat itu, penyebab utama terjadinya banjir di Kabupaten Indramayu akibat tingginya intensitas hujan tinggi sehingga sungai Gempol meluap dan jebolnya tanggul sungai Perawan Kecamatan Kandanghaur. (Hendra Sumiarsa)












