3 Unit Kendaraan Amfibi Dikerahkan PMI Pada Banjir Bandang Bencana Ekologis di Sumatera

3 unit Amfibi Hagglund BV206 bersama 60 hingga 80 unit truk tangki air berkapasitas masing-masing 5.000 liter untuk mendistribusikan air bersih serta 120 personel relawan PMI untuk memberikan penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Amfibi Hagglund BV206 milik PMI difungsikan untuk pencarian maupun evakuasi para korban dengan menyisiri lokasi bencana guna mencari korban yang diduga terjebak bahkan dinyatakan hilang.

Jakarta, EDITOR.ID,- Meskipun pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah mengerahkan alat berat tambahan (eksavator) untuk membersihkan timbunan lumpur yang menutup akses jalan nasional guna membantu mobilisasi logistik dan penyelamatan.

Dalam gambar tersebut adalah Amfibi Hagglund BV206 adalah kendaraan taktis (rantis) berantai, milik Palang Merah Indonesia (PMI).

PMI mengerahkan Rantis Amfibi Amfibi Hagglund BV206 untuk mendukung operasi kemanusiaan pascabanjir bandang di wilayah Sumatera pada Desember 2025.

Digunakan oleh PMI terutama untuk operasi kemanusiaan, evakuasi korban bencana alam (seperti banjir bandang atau erupsi gunung berapi), dan penyaluran bantuan di lokasi bencana dengan medan yang ekstrem.

Mampu membawa hingga 17 personel (6 di depan, 11 di belakang) atau kargo, dengan varian yang bisa disesuaikan untuk berbagai keperluan ataupun mobilitas luar biasa di kondisi sulit yang sering digunakan militer dan sipil, termasuk oleh PMI di Indonesia untuk tanggap darurat bencana.

Amfibi Hagglund BV206 adalah kendaraan serbaguna yang tangguh, dirancang untuk melintasi medan yang sulit dijangkau oleh kendaraan biasa, seperti daerah berlumpur, bersalju, atau berawa, bahkan mampu mengapung di air, mengatasi medan yang tidak bisa dijangkau kendaraan biasa, menjadikannya aset vital untuk militer dan kemanusiaan.

Tak sedikit material lumpur dan sedimen yang tebal serta mulai mengeras menjadi hambatan utama di jalur darat, termasuk di wilayah pesisir barat Sumatera. Dengan menggunakan Amfibi Hagglund BV206 mampu melewati medan berat berlumpur, namun dalam kondisi lumpur yang sudah mengeras atau mengering sebagian, traksi track kendaraan tetap dapat mengalami kendala teknis atau terperangkap.

Dari keterangan akun resmi Instagramnya PMI Pusat meng-klaim melepas 3 unit Amfibi Hagglund BV206 bersama 60 hingga 80 unit truk tangki air berkapasitas masing-masing 5.000 liter untuk mendistribusikan air bersih serta 120 personel relawan PMI untuk memberikan penanganan bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Bantuan logistik lainnya berupa ribuan paket bahan pangan, 1.500 kantong darah, serta peralatan kesehatan.

Kendaraan Amfibi Hagglund tersebut difungsikan secara khusus untuk operasi pencarian korban, evakuasi, serta distribusi logistik di medan berat yang sulit ditembus kendaraan biasa, seperti wilayah yang tertutup lumpur tebal atau material banjir bandang.

Armada ini dikerahkan untuk membantu penanganan bencana di beberapa provinsi terdampak, termasuk Sumatera Barat (seperti di Kabupaten Agam dan Tanah Datar), Aceh, dan Sumatera Utara.

Kemampuan Amfibi Hagglund BV206 tak diragukan lagi, kendaraan ini mampu menembus medan ekstrem yang sulit dijangkau kendaraan biasa, seperti area yang terisolasi oleh lumpur tebal, tumpukan kayu hutan, dan material sisa banjir bandang.

Amfibi Hagglund BV206 difungsikan untuk pencarian maupun evakuasi para korban dengan menyisiri lokasi bencana guna mencari korban yang diduga terjebak bahkan dinyatakan hilang.

Selain berkempuan bertugas penyelamatan korban, kendaraan Amfibi Hagglund BV206 mampu mengirimkan bantuan ke daerah-daerah yang akses jalannya terputus.

Pengerahan ini merupakan bagian dari tim pemulihan ekologi PMI yang juga fokus pada penyediaan air bersih dan pembersihan material kayu hutan yang terbawa arus banjir.

Hingga pertengahan Desember 2025, Hagglund PMI dilaporkan aktif di lapangan, termasuk bekerja sama dengan Basarnas untuk mengevakuasi warga di wilayah terisolir seperti Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.

Keunggulannya memiliki roda rantai yang memungkinkannya bergerak di atas permukaan yang tidak stabil, menjadikannya andalan dalam situasi darurat bencana,

Kendaraan ini sangat efektif dalam menjangkau daerah terpencil yang terisolasi akibat bencana, membantu tim SAR gabungan dalam pencarian dan penyelamatan korban.

Amfibi Hagglund BV206 adalah kendaraan amfibi segala medan beroda rantai artikulasi yang dirancang negara pembuatnya Swedia, terdiri dari dua unit (depan bertenaga, belakang trailer) yang terhubung secara artikulasi, memungkinkan manuver di medan berat. Memiliki traksi luar biasa berkat sistem rantai ulat, mampu bergerak dengan kecepatan hingga 4,7 km/jam, serta di darat hingga 55 km/jam

Sepenuhnya amfibi, mampu beroperasi di air dengan menggunakan roda rantai sebagai pendorong.

Desainnya memberikan tekanan tanah yang sangat rendah, sehingga tidak merusak permukaan yang dilaluinya. Terdapat lebih dari 50 varian, termasuk versi bensin (mesin Ford V6) dan diesel (Mercedes-Benz), serta model kargo dengan derek. (*)

Leave a Reply