12 Warga Hilang 1 Luka Berat Bencana Banjir Bandang di Humbang Hasundutan, Sumut Jumat (1/12/2023)

Terjadi bencana banjir bandang menerjang Desa Simangulampe, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Jumat (1/12) pada pukul 21.25 WIB. Pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sumatera Utara (Sumut) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Humbang Hasundutan menyatakan sebanyak 12 orang dilaporkan masih hilang hingga saat ini masih dicari keberadaannya dan seorang warga mengalami luka berat atas bencana banjir bandang tersebut.

Adapun kondisi saat ini di lapangan, tim gabungan masih terus berupaya melakukan pencarian dan pertolongan. Di sisi lain, pemenuhan kebutuhan dasar para warga terdampak juga terus dilakukan.

Pihak BNPB Sumut mengklaim telah mengupayakan penanganan darurat dengan menerjunkan tim gabungan tanggap darurat anggotanya ke lokasi yang diterjang banjir bandang.

BNPB Sumut secara intensif berkoordinasi dengan lintas instansi terkait untuk melakukan kajian cepat dalam upaya pencarian serta pertolongan dari ke 12 warga yang kini masih dinyatakan belum diketemukan.

Untuk saat ini menurut tim pencarian korban mengaku adanya sedikit hambatan yang mereka alami, yaitu MK mengenai kesulitan di karenakan material banjir bandang berupa bebatuan yang terbilang berukuran besar-besar.

Tim pencarian korban mengaku sudah mengerahkan alat berat jenis eksavator, dan juga mengerahkan sejumlah mobil pemadam kebakaran serta ambulance untuk memudahkan proses pencarian dan pertolongan serta pembersihan material lumpur dan bebatuan yang menimbun rumah hingga hotel di lokasi.

Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan informasi peringatan dini cuaca yang menyatakan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi yang dapat disertai petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi di wilayah Kabupaten Humbang Hasundutan hingga Senin (4/12).

Menyikapi hasil prakiraan cuaca tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau kepada seluruh pemangku kebijakan di daerah untuk melakukan upaya mitigasi yang meliputi pemantauan kondisi tebing hingga hulu sungai, pembersihan sampah maupun material lain yang dapat menyumbat aliran air, monitoring kondisi tanggul, jalan dan jembatan hingga pemantauan debit air saat terjadi hujan secara berkala.

Di samping itu, bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai dan tebing agar melakukan evakuasi mandiri sementara jika terjadi hujan menerus dengan intesitas tinggi selama lebih dari satu jam. Masyarakat juga diharapkan agar selalu memperhatikan kondisi debit sungai dan menghindari lereng curam yang minim vegetasi.***

Leave a Reply