Jakarta, EDITOR.ID,- Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang digelar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya terkuak. Yang ditangkap lembaga anti rasuah ini ternyata seorang jaksa di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten. Dalam operasi senyap itu, KPK juga mengamankan barang bukti uang dengan jumlah total Rp 900 juta.
Operasi digelar secara serentak di Tangerang Banten dan Jakarta pada Rabu (17/12/2025) kemarin. Ada 9 orang diamankan. Satu oknum penegak hukum dari Kejaksaan Tinggi Banten. Kemudian dua orang penasihat hukum. Dan 6 orang pihak swasta. Semua pihak yang terjaring dalam OTT itu sudah digelandang ke Gedung Merah Putih KPK.
Juru Bicara (Jubir) KPK Budi Prasetyo mengungkap KPK telah mengamankan 9 orang, satu diantaranya jaksa di Kejaksaan Tinggi Banten dan 2 advokat. KPK juga menyita uang Rp900 juta yang diduga berasal dari transaksi suap perkara.
“Bahwa sejak sore sampai dengan malam (kemarin), tim mengamankan sejumlah 9 orang di wilayah Banten dan Jakarta. Di antaranya 1 merupakan aparat penegak hukum, 2 merupakan penasihat hukum, dan 6 lainnya merupakan pihak swasta,” jelas Budi.
“Selain mengamankan 9 orang tersebut, tim juga mengamankan barang bukti sejumlah uang dalam bentuk tunai sekitar 900 juta,” imbuhnya.
Budi menyampaikan bahwa 9 orang yang ditangkap dalam OTT kemarin tengah menjalani pemeriksaan secara intensif. Perkembangan lebih lanjut terkait dengan OTT itu akan disampaikan oleh KPK setelah seluruh data dan informasi benar-benar lengkap.
“Saat ini para pihak yang diamankan masih dilakukan pemeriksaan secara intensif di dalam (ruang pemeriksaan). Nanti perkembangannya seperti apa, status hukumnya bagaimana, termasuk kronologi, konstruksi perkara, nanti kami akan sampaikan secara lengkap pada kesempatan berikutnya,” ujar Budi.
Budi menegaskan dirinya belum bisa menyampaikan detail kronologi perkara kepada publik. Sebab, langkah-langkah yang diambil pasca OTT kemarin masih terus berjalan. Termasuk pemeriksaan intensif oleh penyidik kepada semua pihak terkait.
“Terkait dengan detail konstruksi perkara, kami belum bisa sampaikan saat ini karena ini masih akan dilakukan ekspose, masih didalami dan dianalisis lagi oleh tim. Dan para pihak yang diamankan juga masih dilakukan pemeriksaan secara intensif,” paparnya.
Operasi senyap yang dilakukan oleh KPK di Banten dan Jakarta kemarin berlangsung sejak sore hingga malam hari. Semua pihak terkait diamankan dan ditangkap oleh KPK dari beberapa lokasi berbeda. Pasca penangkapan, mereka langsung dibawa ke Gedung Merah Putih KPK.
KPK Sudah Koordinasi dengan Kejagung
Pasca OTT di Banten dan Jakarta, KPK menyatakan akan segera berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung (Kejagung). Langkah itu diambil karena salah seorang yang terjaring dalam operasi senyap tersebut adalah seorang jaksa di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten.
Budi Prasetyo mengungkapkan bahwa KPK secara intensif terus berkoordinasi dengan sesama lembaga penegak hukum lain. Termasuk dalam penanganan kasus yang diduga menyeret seorang jaksa di Kejati Banten dalam OTT yang berlangsung pada Rabu (17/12/2025).
”Untuk koordinasi tentu nanti kami akan lakukan. Tadi juga sudah disampaikan oleh pimpinan, Bapak Fitroh (Rohcahyanto), bahwa kami di KPK dengan kawan-kawan di Kejaksaan Agung maupun kepolisian sebagai aparat penegak hukum secara intens terus melakukan koordinasi dan sinergi, tegas Budi saat diwawancarai wartawan di Gedung Merah Putih KPK.
Budi memastikan tidak akan terjadi tumpang tindih penanganan kasus korupsi. Sebab, komitmen di antara para penegak hukum terkait dengan pemberantasan korupsi sama-sama kuat.
”(Koordinasi intens) dalam upaya-upaya pemberantasan korupsi, termasuk hari ini,” imbuhnya. ****










