Tangerang Selatan, EDITOR.ID,- Permasalahan sampah jadi isu serius di wilayah Tangerang Selatan. Kini sampah di sejumlah sudut jalan terlantar tak terangkut dan kian menggunung. Produksi sampah warga Tangsel diperkirakan mencapai 1.000 ton per hari. Ini yang bikin pusing kepala Walikota dan jajaran.
Untuk memecahkan masalah Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) resmi menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Serang untuk mengirimkan 500 ton sampah per hari ke TPSA Cilowong mulai Januari 2026. Meski kerjasama ini mendapat penolakan warga dan DPRD.
Dikarenakan TPA Cipeucang di Tangsel sudah melebihi kapasitas. Saat ini hanya mampu menampung 400 ton per hari, padahal total produksi sampah warga Tangsel mencapai 1.100 ton per hari.
Pindah TPA bertujuan mencegah pencemaran lingkungan dan risiko kesehatan akibat penumpukan sampah yang mencapai defisit lebih dari 600 ton per hari.
Adapun kerja sama ini direncanakan berlangsung selama empat tahun dan merupakan hasil fasilitasi dari Gubernur Banten, Andra Soni, serta arahan Menteri Lingkungan Hidup.
Kesepakatan sudah dituangkan dalam MoU dan saat ini sedang dalam tahap penyelesaian administrasi serta koordinasi teknis pengiriman.
Langkah darurat ini diharapkan memberikan ruang bagi Pemkot Tangsel untuk melakukan penataan dan perbaikan sistem pengelolaan sampah di TPA Cipeucang secara jangka panjang.
Selain adanya kompensasi, kerjasama ini dilatarbelakangi kesamaan geografis pemerintahan.
“Kota Tangsel dan Kota Serang sama-sama berada dalam wilayah koordinasi provinsi banten. Ketika memang tetangga kita, mengalami musibah. Selagi kita bisa bantu, ya kita pasti bantu,” ujar Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sampah Askolani di kantornya. Kota Serang, Selasa (23/2/2021).
Ia mengatakan pimpinan Pemkot Tangerang Selatan dan Pemkot Kota Serang telah menyepakati kerjasama pengiriman sampah 400 ton per hari dari Tangsel ke TPA Cilowong selama tiga tahun.
“Karena penyampaian dari Pemerintah Kota Tangsel itu sifatnya sementara, sekitar tiga tahun,” ujarnya.
Pihak Pemkot Tangerang Selatan akan mengirimkan sampah dari wilayahnya ke TPA Cilowong sampai perbaikan TPA Cipeucang di Tangsel selesai.
“Sambil melakukan perbaikan, dan pembenahan teknologi sampah yang ada Tangsel,” ujarnya.
Nantinya, sampah-sampah dari Kota Serang dan Kota Tangerang Selatan akan ditampung di TPA Ciowong.
“Semuanya tersentralkan di TPA Cilowong,” ujarnya.
Catatan DPRD Kota Serang
Pemkot Serang diberi Catatan oleh DPRD Kota Serang terkait progres kerjasama Impor Sampah dengan Pemkot Tangerang Selatan. Salah satu catatannya ialah mengenai infrastruktur pada tempat pembuangan akhir sampah (TPAS) Cilowong yang belum memadai.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Serang, Khoeri Mubarok mengaku, ada beberapa catatan mengenai kerja sama impor sampah tersebut, namun yang menjadi persoalan mendesak adalah infrastruktur. Padahal, sejak awal Agustus lalu, Pemkot Serang telah menerima anggaran kompensasi impor sampah dari Kota Tangsel sebesar Rp21 miliar.
“Pemkot Tangsel sudah melakukan pembayaran kompensasi sebesar Rp21 miliar, tapi pembuangan sampah dari Tangsel belum juga dilakukan. Kami pun memberi catatan, bila sarana dan prasarana pendukung TPAS Cilowong belum siap,” katanya, Selasa (21/9/2021).
Berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi, terdapat beberapa sarana dan prasarana pendukung yang belum dibangun di TPSA Cilowong, salah satunya pembangunan jalan di TPAS. Konon terhambat pada proses tender yang belum selesai.
“Perencanaan tender memang sudah ada, namun detail engineering design (DED) nya perlu dilakukan revisi, karena masih menggunakan yang lama, tahun 2019,” ujarnya.
Selain pembangunan jalan yang sampai saat ini belum dilakukan, Pemkot Serang juga belum melakukan pembuatan bronjong. “Termasuk ini, masih stuck. Terhambatnya pembangunan bronjong masih di tahap perencanaan yang belum selesai, sebab membutuhkan tenaga ahli untuk melakukan pengukuran, dan sebagainya,” imbuhnya.
Tak hanya itu, TPSA Cilowong juga belum melakukan pembenahan mesin daur ulang, shelter, mesin pengolahan air lindi dan beberapa lainnya. Sementara untuk sarana dan prasarana yang sudah terlaksana, Khoeri menuturkan, diantaranya satu mobil bulldozer dan dua escavator.
Kemudian bantuan berupa uang yang rencananya akan diberikan kepada masyarakat sekitar Cilowong sebesar Rp200 juta juga belum,” tuturnya.
Ia pun menilai jika Pemkot Serang nekat untuk menerima kerjasama tersebut, padahal sarana dan prasarana nya belum memadai. “Tapi Pemkot Serang tetap nekat menerima kerja sama impor sampah. Padahal sarana dan prasarana pendukung nyatanya belum siap, namun pihak UPT mengaku bahwa pembuangan sampah dari Tangsel akan dilakukan pada bulan September ini,” pungkasnya. ****












