Settia

TGB: Hentikan Fitnah Mengkafirkan Orang Lain!

EDITOR.ID, Jakarta,- Dalam beberapa kesempatan dakwahnya di depan ribuan jamaah, Ulama muda kharismatik TGB Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) selalu menyerukan agar mereka yang berpolitik tidak menyebut lawan politiknya sebagai kafir. Hal tersebut karena bangsa Indonesia adalah bersaudara.

Hal tersebut disampaikan TGB berulang kali. Bahkan dalam sebuah video yang diunggah ke akun Instagram-nya, Jumat (6/7/2018) silam belakangan menjadi viral dan banyak dipuji netizen. Tampak TGB memberikan ceramah di depan sejumlah orang.

“Kita ini bersaudara, apakah Bapak-bapak berani mengatakan bahwa Bapak-bapak adalah yang hak dan lawan politik adalah batil seperti kafir Quraish. Ayo, siapa yang berani? Bapak berani mengatakan itu? Kalau saya tidak berani, Pak,” tegas pria tampan yang menyandang jabatan Gubernur NTB ini.

TGB, yang juga Ketua Alumni Universitas Al-Azhar Kairo Cabang Indonesia, menyatakan semangat berpolitik adalah semangat untuk saling mengenal dan mengisi.

“Kalau kita kontestasi politik atau apa pun, letakkan dalam fastabiqul khoirot (berlomba-lomba dalam kebaikan), letakkan itu dalam lita’arofu (untuk saling mengenal),” ujar TGB.

“Beda-beda gagasan tetap lita’arofu. Semangatnya adalah untuk taaruf, saling mengisi. Belajar, siapa yang bisa menyelesaikan masalah Indonesia sendirian? Kan sama-sama kita semua,” imbuhnya.

TGB dalam kesempatan yang sama juga meminta agar ayat-ayat perang dalam Alquran tak dipakai untuk kepentingan politik. TGB menegaskan Indonesia sedang tidak berperang.

“Siapa pun yang mendengar ucapan saya ini, tokoh-tokoh, guru-guru, yang saya muliakan, berhentilah berkontestasi politik dengan mengutip ayat-ayat perang Alquran. Kita tidak sedang berperang. Kita ini satu bangsa, saling mengisi dalam kebaikan,” ujar TGB.

TGB belum lama menyatakan mendukung Jokowi dua periode sebagai presiden. Dia mempertimbangkan mengenai kemaslahatan bangsa, umat, dan akal sehat selama kepemimpinan Jokowi.

“Dua periode secara common sense dan empirik yang saya alami, waktu yang lumayan fair bagi seorang pemimpin,” ucap TGB. (tim)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *