Tentara-Polisi Baku Hantam di Papua Gara-Gara Pengaruh Miras dan Geber Gas Motornya

Keributan dari ketersinggungan akibat adanya anggota Polri yang melintas di depan Mako Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) menggunakan motor berknalpot bising pada Rabu malam (11/2). Seorang anggota Satuan Polairud Polres Mappi berinisial Bripda MJA (23) diamankan setelah memicu keributan dengan oknum anggota TNI di Kota Kepi, Kabupaten Mappi, Papua Selatan, pada Kamis dini hari, 12 Februari 2026.

Tentara-Polisi Baku Hantam di Papua Gara-Gara Pengaruh Miras dan Geber Gas Motornya

Mappi Papua, EDITIOR.ID – Situasi di Mappi dilaporkan sudah kembali kondusif setelah koordinasi antara pimpinan kedua belah pihak TNI dan Polri. Keributan dari ketersinggungan akibat adanya anggota Polri yang melintas di depan Mako Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) menggunakan motor berknalpot bising pada Rabu malam (11/2).

Seorang anggota Satuan Polairud Polres Mappi berinisial Bripda MJA (23) diamankan setelah memicu keributan dengan oknum anggota TNI di Kota Kepi, Kabupaten Mappi, Papua Selatan, pada Kamis dini hari, 12 Februari 2026.

Bripda MJA diduga dalam pengaruh alkohol saat mengendarai sepeda motor dan sengaja menggeber gas (memainkan gas motor) di depan pos siaga Yonif 819/PIBP Kepi.

Setelah aksi penggeberan tersebut, Bripda MJA diamankan oleh personel TNI di lokasi.Akibat insiden awal itu, satu anggota Polres Mappi sempat diamankan dan ditahan di pos batalyon pada Kamis pagi (12/2), saat sejumlah anggota Polri hendak menjemput rekannya yang ditahan, situasi justru memanas.

Situasi sempat mereda setelah dilakukan mediasi awal, namun kembali memanas dan berujung bentrokan fisik ketika rombongan personel Polres Mappi lainnya mendatangi lokasi hingga terjadi provokasi lanjutan.

Tak lama aksi kedua anggota Polres Mappi itu melintas, terjadi pertikaian hingga kedua Anggota Polisi mengalami luka-luka serius, Kamis pagi (12/2) saat proses penjemputan anggota yang sempat ditahan di pos batalyon.

Akibat bentrokan tersebut, dikabarkan dua anggota polisi mengalami luka-luka

Kapolres Mappi Kompol Suparmin menyebut dua anggotanya terluka akibat konflik dengan prajurit TNI di Keppi, ibukota Kabupaten Mappi, Papua Selatan.

“Memang benar ada dua anggota terluka akibat konflik antara personel Polres Mappi dengan prajurit di Keppi yang terjadi Rabu malam (11/2) dan Kamis pagi (12/2) dan kini ,” kata Kapolres Mappi Kompol Suparmin dilansir dari kantor berita Antara, Kamis, 12 Februari.

Suparmin menjelaskan kronologi peristiwanya, mengatakan bahwa keributan berawal dari dugaan anggota Polri yang melintasi depan Mako Batalyon Teritorial Pembangunan (TP) Keppi, menggunakan kendaraan bermotor dengan suara bising hingga tersinggung.

“Diduga suara kendaraan tersebut memicu ketersinggungan sehingga terjadi kesalahpahaman,” ujar Suparmin.

Akibatnya satu anggota Polres Mappi ditahan di pos batalyon dan Kamis pagi (12/2) saat hendak mengambil anggota yang ditahan, kata Kompol Suparmin, ada anggota Polri yang melempari pos jaga sehingga menyebabkanpertikaian .

Suparmin, menegaskan bahwa penyelidikan internal akan dilakukan untuk memproses hukum anggota yang terbukti bersalah guna mencegah kejadian serupa terulang.

Saat ini personel dari kedua instansi telah diminta untuk menahan diri, dan aktivitas masyarakat di ibu kota Kabupaten Mappi tetap berjalan normal.

Koordinasi Pimpinan dilakukan setelah insiden tersebut kini tengah ditangani melalui koordinasi antara pimpinan TNI dan Polri setempat.

Upaya mediasi disebut telah dilakukan untuk meredam ketegangan dan mencegah konflik meluas.

“Masalah ini akan diselesaikan secara internal dan profesional. Kami mengedepankan soliditas TNI-Polri demi menjaga stabilitas keamanan di wilayah Mappi,” tegas Suparmin.

Suparmin memastikan penyebabnya sekaligusmemproses dan menghukum bila ada anggotanya yang salah.

“Walaupun demikian semua pihak diminta untuk menahan diri termasuk personel Polres Mappi dan situasi keamanan di Keppi dilaporkan kondusif,” kata Kompol Suparmin.

Pihak TNI dan Polri melalui Humas Polres Mappi serta satuan terkait telah berkoordinasi untuk meredam situasi. Per tanggal 13 Februari 2026, situasi di Mappi dilaporkan telah kembali kondusif.

Peristiwa tersebut dijadikan pembelajaran berharga untuk inergitas TNI-Polri menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya di wilayah Papua yang memiliki dinamika keamanan tersendiri.

Pihak berwenang juga disebut akan melakukan evaluasi internal terhadap anggota yang diduga terlibat dalam pemicu maupun eskalasi insiden.

Pihak TNI dan Polri setempat berkomitmen untuk tetap menjaga sinergitas di wilayah Papua Selatan pasca insiden ini. (*)

Leave a Reply