Jakarta, EDITOR.ID,- Nasib memilukan dialami seorang pelajar berusia 19 tahun bernama Faturrohman. Ia tiba-tiba diserang dan dikejar gerombolan orang tak dikenal. Pelajar hafiz Quran ini sebenarnya tak sedang ikut demo dan rusuh. Ia sedang menikmati ngopi di warung.
Namun tiba-tiba ia diserang gerombolan tak dikenal. Faturrohhman dipukuli, diinjak dan diseret karena dianggap ikut demo.
Aksi biadab yang dilakukan gerombolan orang tak dikenal direkam video dan viral di media sosial. Dalam video tersebut memperlihatkan Faturrohman dipukuli hingga jatuh di aspal kemudian ditendang dan diinjak. Tak sampai disitu, pelajar 19 tahun ini diseret. Beruntung ada sejumlah warga menyelamatkannya.
Faturrohman menjadi korban penganiayaan oleh kelompok orang tidak dikenal (OTK) saat pembubaran massa demonstrasi di kawasan Pejompongan Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (27/8).
Faturrohman kembali ke rumahnya dalam keadaan lemas dan mukanya lebam karena dipukuli dan dihantam kayu oleh kelompok orang tidak dikenal (OTK) saat pembubaran massa demonstrasi di kawasan Pejompongan Raya, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Ia pun mengalami luka lebam pada bagian mata, wajah dan kepala akibat pemukulan benda tumpul.
Menurut keterangan saksi mata di lokasi, Arif, peristiwa tersebut terjadi secara tiba-tiba saat ia sedang berada di pemukiman bersama korban. Sejumlah orang bersenjata kayu mendadak masuk ke area pemukiman warga.
“Jadi malam itu saya lagi duduk-duduk sama Fatur. Saya lagi ngopi tau-tau massa pada masuk. Ya saya kaget. Saya lihat mereka pada bawa balok, ya saya kabur menyelamatkan diri,” ujar Arif, Kamis (28/8).
Arif menambahkan, aparat kepolisian yang berada di lokasi tidak masuk ke dalam pemukiman karena mengetahui area tersebut merupakan pemukiman warga. Ia menduga kelompok yang masuk merupakan elemen massa ormas.
Kronologi Penganiayaan Menurut Guru Korban
Guru Faturrohman, Fahmi, mengonfirmasi bahwa anak didiknya yang duduk di kelas 12 tersebut sempat merespons pesan singkat dari wali kelas terkait arahan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada pukul 22.01 WIB, sebelum insiden penganiayaan terjadi sekitar pukul 23.00 WIB.
“Sekitar jam 23.00 WIB saya chatting dia ceklis satu. Tadi saya tanya mamanya, HP-nya juga hilang. Pokoknya sama orang yang tidak dikenal ditarik, diseret, ditendang, diinjak,” kata Fahmi, Jumat (28/8).
Fahmi menjelaskan, Faturrohman merupakan seorang qori dan hafiz Qur’an yang kerap menjuarai perlombaan keagamaan.
“Dia itu hafiz Quran dan suka menang jadi tidak suka ikut kerusuhan,” katanya.
Selain Faturrohman, seorang warga setempat bernama Bambang juga menjadi korban penyerangan dalam peristiwa tersebut dan dilaporkan meninggal dunia setelah sempat dilarikan ke Rumah Sakit Kramat Jati Polri. ****












